Kompas.com - 24/04/2019, 21:08 WIB
Banjir di Jalan Rukun Ujung, RT 05/05 Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan Karena Luapan Kali Ciliwung, Rabu (24/4/2019) KOMPAS.com / Walda MarisonBanjir di Jalan Rukun Ujung, RT 05/05 Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan Karena Luapan Kali Ciliwung, Rabu (24/4/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Selatan, tahun ini, berencana melakukan pembebasan lahan di kawasan Pejaten Timur dan Tanjung Barat. Pihak pemerintah kota akan melakukan pembebasan lahan di sepanjang bantaran Ciliwung yang masih ditempati warga.

"Sekarang kami lagi upayakan ada pembebasan di Pejaten Timur dan di Tanjung Barat. Itu pelan-pelan tahun ini ada lagi (pembangunan turap) dan anggaran untuk pembebasan," ujar Marullah, Rabu (24/2/2019).

Baca juga: Kunjungi Warga Pejaten Timur, Wakapolri Sebut Banjir Kini Cepat Surut

Daerah Pejaten Timur dilanda banjir akibat luapan Kali Ciliwung pada Rabu pagi tadi. Banjri tepatnya melanda permukiman di Jalan Rukun Ujung RT 005 RW 005 Kelurahan Pejaten Timur. Sebanyak 41 kepala keluarga (KK) terkena dampak banjir.

Marullah mengatakan, bantaran Kali Ciliwung di daerah itu akan dibangun turap untuk memperkecil potensi banjir jika arus Sungai Ciliwung meningkat.

Dia memahami keinginan warga yang mau menjual lahan di atas harga nilai jual obyek pajak (NJOP) kepada pemerintah. Marullah menegaskan, pemerintah tidak berniat mengambil untung dalam pembelian lahan. Pemerintah hanya berniat mencari solusi agar warga bisa pindah dari lokasi tersebut.

"Ini bukan soal untung rugi, tapi untuk menyelesaikan tata ruang kota," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebab kondisi mereka berada di bawahnya level air dan itu sebenernya mengancam keselamatan mereka juga, dan pemerintah mencarikan solusi. Bukan pemerintah mau beli," tambahnya.

Baca juga: Tempat Pengungsian Korban Banjir di Pejaten Timur Terendam



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembagian Bansos Beras Dimulai, Anies: Tiap Keluarga Akan Terima 10 Kg

Pembagian Bansos Beras Dimulai, Anies: Tiap Keluarga Akan Terima 10 Kg

Megapolitan
Cara Blokir STNK secara Online Agar Tidak Kena Pajak Progresif

Cara Blokir STNK secara Online Agar Tidak Kena Pajak Progresif

Megapolitan
Pemprov DKI Salurkan 5.000 Ton Beras untuk Warga 2 Kelurahan di Cakung

Pemprov DKI Salurkan 5.000 Ton Beras untuk Warga 2 Kelurahan di Cakung

Megapolitan
Sebagian Petugas RT/RW di Depok Minta Pungutan, Kantor Pos Klaim Penyaluran BST Door to Door

Sebagian Petugas RT/RW di Depok Minta Pungutan, Kantor Pos Klaim Penyaluran BST Door to Door

Megapolitan
BUMD Jaktour: Tersangka Kasus Korupsi Rp 5,1 Miliar Sudah Dipecat Sejak 2017

BUMD Jaktour: Tersangka Kasus Korupsi Rp 5,1 Miliar Sudah Dipecat Sejak 2017

Megapolitan
Sopir Isi Bahan Bakar, Uang Rp 20 Juta di Truk yang Akan Disetor ke Bos Digasak Maling

Sopir Isi Bahan Bakar, Uang Rp 20 Juta di Truk yang Akan Disetor ke Bos Digasak Maling

Megapolitan
Klik Link Ini untuk Cek Daftar Penerima Bansos Beras di Jakarta

Klik Link Ini untuk Cek Daftar Penerima Bansos Beras di Jakarta

Megapolitan
Antusiasnya Warga Warakas Ikut Vaksinasi, 300 Nomor Antrean Habis dalam Setengah Jam

Antusiasnya Warga Warakas Ikut Vaksinasi, 300 Nomor Antrean Habis dalam Setengah Jam

Megapolitan
Jadi Lokasi Pesta Ultah Juy Putri, Hotel Aston Imperial Bekasi Didenda Rp 17 Juta

Jadi Lokasi Pesta Ultah Juy Putri, Hotel Aston Imperial Bekasi Didenda Rp 17 Juta

Megapolitan
Diminta Perbanyak Tempat Karantina Terpusat, Wali Kota Tangsel: Rumah Lawan Covid-19 Masih Cukup

Diminta Perbanyak Tempat Karantina Terpusat, Wali Kota Tangsel: Rumah Lawan Covid-19 Masih Cukup

Megapolitan
Pemprov DKI Tambah Aturan PPKM: Makan di Warteg Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin Covid-19

Pemprov DKI Tambah Aturan PPKM: Makan di Warteg Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin Covid-19

Megapolitan
Polisi Amankan Seorang Remaja yang Tawuran di Sawah Besar

Polisi Amankan Seorang Remaja yang Tawuran di Sawah Besar

Megapolitan
Gara-gara Geberan Motor, Tawuran Pecah di Sawah Besar Jakpus

Gara-gara Geberan Motor, Tawuran Pecah di Sawah Besar Jakpus

Megapolitan
Gelar Pesta Ultah Saat PPKM, Seleb TikTok Juy Putri Didenda Rp 12 Juta, Tamu Kena Denda Rp 2 Juta

Gelar Pesta Ultah Saat PPKM, Seleb TikTok Juy Putri Didenda Rp 12 Juta, Tamu Kena Denda Rp 2 Juta

Megapolitan
Mayoritas Warga Kota Bogor yang Meninggal Saat Isoman Belum Divaksin

Mayoritas Warga Kota Bogor yang Meninggal Saat Isoman Belum Divaksin

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X