Selama Ramadhan, PNS DKI Kerja Pukul 07.00-14.00

Kompas.com - 03/05/2019, 16:15 WIB
PNS DKI mengikuti lomba paduan suara Mars Revolusi Mental di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/1/2017). Jessi Carina PNS DKI mengikuti lomba paduan suara Mars Revolusi Mental di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/1/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan jam kerja PNS DKI dimulai pukul 07.00 selama bulan Ramadhan.

Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 732 Tahun 2019. Dalam keputusan itu, PNS kerja dari pukul 07.00 sampai 14.00 pada hari Senin sampai Kamis. Sedangkan hari Jumat, PNS bekerja dari pukul 07.00 sampai 14.30.

Jam ini berlaku bagi PNS yang bertugas di bidang administratif.

Sementara bagi yang bekerja di bidang pelayanan, dimulai dari pukul 07.30 sampai 16.00 pada Senin-Kamis dengan istirahat dari pukul 12.00 sampai 13.00.


Baca juga: Wahai PNS, THR Lebaran Cair 24 Mei

Sedangkan hari Jumat, kerja PNS di bidang pelayanan berlangsung dari pukul 07.30 sampai 16.30. Istirahat dimulai dari pukul 11.30 sampai 13.00.

"Kepada Perangkat Daerah yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, pengaturan secara teknis dilakukan oleh masing-masing Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja pada Perangkat Daerah yang bersangkutan," kata Anies dalam keputusannya.

Begitu juga bagi pegawai yang pekerjaannya menuntut kesiagaan 24 jam seperti paramedis, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP, pengaturan jam kerja ditentukan satuan kerjanya masing-masing.

Pengaturan jam kerja selama Ramadhan ini sudah diterapkan sejak 2016.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Megapolitan
Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Megapolitan
NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Megapolitan
52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

Megapolitan
Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Megapolitan
Minta Bertemu Jokowi, Ini Isi 9 Pesan yang Akan Disampaikan BEM SI

Minta Bertemu Jokowi, Ini Isi 9 Pesan yang Akan Disampaikan BEM SI

Megapolitan
Soal Kampung Akuarium, Ketua DPRD DKI Minta Anies Teruskan Kebijakan Ahok

Soal Kampung Akuarium, Ketua DPRD DKI Minta Anies Teruskan Kebijakan Ahok

Megapolitan
Bunga Bangkai Muncul di Tanah Lapang Hebohkan Warga Ciputat

Bunga Bangkai Muncul di Tanah Lapang Hebohkan Warga Ciputat

Megapolitan
Kenangan Tetangga akan Sosok Ma'ruf Amin, Pengajian Rutin hingga Lari Pagi

Kenangan Tetangga akan Sosok Ma'ruf Amin, Pengajian Rutin hingga Lari Pagi

Megapolitan
Ahmad Syaikhu Harus Mundur dari DPR Setelah Sah Jadi Cawagub DKI

Ahmad Syaikhu Harus Mundur dari DPR Setelah Sah Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Besi Keropos dan Kelebihan Beban Kabel Diduga Jadi Penyebab Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk

Besi Keropos dan Kelebihan Beban Kabel Diduga Jadi Penyebab Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk

Megapolitan
Pemprov DKI: Baru 16 Persen Trotoar di Jakarta yang Ditata

Pemprov DKI: Baru 16 Persen Trotoar di Jakarta yang Ditata

Megapolitan
Nadiem Jadi Menteri, Pengemudi Ojol: Semoga Keluh Kesah Kita Mudah Didengar Pemerintah

Nadiem Jadi Menteri, Pengemudi Ojol: Semoga Keluh Kesah Kita Mudah Didengar Pemerintah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X