Sandiaga Sayangkan Satpol PP Bogor Hendak Turunkan Baliho Kemenangan Prabowo

Kompas.com - 30/04/2019, 16:42 WIB
Baliho raksasa bertuliskan ucapan terima kasih dan selamat atas perolehan suara Pasangan Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wapres RI periode 2019-2024 di Cileungsi Kabupaten BogorDokumen warga Baliho raksasa bertuliskan ucapan terima kasih dan selamat atas perolehan suara Pasangan Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wapres RI periode 2019-2024 di Cileungsi Kabupaten Bogor

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyayangkan sikap Satpol PP Kabupaten Bogor yang hendak menurunkan baliho ucapan selamat kemenangan kepada pasangan Prabowo- Sandiaga

Ia mengatakan, sikap Satpol PP berbeda dengan warga setempat yang menolak penurunan baliho. 

"Sangat menyayangkan penggunaan dari kekuatan yang dimiliki aparat untuk menurunkan sebuah aspirasi dan keinginan masyarakat. Jadi saya mengimbau kita menjaga atensi harus sensitif dengan perasaan masyarakat," ujar Sandiaga di Kantor Kelurahan Kayu Manis, Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).

Baca juga: Dinilai Tak Langgar Aturan, Baliho Kemenangan Prabowo-Sandi Tidak Akan Dicopot

Ia mengatakan, seharusnya aparat dapat memaklumi ekspresi warga sembari menunggu hasil penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pemasangan baliho, lanjut dia, merupakan salah satu bentuk ekspresi kegembiraan warga setelah pelaksanaan pemilu. 

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno di Kantor Kelurahan Kayu Manis, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno di Kantor Kelurahan Kayu Manis, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019)
"Jadi letupan-letupan kegembiraan tersebut, pesta demokrasi sudah berlangsung dengan baik, ya harus kita lihat. Jadi ada keinginan rakyat memasang baliho ya harus dihormati dan jaga perasaan mereka," katanya. 

Baca juga: 5 Fakta Baliho Ucapan Selamat untuk Prabowo-Sandi di Cileungsi, Tolak Diturunkan hingga Terjadi Kericuhan

Sebelumnya, warga pendukung Prabowo-Sandiaga di Desa Limus Nunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor, menolak menurunkan baliho berukuran raksasa yang terpasang di depan Perumahan Limus Pratama Regency.

Baliho itu bertuliskan ucapan selamat atas kemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2019-2024.

Adapun, petugas Satpol PP Kabupaten Bogor meminta warga menurunkan baliho tersebut karena melanggar Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum.

Akibat aksi warga tersebut sempat terjadi kericuhan antara warga dan petugas dari Satpol PP Kabupaten Bogor.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X