Kesaksian Tompi yang Sadarkan Ratna Sarumpaet Akui Kebohongan

Kompas.com - 24/04/2019, 06:47 WIB
Penyanyi yang juga dokter bedah plastik Tompi saat berbincang dengan wartawan di klinik miliknya Beyoutiful Aesthetic Clinic di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penyanyi yang juga dokter bedah plastik Tompi saat berbincang dengan wartawan di klinik miliknya Beyoutiful Aesthetic Clinic di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang kasus penyebaran berita hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

Salah satu saksi yang dihadirkan adalah penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Teuku Adifitrian atau Tompi.

Dalam kesaksiannya, Tompi mengungkap soal kecurigaan terhadap Ratna yang saat itu mengaku dianiaya orang tak dikenal. Berdasarkan analisisnya, Tompi menyadari wajah lebam Ratna akibat tindakan operasi bedah plastik, bukan penganiayaan.

Baca juga: Tompi di Sidang Ratna Sarumpaet, Kesaksian hingga Akrab dengan Rocky Gerung

Curiga Ratna berbohong saat baca twit Fadli Zon

Kepada Majelis Hakim, Tompi mengaku mengetahui jika Ratna menjadi korban penganiayaan orang tidak dikenal. Peristiwa itu pertama kali diketahuinya dari cuitan Fadli Zon dalam akun Twitternya.

Fadli menceritakan dalam twitnya jika Ratna dipukul oleh sekelompok orang di bandara di Bandung, Jawa Barat. Fadli menjelaskan, jika Ratna sempat disekap didalam mobil dan dibuang di suatu tempat.

Namun, setelah melihat twit tersebut dan foto Ratna, Tompi mulai menaruh curiga.

Penyanyi yang juga dokter bedah plastik Tompi saat berbincang dengan wartawan di klinik miliknya Beyoutiful Aesthetic Clinic di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penyanyi yang juga dokter bedah plastik Tompi saat berbincang dengan wartawan di klinik miliknya Beyoutiful Aesthetic Clinic di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

Baca juga: Kecurigaan Tompi Muncul Setelah Membaca Twit Fadli Zon...

"Saya timbul kecurigaan kayanya ini bukan dipukul deh. Di sini kecurigaan pertama ini bukan dipukul. Saya jelasin dengan penalaran yang saya tangakap secara klinis tidak sesuai," ujarnya.

Dia menilai jika wajah lebam Ratna bukan karena luka kekerasan, melainkan operasi plastik. Tompi selaku ahli bedah plastik mengatakan, banyak pasiennya yang berwajah seperti Ratna jika telah melakukan operasi plastik.

"Tapi gambar wajah bengkak memar (Ratna) ini menunjukan ini tipikal bedah plastik. Yang kedua ada foto bu Ratna mengikat rambut ngiket di atas. Itu gestur kebiasaan kita sebagai dokter plastik menyarankan pasien mengikat rambut agar wajahnya tidak kotor," katanya.

Baca juga: Analisis Tompi Saat Lihat Foto Wajah Lebam Ratna Sarumpaet

Tompi dan Rocky Gerung di Ruang Sidang PN Jakarta Selatan Untu Bersaksi di Sidang Ratna Sarumpaet, Selasa (23/4/2019)KOMPAS.com Walda Tompi dan Rocky Gerung di Ruang Sidang PN Jakarta Selatan Untu Bersaksi di Sidang Ratna Sarumpaet, Selasa (23/4/2019)

Putri Amien Rais dinilai konyol

Tidak hanya itu, pernyataan putri Amien Rais, Hanum Rais dalam sebuah video yang sempat viral bersama Ratna juga mengundang tanya bagi Tompi.

"Di video itu digambarkan bagaimana mereka berjalan berdua keluar dari salah satu pendopo... kemudian Hanum Rais menceritakan sudah memeriksa yang bersangkutan (Ratna)," lanjutnya.

Baca juga: Tompi Nilai Putri Amien Rais Konyol Saat Memastikan Wajah Ratna Sarumpaet Lebam karena Dianiaya

Menurut Tompi, dalam video itu, Hanum mengaku sudah memeriksa kondisi wajah Ratna dan Hanum memastikan bahwa wajah Ratna lebam karena dianiaya.

Tompi mempertanyakan hal tersebut karena kapasitas Hanum adalah dokter gigi, bukan doker umum atau dokter bedah wajah.

"Dia (Hanum) yakin betul bahwasanya ini adalah korban pemukulan dan ini adalah contoh Cut Nyak Dien buat dia. Di situ konyol aja buat saya. Pertama kapasitas dia dokter gigi bukan dokter umum gitu, bukan spesialis bedah, tentu tidak punya kemampuan untuk mengevaluasi," jelas Tompi.

Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Untuk Jalani Sidang Kasus Penyebaran Berita Hoaks, Selasa (23/4/2019)KOMPAS.com - Walda Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Untuk Jalani Sidang Kasus Penyebaran Berita Hoaks, Selasa (23/4/2019)

Tompi juga mempertanyakan hasil pemeriksaan yang dilakukan Hanum terhadap Ratna.

"Dia (Hanum) sudah mengaku memeriksa. Artinya kalau memeriksa sudah ada pertanggungjawaban ilmiahnya. Artinya kalau sudah memeriksa dan salah, ada dua kesimpulannya. Satu tidak mampu, kedua berbohong," kata Tompi.

Baca juga: Ratna Sarumpaet: Tompi yang Sadarkan Saya untuk Berhenti Berbohong...

Tompi sadarkan Ratna akui kebohongan

Ratna Sarumpaet akhirnya memang mengaku bahwa wajahnya lebam bukan karena dianiaya tetapi dampak telah menjalani operasi sedot lemak di wajah. 

Dalam persidangan, Ratna menyatakan Tompi adalah orang yang menyadarkannya untuk berhenti berbohong. 

"Saya tidak tahu kenapa saudara Tompi ini ada di sini ya. Karena sebenarnya dialah yang menyelamatkan dan menyadarkan saya untuk berhenti berbohong," ujar Ratna.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

Megapolitan
Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Megapolitan
Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Megapolitan
Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Megapolitan
Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Megapolitan
Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Megapolitan
Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Megapolitan
THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Megapolitan
Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Megapolitan
Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Megapolitan
Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Megapolitan
171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

Megapolitan
Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Megapolitan
Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X