Jelang Ramadhan, Harga Daging Ayam dan Telur Ayam Negeri Melonjak

Kompas.com - 02/05/2019, 16:30 WIB
Boim, salah seorang pedagang daging ayam negeri di Pasar Baru Bekasi, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (2/5/2019). KOMPAS.com/ DEAN PAHREVIBoim, salah seorang pedagang daging ayam negeri di Pasar Baru Bekasi, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (2/5/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - H-4 Ramadhan, Kamis (2/5/2019), harga daging ayam negeri di Pasar Baru Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi naik menjadi Rp 27.000 per kilogram.

Boim, seorang pedagang daging ayam negeri di Pasar Baru Bekasi, mengatakan, harga daging ayam negeri sudah naik pasca-Pemilu 17 April 2010.

Sejak 17 April, menurut dia, harga ayam negeri terus merangkak hingga saat ini.

"(Harga) daging ayam naik pas pemilu itu mas, terus naik sedikit-sedikit sampai sekarang. Nanti pas puasa naik lagi sampai Lebaran," kata Boim di Pasar Baru Bekasi, Kamis.

Adapun harga daging ayam negeri normalnya Rp 20.000-Rp 23.000 per kilogram.

Baca juga: Harga Daging Ayam di Bekasi Naik Rp 5.000 Per Ekor

Artinya, harga daging ayam negeri naik Rp 4.000 per kilogram dari harga normalnya.

Said, pedagang daging ayam lainnya, mengatakan, kenaikan harga daging ayam tidak diketahui jelas sebabnya.

Menurut dia, kenaikan harga daging ayam rutin terjadi tiap tahunnya.

"Ya enggak tahu sih mas, dari sananya sudah naik. Ini mah tiap tahun pasti jelang puasa sampai lebaran pasti naik," ujar Said.

Sementara itu, kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam negeri. Harga telur ayam negeri mulai hari ini naik menjadi Rp 25.000 per kilogramnya.

Normalnya, harga telur ayam negeri Rp 24.000 per kilogram.

"Mulai hari ini naik mas, jadi Rp 25.000 per kilogramnya, naik seribu. Ini naik dari sananya mas kita ambil di Jawa di Blitar," ujar Drajat, salah seorang pedagang telur ayam negeri di Pasar Baru Bekasi.

Baca juga: H-1 Idul Adha, Harga Daging Ayam di Bekasi Tembus Rp 50.000/Kg

Akibat kenaikan itu, Drajat mengaku penjualannya mulai menurun. Rata-rata para pembelinya mengurangi takaran telur yang dibeli.

"Ya berkurang mas, biasanya orang beli lima kilogram jadi cuma empat kilo. Pembeli kita pada kaget harga naik seribu pas hari ini," kata Drajat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

Megapolitan
Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Megapolitan
Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Megapolitan
Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Megapolitan
Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Megapolitan
Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Megapolitan
Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Megapolitan
THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Megapolitan
Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Megapolitan
Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Megapolitan
Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Megapolitan
171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

Megapolitan
Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Megapolitan
Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X