KPU Jaktim: Kesalahan Input C1 di Salah Satu TPS Murni Human Error

Kompas.com - 25/04/2019, 19:43 WIB
Ketua KPUD Jakarta Timur Wage Wardana di gudang penyimpanan surat suara di Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (19/2/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaKetua KPUD Jakarta Timur Wage Wardana di gudang penyimpanan surat suara di Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (19/2/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Timur Wage Wardana menjelaskan, insiden salah input form C1 dari salah satu tempat pemungutan suara (TPS) di Jakarta Timur yang dilakukan petugasnya murni karena human error.

Wage menyampaikan hal itu saat memenuhi panggilan pemeriksaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Wage menjelaskan, kesalahan penginputan data C1 pada Situs Informasi Penghitungan Suara (Situng) terjadi karena form C1 antara TPS 93 Bidara Cina dengan TPS 93 Cipinang Cempedak tertukar.

"Jadi waktu input form C1 itu tertukar karena letak form keduanya berdekatan. Kedua TPS ini soalnya sama-sama berada di Kecamatan Jatinegara. Ketika petugas hendak menginput datanya ke Situng," ujar dia.

Baca juga: KPU Tantang Tim Prabowo-Hatta Buktikan Dugaan Data C1 Bocor

Wage menyebutkan, penginputan data itu dilakukan petugasnya pada pukul 00.00 WIB tengah malam.

"Setelah dapat kabar ada kesalahan, saya minta data itu di drop. Lalu saya langsung berikan klarifikasi juga, baik di Facebook dan Whatsapp yang intinya mengakui bahwa petugas salah lakukan input," papar Wage.

Wage menghormati pelaporan yang dilakukan tim Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandiaga ke Bawaslu DKI Jakarta. Menurutnya pelaporan itu merupakan wujud koreksi masyarakat pada kinerja penyelenggara pemilu.

"Saya mengapresiasi pelaporan ini, karena menjadi check and balance buat kami. Selain itu dengan pelaporan ini, kami juga dapat semakin mewujudkan pemilu yang adil dan bermartabat," kata Wage.

Sabtu pekan lalu BPP DKI Jakarta Prabowo-Sandiaga melaporkan KPU RI, KPU Jakarta Timur, serta petugas penginput form C1 ke Bawaslu DKI Jakarta.

"kami menolak dalil yang disampaikan KPU bahwa ini adalah human error, karena kami menolak dalil itu makanya kami melaporkan ke Bawaslu untuk diperiksa apakah ini adalah human error atau ada unsur kesengajaan," kata Ketua Advokasi dan Hukum BPP Prabowo-Sandiaga, Yupen Hadi, Sabtu lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Berlaku di Stasiun Mulai 5 Februari

Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Berlaku di Stasiun Mulai 5 Februari

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.653 Pasien Covid-19, Terisi 77 Persen

UPDATE 25 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.653 Pasien Covid-19, Terisi 77 Persen

Megapolitan
Polisi Tangkap Pasangan yang Berbuat Mesum di Halte Jalan Kramat Raya

Polisi Tangkap Pasangan yang Berbuat Mesum di Halte Jalan Kramat Raya

Megapolitan
Pakai Baju yang Sama, Pencuri Hand Sanitizer di Bus Transjakarta Ditangkap di Blok M

Pakai Baju yang Sama, Pencuri Hand Sanitizer di Bus Transjakarta Ditangkap di Blok M

Megapolitan
PSBB Diperpanjang, Restoran Boleh Layani Tamu Makan di Tempat hingga Jam 8 Malam

PSBB Diperpanjang, Restoran Boleh Layani Tamu Makan di Tempat hingga Jam 8 Malam

Megapolitan
Terus Bertambah, Ini Daftar Pejabat Pemprov DKI yang Positif Covid-19

Terus Bertambah, Ini Daftar Pejabat Pemprov DKI yang Positif Covid-19

Megapolitan
Pemutusan Kabel Rumah Pompa Dukuh Atas Diduga Ulah Pemulung, Bukan Sabotase

Pemutusan Kabel Rumah Pompa Dukuh Atas Diduga Ulah Pemulung, Bukan Sabotase

Megapolitan
500 Ton Sampah Kota Bekasi Tak Terangkut ke TPA Setiap Hari

500 Ton Sampah Kota Bekasi Tak Terangkut ke TPA Setiap Hari

Megapolitan
Ditemukan Kerumunan sampai 100 Orang, Hotel California Jakpus Disegel

Ditemukan Kerumunan sampai 100 Orang, Hotel California Jakpus Disegel

Megapolitan
Jasa Marga: Tumpukan Sampah di Bekasi Barat Bukan Buangan Pengguna Jalan Tol

Jasa Marga: Tumpukan Sampah di Bekasi Barat Bukan Buangan Pengguna Jalan Tol

Megapolitan
PSBB Ketat Belum Mampu Kendalikan Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Jumlah Kasus Justru Melonjak

PSBB Ketat Belum Mampu Kendalikan Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Jumlah Kasus Justru Melonjak

Megapolitan
Polisi Jakbar Tangkap Bandar Sabu di Terminal Bus Palembang

Polisi Jakbar Tangkap Bandar Sabu di Terminal Bus Palembang

Megapolitan
Pandemi Covid-19 Memburuk, Wali Kota Bogor: Sangat Darurat

Pandemi Covid-19 Memburuk, Wali Kota Bogor: Sangat Darurat

Megapolitan
Seniman IKJ Bikin Mural di Kolong Jembatan yang Didatangi Risma

Seniman IKJ Bikin Mural di Kolong Jembatan yang Didatangi Risma

Megapolitan
PSBB Diperpanjang, 2 Aturan Pembatasan Diubah Jadi Lebih Longgar

PSBB Diperpanjang, 2 Aturan Pembatasan Diubah Jadi Lebih Longgar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X