Alasan Penyelidik Polri Laporkan Bagus Bawana atas Kasus Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Kompas.com - 25/04/2019, 20:11 WIB
Sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong atau hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos, PN Jakpus, Kamis (25/4/2019) KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGISidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong atau hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos, PN Jakpus, Kamis (25/4/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Saksi kasus berita bohong atau hoaks  7 kontainer surat suara tercoblos, polisi dari Mabes Polri, Sandi Karisma, mengatakan bahwa ia selaku penyelidik ikut melaporkan Bagus Bawana Putra (BBP) sebagai tersangka penyebar hoaks setelah menemukan beberapa bukti di Twitter.

Sandi dan rekannya, Alan Mawardi, menemukan akun BBP dengan nama @bagnatara1 pada 3 Januari 2019 atau beberapa jam setelah hoaks tersebut disebarkan.

"Saat kami sedang memeriksa kami melihat @bagnatara1 menyebarkan hoaks. Kami selidik dan dari hasil yang kami temukan kami buat laporan," ucap Sandi dalam sidang kasus berita bohong atau hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).

Baca juga: Surat Suara Tercoblos di Cipondoh, Bawaslu Tak Ketahui Pelakunya

Saat itu, ia menemukan banyak penyebar berita hoaks serupa.

Sandi pun memutuskan untuk membuat laporan kepada pimpinan maupun laporan resmi ke kepolisian (LP) lantaran menganggap berita tersebut sebagai tindak pidana.

"Kami selidiki konten dan ketika konten mengandung pidana kami tuang dalam format informasi dan kami laporkan ke pimpinan. Itu laporan informasi yang kami laporkan setiap harinya dan juga berdasarkan laporan dari masuk," kata dia.

Laporan tersebut makin kuat lantaran saat berita hoaks tersebut disebarkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan pernyataan bahwa surat suara belum dicetak.

"Tanggal 2 Januari tersebar, tanggal 3 Januari kita penyelidikan itu sudah ada klarifikasi bahwa surat suara baru dibuat tanggal 16 tapi ada pemberitaan bahwa sudah tercoblos maka ini akan ada kegaduhan di publik," tutur dia.

Baca juga: Surat Suara Tercoblos Ditemukan di Cipondoh, Bawaslu Investigasi

Terdakwa kasus berita bohong atau hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos, Bagus Bawana Putra (BBP), menjalani sidang ketiga pada hari ini (25/4/2019).

Sidang kali ini diagendakan untuk mendengar keterangan dari empat saksi.

Ke-empat saksi tersebut yaitu relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, C Suhadi; relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Dede Riana; serta dua anggota Mabes Polri, Alan Mawardi dan Sandi Karisma.

Adapun Bagus Bawana Putra (BBP) didakwa membuat keonaran karena penyebaran berita bohong atau hoaks tujuh kontainer surat suara telah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Jaksa mengatakan, terdakwa sengaja menyebarkan hoaks tujuh kontainer berisi surat suara telah dicoblos untuk paslon nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, pada 2 Januari 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angkot 'Ngetem' di Bawah JPO Halte Busway, Jalan I Gusti Ngurah Rai Kerap Macet

Angkot 'Ngetem' di Bawah JPO Halte Busway, Jalan I Gusti Ngurah Rai Kerap Macet

Megapolitan
Warga Sekitar Setu Sawangan Manfaatkan Paku Air sebagai Pupuk

Warga Sekitar Setu Sawangan Manfaatkan Paku Air sebagai Pupuk

Megapolitan
Damkar Turun Tangan Bantu Ambilkan Ponsel Pengemudi Ojol yang Tercebur ke Selokan

Damkar Turun Tangan Bantu Ambilkan Ponsel Pengemudi Ojol yang Tercebur ke Selokan

Megapolitan
DKI Jakarta Olah Air Laut Jadi Air Bersih di Pulau Payung

DKI Jakarta Olah Air Laut Jadi Air Bersih di Pulau Payung

Megapolitan
12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Terancam Dipecat

12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Terancam Dipecat

Megapolitan
Panik Ada Razia Polisi, Pengendara Putar Balik dan Lawan Arus di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Panik Ada Razia Polisi, Pengendara Putar Balik dan Lawan Arus di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Megapolitan
 52 Usulan Raperda DKI Jakarta Dibahas, Mulai dari Penataan Kawasan BKT hingga Jalan Berbayar

52 Usulan Raperda DKI Jakarta Dibahas, Mulai dari Penataan Kawasan BKT hingga Jalan Berbayar

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 100 M Bangun Instalasi Pengolahan Air Laut di Kepulauan Seribu

Pemprov DKI Anggarkan Rp 100 M Bangun Instalasi Pengolahan Air Laut di Kepulauan Seribu

Megapolitan
Dinas Pendidikan Sulit Bujuk Warga yang Terdampak Penggusuran untuk Daftar Sekolah

Dinas Pendidikan Sulit Bujuk Warga yang Terdampak Penggusuran untuk Daftar Sekolah

Megapolitan
Puslabfor Polri Periksa Gedung SMK Yadika 6 yang Terbakar

Puslabfor Polri Periksa Gedung SMK Yadika 6 yang Terbakar

Megapolitan
Beredar Kabar Putaran Poltangan dan Universitas Pancasila Ditutup, Dishub Pastikan Hoaks

Beredar Kabar Putaran Poltangan dan Universitas Pancasila Ditutup, Dishub Pastikan Hoaks

Megapolitan
Ade Armando Dicecar 16 Pertanyaan Terkait Kasus Meme Joker Anies Baswedan

Ade Armando Dicecar 16 Pertanyaan Terkait Kasus Meme Joker Anies Baswedan

Megapolitan
Pengemudi Ojek hingga Tukang Pijat, 9 Orang Ini Buktikan Siapa Saja Bisa Berbuat Baik

Pengemudi Ojek hingga Tukang Pijat, 9 Orang Ini Buktikan Siapa Saja Bisa Berbuat Baik

BrandzView
Motor Tabrakan dengan Mobil Boks di Perempatan TMP Taruna, Satu Meninggal Dunia

Motor Tabrakan dengan Mobil Boks di Perempatan TMP Taruna, Satu Meninggal Dunia

Megapolitan
Hasil Pembahasan di DPRD, Rancangan Anggaran DKI 2020 Defisit Rp 10 Triliun

Hasil Pembahasan di DPRD, Rancangan Anggaran DKI 2020 Defisit Rp 10 Triliun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X