Limbah Rumah Tangga Penyebab Munculnya Busa di Pintu Air di Marunda

Kompas.com - 02/05/2019, 15:01 WIB
Busa nampak memenuhi aliran kali kanal banjir timur tepatnya di Pintu Air Weir 3 Marunda, Cilincing, Jakarta Utara Selasa (30/4/2019). Kompas.com / Tatang GuritnoBusa nampak memenuhi aliran kali kanal banjir timur tepatnya di Pintu Air Weir 3 Marunda, Cilincing, Jakarta Utara Selasa (30/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasie Wasdal Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Suparman mengatakan, penyebab munculnya busa di Pintu Air Kanal Banjir Timur Weir 3 Marunda, Cilincing, Jakarta Utara adalah limbah rumah tangga berupa deterjen.

"Busa itu disebabkan adanya turbulensi, antara debit air tinggi dan air yang mengandung deterjen, seperti ember berisi deterjen kita grujuk air, nah akan timbul busa," kata Suparman Kamis (2/5/2019).

Adanya kandungan deterjen di Kanal Banjir Timur juga disebabkan tidak adanya intalasi pengolahan air limbah (IPAL) di DKI Jakarta, khususnya untuk limbah rumah tangga.

"Jadi IPAL untuk limbah rumah tangga masyarakat memang belum ada. Jadi limbah rumah tangga itu langsung dibuang ke kali," ujar dia. 

Baca juga: Pintu Air Weir 3 Marunda Berbusa, Warga Merasa Tak Terganggu

Namun, Suparman mengatakan baku air di Kanal Banjir Timur masih dalam batas wajar. Hal itu dapat dilihat dari masih adanya ikan di kawasan tersebut.

"Belum ada laporan ikan mati, atau masyarakat mengonsumsi ikan dan kemudian mengalami sakit tertentu. Artinya baku air di wilayah itu masih dalam ambang batas wajar," kata Suparman.

Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara Slamet Riyadi menyebutkan, pembangunan IPAL akan segera dilakukan di dua kawasan Jakarta Utara.

"Akan dibangun di Penjaringan dan Sunter. Saat ini tahapan (pembangunannya) masih sosialisasi," ucapnya.

Slamet mengatakan seminggu lalu contoh  air sudah diambil di aliran Kanal Banjir Timur.

"Sudah diambil sampel airnya untuk diteliti, namun hasilnya belum keluar," ujar dia.

Pintu Air Kanal Banjir Timur Weir 3 Marunda tampak dipenuhi busa sejak Selasa laljuu.

Warga sekitar mengatakan busa selalu ada di wilayah tersebut dan tidak mengganggu aktivitas mereka sehari-hari.

Dari pantauan Kompas.com di lokasi, jaring selebar 40 meter dipasang Dinas UPK Badan Air untuk memecah gumpalan busa agar tidak menumpuk dan beterbangan ke arah jalan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampung Akuarium yang Digusur Ahok, Dulunya Sebuah Laboratorium....

Kampung Akuarium yang Digusur Ahok, Dulunya Sebuah Laboratorium....

Megapolitan
Kriss Hatta: Saya Hanya Bela Harga Diri Wanita

Kriss Hatta: Saya Hanya Bela Harga Diri Wanita

Megapolitan
Sampah Rumah Tangga di Jakarta Diperkirakan Terus Naik hingga 2025

Sampah Rumah Tangga di Jakarta Diperkirakan Terus Naik hingga 2025

Megapolitan
Pengamat Nilai Kawasan Monas Akan Kelebihan Kapasitas jika Jadi Sirkuit Formula E

Pengamat Nilai Kawasan Monas Akan Kelebihan Kapasitas jika Jadi Sirkuit Formula E

Megapolitan
Enggar: Wiranto Kini Sudah Bisa Tidur Miring

Enggar: Wiranto Kini Sudah Bisa Tidur Miring

Megapolitan
Sampah Rumah Tangga di Jakarta Diperkirakan Capai 3,2 Juta Ton pada 2025

Sampah Rumah Tangga di Jakarta Diperkirakan Capai 3,2 Juta Ton pada 2025

Megapolitan
Polisi Lalu Lintas Polda Metro Kini Dilengkapi Kamera di Seragam

Polisi Lalu Lintas Polda Metro Kini Dilengkapi Kamera di Seragam

Megapolitan
Bogor Darurat Narkoba, Polisi Ungkap 17 Kasus dan Amankan 20 Pengedar Selama September 2019

Bogor Darurat Narkoba, Polisi Ungkap 17 Kasus dan Amankan 20 Pengedar Selama September 2019

Megapolitan
Hasto Sebut Kasus Penusukan Wiranto sebagai National Warning

Hasto Sebut Kasus Penusukan Wiranto sebagai National Warning

Megapolitan
6 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Joglo

6 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Joglo

Megapolitan
Antisipasi Demo, Ruas Jalan di Sekitar Istana Merdeka Juga Dialihkan

Antisipasi Demo, Ruas Jalan di Sekitar Istana Merdeka Juga Dialihkan

Megapolitan
Tanggapi Kasus Penusukan Wiranto, Hasto: Hanya Hanum Rais yang Tidak Percaya

Tanggapi Kasus Penusukan Wiranto, Hasto: Hanya Hanum Rais yang Tidak Percaya

Megapolitan
Ditugaskan Megawati, Sekjen PDI-P Hasto Jenguk Wiranto di RSPAD

Ditugaskan Megawati, Sekjen PDI-P Hasto Jenguk Wiranto di RSPAD

Megapolitan
Wanita Penyebar Video Viral Penggal Jokowi Divonis Hari Ini

Wanita Penyebar Video Viral Penggal Jokowi Divonis Hari Ini

Megapolitan
Pelat Nomor Palsu, Polisi Sulit Lacak Pengemudi Mobil Terbakar di Pom Bensin Cipayung

Pelat Nomor Palsu, Polisi Sulit Lacak Pengemudi Mobil Terbakar di Pom Bensin Cipayung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X