Penanganan Banjir di Cipinang Melayu Terkendala Masalah Pembebasan Lahan

Kompas.com - 01/05/2019, 06:41 WIB
Banjir merendam kawasan permukiman di RW 004 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DBanjir merendam kawasan permukiman di RW 004 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur, Mustajab mengakui bila pihaknya sampai saat ini belum sanggup membuat tanggul permanen Kali Sunter yang melintasi permukiman warga di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Hingga banjir merendam pemukiman ini pada Selasa (30/4/2019) pagi, aliran Kali Sunter hanya dibatasi oleh tanggul beronjong setinggi kurang lebih 50 sentimeter.

"Jadi sebetulnya kita ini masih ada kurang lebih 1 kilometer aliran Kali Sunter menuju Kanal Banjir Timur yang belum ditanggul pakai turap permanen," ujar Mustajab melalui sambungan telepon, Selasa sore.

"Kendalanya belum ada pembebasan lahan, sehingga tanggul yang kita harap permanen belum juga dibangun," tambahnya.


Baca juga: Kerap Banjir, Warga: Kali Jangan Cuma Ditahan Pakai Batu dan Kawat

Mustajab mengklaim upaya pembebasan lahan ini sudah dilakukan sejak 2014 silam. Namun, hingga saat ini prosesnya masih mentok di pengadilan lantaran belum terjadi kesepakatan antara Pemprov DKI dengan warga soal nilai ganti rugi lahan.

"Pembebasan sih sudah dari 2014 kemarin. Tapi karena terkendala appraisal-nya, warga meminta di-appraisal. Sampai sekarang belum," ujarnya.

Sebagai solusi sementara, pihaknya baru membuat beronjong di sekitar aliran Kali Sunter yang belum diturap. Beronjong yang ada sejak akhir 2018 diharapkan mampu menahan arus Kali Sunter agar tidak langsung menyapu pemukiman warga.

"Sementara yang dilakukan sudin hanya pemberonjongan saja. Ini supaya aliran sungai tidak menghantam perumahan langsung," kata Mustajab.

Baca juga: Harapan Korban Banjir Balekambang, Menanti Naturalisasi ala Anies hingga Minta Dibangun Turap

Dia mengaku tak tahu lebih rinci soal nilai  ganti rugi yang jadi permasalahan maupun jumlah bangunan yang bakal dibongkar. Katanya, hal tersebut masuk urusan Dinas SDA Jakarta.

Adapun Plt. Kepala Dinas SDA Jakarta, Yusmada Faizal belum menjawab panggilan telepon Kompas.com.

Sebelumnya, banjir merendam RW 003 dan RW 004 Kelurahan Cipinang Melayu pada Selasa dini hari. Banjir baru berangsur surut pada siang hari. Beberapa warga mengeluhkan tanggul beronjong sementara yang dipasang di sekitar Kali Sunter karena dinilai tak begitu ampuh mencegah banjir.

"Dibilang ngaruh sih ngaruh, tetapi ngaruh banget ya enggak. Air kan tetap saja masuk, cuma kotorannya rada tersaring karena enggak bisa lewat batu," ujar Samin, warga RT 002 RW 004, saat ditemui Kompas.com di depan rumahnya Selasa siang.

"Kalau hanya begini doang mendingan sekalian ditembok, dicor yang tinggi. Jadinya air sama sekali enggak masuk. Soalnya kalau sekarang, air naik 50 sentimeter dari kali saja pasti nembus tanggul," imbuh Samin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Megapolitan
Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Megapolitan
Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Megapolitan
Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Megapolitan
Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Megapolitan
Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X