8 Petugas Pemilu di Bekasi Meninggal, dari Sakit hingga Kecelakaan

Kompas.com - 26/04/2019, 12:12 WIB
Karangan bungan bertebaran di kediaman Abdul Rohim (40), anggota KPPS TPS 042, Kelurahan Jatibening Baru, Kota Bekasi yang gugur karena ada faktor kelelahan, Kamis (25/4/2019).KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Karangan bungan bertebaran di kediaman Abdul Rohim (40), anggota KPPS TPS 042, Kelurahan Jatibening Baru, Kota Bekasi yang gugur karena ada faktor kelelahan, Kamis (25/4/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Sembilan hari pasca- Pemilu 2019, sudah ada delapan petugas penyelenggara pemilu di Bekasi yang meninggal dunia dan satu petugas lainnya alami luka serius.

Kedelapan petugas yang meninggal itu terdiri dari lima petugas dari wilayah Kota Bekasi dan tiga petugas dari wilayah Kabupaten Bekasi.

Untuk di Kota Bekasi, kelima petugas itu merupakan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Sementara itu, di Kabupaten Bekasi, ketiga petugas yang meninggal merupakan petugas KPPS, PPS (Panitia Pemungutan Suara tingkat kelurahan), Pamsung (Petugas Pengamanan Langsung) TPS, serta satu petugas yang alami luka serius yakni petugas KPPS.


Baca juga: Di Kabupaten Bekasi, 3 Petugas KPPS Gugur dan 1 Luka Serius

5 Petugas KPPS Gugur di Kota Bekasi

Kelima petugas tersebut terdapat yang bertugas sebagai Ketua dan anggota KPPS. Kelimanya gugur dikarenakan sakit yang berawal dari faktor kelelahan saat bekerja mengurus pemilu di TPSnya masing-masing.

Pertama adalah Ahmad Salahudin (43), Ketua KPPS TPS 081, RT 03, RW 10, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Dia gugur pada Kamis (18/4/2019) pagi karena kelelahan dan mengantuk. Hal itu menyebabkan mengganggu konsentrasinya hingga mengalami kecelakaan saat hendak mengantarkan anaknya ke Pesantren di daerah Depok, Jawa Barat.

Foto Sudirdjo, anggota KPPS TPS 126, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi yang meninggal dunia akibat kelelahan pasca mengurus pemilu di TPSnya, Selasa (23/4/2019).KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Foto Sudirdjo, anggota KPPS TPS 126, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi yang meninggal dunia akibat kelelahan pasca mengurus pemilu di TPSnya, Selasa (23/4/2019).

Kemudian, Fransiskus Asis Ismantara (53) Ketua KPPS TPS 031, RT 07 RW 02, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi yang gugur pada Jumat (19/4/2019) sekitar pukul 04.40 WIB subuh karena serangan jantung.

Lalu, Sudirdjo (66), Anggota KPPS TPS 126, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur yang gugur pada Selasa (23/4/2019) di Rumah Sakit Sentosa Bekasi.

Dia gugur karena kelelahan usai selama 24 jam tidak beristirahat mengurus pemilu di TPSnya. Hal itu menyebabkan dirinya terserang penyakit komplikasi.

Kemudian, Sony Soemarsono (74), anggota KPPS TPS 126, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi yang gugur pada Selasa pukul 20.56 WIB karena mengidap infeksi saluran pernapasan.

Baca juga: Petugas KPPS di Bekasi yang Meninggal Bertambah Jadi 5 Orang

Sony tidak lagi bekerja saat hari pencoblosan karena kondisi tubuhnya memburuk sehari sebelum pencoblosan. Bahkan dirinya harus didampingi keluarga saat mencoblos surat suara di TPS.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Anies Berharap Pemilihan Wagub DKI Tak Sampai Tahun Depan

Anies Berharap Pemilihan Wagub DKI Tak Sampai Tahun Depan

Megapolitan
Polisi Sita Ribuan Ekstasi dari Jaringan Pengedar Internasional

Polisi Sita Ribuan Ekstasi dari Jaringan Pengedar Internasional

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bagikan Tanaman Lidah Mertua untuk Tekan Polusi Udara

Pemprov DKI Akan Bagikan Tanaman Lidah Mertua untuk Tekan Polusi Udara

Megapolitan
Berkaca pada Kasus Nunung, Tahu Kerabat Konsumsi Narkoba tapi Tak Melapor Ada Akibatnya…

Berkaca pada Kasus Nunung, Tahu Kerabat Konsumsi Narkoba tapi Tak Melapor Ada Akibatnya…

Megapolitan
Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Megapolitan
Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Megapolitan
Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Megapolitan
Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Megapolitan
Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Megapolitan
Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Megapolitan
Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Megapolitan
Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Close Ads X