Ibu Kota Pindah, Anies Sebut Jakarta Akan Tetap Macet

Kompas.com - 29/04/2019, 20:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (29/4/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (29/4/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai rencana pemindahan ibu kota tidak akan mengurangi kemacetan di Jakarta.

"Jadi perpindahan ibu kota tidak otomatis mengurangi kemacetan, karena kontributor kemacetan di Jakarta adalah kegiatan rumah tangga dan kegiatan swasta. Bukan kegiatan pemerintah," kata Anies di Pasar Kenari, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Anies menyampaikan, pengguna transportasi di Jakarta dibagi menjadi tiga unsur, yaitu unsur rumah tangga, swasta, dan pemerintahan.

Baca juga: Jokowi Akan Pindahkan Ibu Kota, Apa Komentar Anies?

Jika ibu kota pindah, lanjut dia, yang akan berpindah hanyalah pemerintahan dan hal tersebut tidak akan berpengaruh pada kemacetan di Jakarta.

"Di catatan kita jumlah kendaraan pribadi di Jakarta sekitar 17 juta, kendaraan kedinasan 141 ribu. Kalau pun pemerintah pindah, tidak kemudian mengurai masalah kemacetan, kemudian dihitung PNS menggunakan kendaraan pribadi, maka dalam hitungan kita pegawai pemerintah itu sampai 8 sampai 9 persen," ucap dia.

Menurut Anies, alasan utama pemindahan ibu kota adalah untuk pemerataan penduduk dan pemerataan ekonomi, bukan untuk mengurangi kemacetan.

Baca juga: ASN di Level Pusat Akan Dipindahkan ke Ibu Kota Baru

"Pemerintah misalnya tidak berada di ibu kota. Jadi tantangan kemacetan masih tetap tinggi," ujar Anies. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo yakin pemindahan ibu kota dari Jakarta terwujud suatu hari nanti.

Oleh sebab itu, Jokowi pun menekankan persiapan yang matang demi mewujudkan hal itu.

Baca juga: Ini Kriteria Daerah yang Akan Jadi Ibu Kota Baru

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta pada Senin pagi membahas pemindahan ibu kota.

"Memindahkan ibu kota negara membutuhkan persiapan yang matang. Sisi pilihan lokasi yang tepat, termasuk memperhatikan pada aspek geopolitik geostrategis, kesiapan infrastruktur pendukung dan pembiayaan," ujar Jokowi.

"Tapi saya meyakini Insya Allah kalau dari awal kita persiapkan dengan baik, maka gagasan besar ini akan bisa kita wujudkan," katanya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tembak 2 Jambret Handphone yang Beraksi di JPO Kalideres

Polisi Tembak 2 Jambret Handphone yang Beraksi di JPO Kalideres

Megapolitan
Pencarian hingga Hari ke-7, Basarnas Evakuasi 272 Kantong Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air

Pencarian hingga Hari ke-7, Basarnas Evakuasi 272 Kantong Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
4 Hari PPKM, Satpol PP DKI Kumpulkan Denda Sebanyak Rp 17,45 Juta

4 Hari PPKM, Satpol PP DKI Kumpulkan Denda Sebanyak Rp 17,45 Juta

Megapolitan
Disdik Tangsel Persilahkan Penggunaan Sekolah untuk Distribusi Bansos Selama Penuhi Prokes

Disdik Tangsel Persilahkan Penggunaan Sekolah untuk Distribusi Bansos Selama Penuhi Prokes

Megapolitan
KRI Parang Serahkan 3 Kantong Serpihan dan Turbin Pesawat Sriwijaya Air ke Basarnas

KRI Parang Serahkan 3 Kantong Serpihan dan Turbin Pesawat Sriwijaya Air ke Basarnas

Megapolitan
Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bekasi

Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bekasi

Megapolitan
Lengkap, Tim DVI Telah Terima Sampel DNA 62 Keluarga Korban Sriwijaya Air

Lengkap, Tim DVI Telah Terima Sampel DNA 62 Keluarga Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Remaja yang Mutilasi Pemuda di Bekasi Divonis 7 Tahun Penjara

Remaja yang Mutilasi Pemuda di Bekasi Divonis 7 Tahun Penjara

Megapolitan
Polisi Musnahkan 1,2 Kg Sabu Hasil Penangkapan Bandar Narkoba Serpong Utara

Polisi Musnahkan 1,2 Kg Sabu Hasil Penangkapan Bandar Narkoba Serpong Utara

Megapolitan
Penerima BST di Kota Tangerang Menurun Sebanyak 32.417 Orang

Penerima BST di Kota Tangerang Menurun Sebanyak 32.417 Orang

Megapolitan
Mural di Genteng Rumah Sekitar Flyover Lenteng Agung Selesai, Ada Gambar Ondel-ondel

Mural di Genteng Rumah Sekitar Flyover Lenteng Agung Selesai, Ada Gambar Ondel-ondel

Megapolitan
BNN Soroti Tingginya Peredaran Sabu dan Ganja di Ciputat

BNN Soroti Tingginya Peredaran Sabu dan Ganja di Ciputat

Megapolitan
Tim SAR Masih Cari Memori CVR Sriwijaya Air SJ 182

Tim SAR Masih Cari Memori CVR Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Relief Era Soekarno yang Ditemukan di Sarinah Akan Dipamerkan ke Publik

Relief Era Soekarno yang Ditemukan di Sarinah Akan Dipamerkan ke Publik

Megapolitan
5 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Jumat Ini, Total 17 Jenazah

5 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Jumat Ini, Total 17 Jenazah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X