Berusaha Rebut Senjata Polisi, 3 Pelaku Curanmor Ditembak Mati

Kompas.com - 30/04/2019, 18:37 WIB
Konferensi pers pengungkapan kasus curanmor di RS Polri Kramat Jati, Selasa (30/4/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKonferensi pers pengungkapan kasus curanmor di RS Polri Kramat Jati, Selasa (30/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian menembak mati tiga pencuri kendaraan bermotor berinisial HK, AC, dan MBID, Senin (29/4/2019). 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, ketiganya ditembak karena berusaha merebut senjata api yang dipegang polisi saat dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

"Saat berada di dalam mobil, tersangka merebut senjata petugas yang sedang berada di sampingnya dan berusaha melukai petugas sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas," kata Argo dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019).

Baca juga: Polda Kepri Amankan 4 Remaja Batam Pelaku Curanmor

Argo menuturkan, ketiganya tewas saat dilarikan ke rumah sakit.

Sementara itu, empat tersangka lain berinisial MI, IS, AK, dan A yang berperan sebagai penadah dan pembawa barang curian ditembak kakinya.

Kasus tersebut terungkap setelah polisi mendapat empat laporan kehilangan kendaraan bermotor di kawasan Tangerang dan Jakarta Barat pada Sabtu (28/4/2019).

Baca juga: Sindikat Curanmor Jadi Penjual Bakso Keliling untuk Intai Rumah Korban

Argo mengatakan, ketiga pelaku beraksi menggunakan kunci letter T untuk menggasak sepeda motor curian.

Ketiga pelaku juga membawa senjata api setiap beraksi.

"Apabila aksi para pelaku diketahui oleh korban atau saksi para pelaku langsung gunakan senjata api untuk menembak korban atau saksi yang melihatnya dan para pelaku dapat kabur," ujarnya. 

Baca juga: Polisi Tembak Buron Curanmor yang Mencoba Melawan Saat Ditangkap

Sepeda motor curian komplotan tersebut akan dibawa ke Pandeglang oleh MI dan IS untuk diserahkan kepada penadah, AK dan A.

Akibat perbuatannya, empat tersangka yang tidak ditembak mati yaitu MI, IS, AK, dan A dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras, Tanah di Depan Rumah Warga Lenteng Agung Longsor

Hujan Deras, Tanah di Depan Rumah Warga Lenteng Agung Longsor

Megapolitan
UPDATE 13 Agustus: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 667

UPDATE 13 Agustus: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 667

Megapolitan
Antisipasi Penambahan Pasien Covid-19, RSPI Sulianti Saroso Tambah Jumlah Kasur

Antisipasi Penambahan Pasien Covid-19, RSPI Sulianti Saroso Tambah Jumlah Kasur

Megapolitan
Sebelum Meninggal, Korban Penembakan di Ruko Royal Gading Square Berusaha Selamatkan Diri

Sebelum Meninggal, Korban Penembakan di Ruko Royal Gading Square Berusaha Selamatkan Diri

Megapolitan
Data Kemendikbud, 9 Sekolah di Jakarta Gelar KBM Tatap Muka meski Masih Zona Merah

Data Kemendikbud, 9 Sekolah di Jakarta Gelar KBM Tatap Muka meski Masih Zona Merah

Megapolitan
Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Kapasitas Ruangan di RSPI Sulianti Saroso Masih Cukup

Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Kapasitas Ruangan di RSPI Sulianti Saroso Masih Cukup

Megapolitan
UPDATE 13 Agustus: Bertambah 1 Kasus Positif Covid-19 dan 9 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 13 Agustus: Bertambah 1 Kasus Positif Covid-19 dan 9 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Anies: Kapasitas Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Terisi 65 Persen, Ruang ICU 67 Persen

Anies: Kapasitas Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Terisi 65 Persen, Ruang ICU 67 Persen

Megapolitan
PSBB Transisi Diperpanjang, Perlombaan HUT Kemerdekaan RI Ditiadakan tetapi Upacara Diperbolehkan

PSBB Transisi Diperpanjang, Perlombaan HUT Kemerdekaan RI Ditiadakan tetapi Upacara Diperbolehkan

Megapolitan
Positivity Rate dalam Sepekan 8,7 Persen, Anies Sebut Secara Akumulasi Masih Aman

Positivity Rate dalam Sepekan 8,7 Persen, Anies Sebut Secara Akumulasi Masih Aman

Megapolitan
Anies Kembali Tiadakan Car Free Day di Jakarta untuk Sementara

Anies Kembali Tiadakan Car Free Day di Jakarta untuk Sementara

Megapolitan
Anies: Pasien Covid-19 Kelompok OTG Tak Perlu Tes Swab Berulang, Hanya Butuh Isolasi

Anies: Pasien Covid-19 Kelompok OTG Tak Perlu Tes Swab Berulang, Hanya Butuh Isolasi

Megapolitan
27 dari 29 Warga Wijaya Kusuma Klaster Tahlilan Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

27 dari 29 Warga Wijaya Kusuma Klaster Tahlilan Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Ganti Rugi Belum Dibayar, Warga Jatikarya Demo di Tol Cimanggis-Cibitung

Ganti Rugi Belum Dibayar, Warga Jatikarya Demo di Tol Cimanggis-Cibitung

Megapolitan
Polisi Masih Buru 3 Tersangka Pengganjal ATM Asal Lampung yang Beraksi di Tambora

Polisi Masih Buru 3 Tersangka Pengganjal ATM Asal Lampung yang Beraksi di Tambora

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X