Situng KPU Pileg DPRD DKI Kamis Siang, Gerindra Unggul dari PKS

Kompas.com - 02/05/2019, 15:54 WIB
Situng sementara Pileg di DKI Jakarta, pukul 14.00 WIB, Kamis (2/5/2019) Situs pemilu resmi KPUSitung sementara Pileg di DKI Jakarta, pukul 14.00 WIB, Kamis (2/5/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Data penghitungan suara sementara pemilihan umum (pemilu) legislatif DPRD yang dimuat dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum ( KPU) di DKI Jakarta menunjukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) masih menempati urutan pertama.

PDI-P masih unggul di DKI Jakarta, disusul oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera ( PKS).

Hingga Kamis (2/5/2019) pukul 14.00 WIB, khusus untuk wilayah DKI Jakarta data yang sudah masuk dari 2.286 TPS dari total 29.063 TPS atau 7,86 persen.

Baca juga: Situng Sementara KPU Pileg DPRD DKI: PDI-P, PAN hingga Demokrat Masuk 5 Besar


PDIP unggul dengan perolehan 19,11 persen suara, lalu Gerindra 17,6 persen.

PKS menempati urutan ketiga dengan perolehan 17,14 persen, kemudian PAN 6,33 persen.

Tempat kelima diduduki Partai Solidaritas Indonesia yang meraup 5,99 persen, Demokrat memperoleh 5,97 persen.

Posisi ke tujuh ditempati Partai Nasdem dengan 5,83 persen, disusul PKB dengan 5,52 persen, kemudian Partai Golkar memperoleh 5,35 persen.

PPP mendapatkan 3,09 persen, selanjutnya Perindo memperoleh 2,85 persen suara. Disusul Partai Hanura yang meraup 1,87 persen.

Partai Berkarya mendapatkan 1,84 persen suara, PBB 0,81 persen, PKPI 0,39 persen, dan terakhir Partai Garuda 0,3 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X