Bawaslu DKI Terima 64 Aduan Pemilu pada Hari Coblosan

Kompas.com - 17/04/2019, 21:27 WIB
Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi di Kantor Bawaslu DKI, Jakarta Utara, Selasa (22/1/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi di Kantor Bawaslu DKI, Jakarta Utara, Selasa (22/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com—Komisioner Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) DKI Jakarta Puadi menyebut, Bawaslu DKI menerima 64 aduan pada hari penyelenggaraan Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019). 

Menurut Puadi, aduan tersebut beragam dan berasal dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Namun, secara garis besar, aduan itu mencakup tiga hal. 

"Pertama, soal kekurangan surat suara. Kedua, ada orang dari luar daerah yang hanya bermodal e-KTP tapi ingin mencoblos sebagai Daftar Pemilih Khusus (DPK). Ketiga, warga tidak datang ke TPS karena tidak mendapat formulir C6," sebut Puadi, Rabu.


Puadi menegaskan, warga yang hendak memilih berbekal e-KTP dari luar wilayah domisili memang tidak dapat dilayani tanpa ada formulir pindah TPS (A5). 

Adapun waktu memilih satu jam terakhir dari jadwal, ujar dia, hanya diperuntukkan bagi pemilik e-KTP sesuai domisili yang satu wilayah dengan TPS. Mereka adalah pemilih yang masuk kategori Daftar Pemilih Khusus (DPK). 

"Jadi yang masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) adalah mereka yang memiliki e-KTP atau surat keterangan (perekaman data e-KTP), tetapi tidak terdaftar sebagai DPT dan DPTb (Daftar Pemilih Tambahan, daftar untuk pemilih pindahan). Dia bisa mencoblos di TPS sesuai domisili yang tertera di e-KTP itu," jelas Puadi.

Baca juga: JEO-Panduan Lengkap buat Pemilih Pemilu 2019

Puadi pun menyebut persoalan ketiga semestinya tidak terjadi. Pemilih yang ada dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) tetap dapat memilih sekalipun tidak menerima surat pemberitahuan formulir C6. 

"Padahal tinggal datang saja ke TPS kalau sudah terdaftar, tidak membawa surat C6 juga tidak masalah," tegas Puadi.

Berdasarkan data aduan pemilu dari Bawaslu DKI Jakarta, tercatat 20 aduan berasal dari wilayah Jakarta TImur, 13 aduan dari Jakarta Selatan, 13 aduan dari Jakarta Utara, 6 aduan dari Jakarta Pusat, dan 5 aduan dari Jakarta Barat, dan 7 aduan dari Kepulauan Seribu.

"Sampai saat ini Bawaslu DKI Jakarta masih terus meng-update jumlah laporan ini," imbuh Puadi. 



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Polda Metro Jaya Terjunkan 30.000 Personel Gabungan Amankan 22 Mei

Polda Metro Jaya Terjunkan 30.000 Personel Gabungan Amankan 22 Mei

Megapolitan
Buntut Robohnya Tembok SD di Sawah Besar, Polisi Periksa 2 Pekerja

Buntut Robohnya Tembok SD di Sawah Besar, Polisi Periksa 2 Pekerja

Megapolitan
Jelang Berbuka Puasa, Gerai McDonald's di Plaza Kalibata Dilalap Api

Jelang Berbuka Puasa, Gerai McDonald's di Plaza Kalibata Dilalap Api

Megapolitan
Tembok SD di Sawah Besar Roboh, Satu Orang Meninggal Dunia

Tembok SD di Sawah Besar Roboh, Satu Orang Meninggal Dunia

Megapolitan
Jenazah Wanita Dalam Karung di Pluit Pakai Gelang Kaki, Ini Cirinya...

Jenazah Wanita Dalam Karung di Pluit Pakai Gelang Kaki, Ini Cirinya...

Megapolitan
Polisi Tangkap Provokator Tawuran di Jalan Antasari

Polisi Tangkap Provokator Tawuran di Jalan Antasari

Megapolitan
DKI Tawarkan Penataan Tanpa Menggusur ke Warga Kampung Bandan

DKI Tawarkan Penataan Tanpa Menggusur ke Warga Kampung Bandan

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Sahur on The Road, Mengapa?

Warga Diimbau Tak Sahur on The Road, Mengapa?

Megapolitan
Tanggapan Polisi Atas Pengajuan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana....

Tanggapan Polisi Atas Pengajuan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana....

Megapolitan
Besok, Amien Rais Diperiksa sebagai Saksi Kasus Dugaan Makar Eggi Sudjana

Besok, Amien Rais Diperiksa sebagai Saksi Kasus Dugaan Makar Eggi Sudjana

Megapolitan
Kuasa Hukum Eggi Sudjana Ajukan Penangguhan Penahanan

Kuasa Hukum Eggi Sudjana Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
Pengacara Eggi Sudjana Sebut Kliennya Kooperatif dan Tak Mungkin Hilangkan Bukti

Pengacara Eggi Sudjana Sebut Kliennya Kooperatif dan Tak Mungkin Hilangkan Bukti

Megapolitan
Trotoar untuk Pejalan Kaki di Tanah Abang Kini Jadi Lahan Parkir, Tarifnya Rp 10.000

Trotoar untuk Pejalan Kaki di Tanah Abang Kini Jadi Lahan Parkir, Tarifnya Rp 10.000

Megapolitan
Viral Video Bentrokan Warga dengan Geng Motor di Tanah Abang, Begini Penjelasan Polisi

Viral Video Bentrokan Warga dengan Geng Motor di Tanah Abang, Begini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Tertangkapnya Sopir Pribadi yang Rampok Uang Milik Bos SPBU...

Tertangkapnya Sopir Pribadi yang Rampok Uang Milik Bos SPBU...

Megapolitan

Close Ads X