Menanti Pengungkapan Kasus Perusakan dan Vandalisme Saat Aksi May Day

Kompas.com - 05/05/2019, 08:20 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menunjukkan barang bukti sepeda motor curian dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Selasa (30/4/2019). KOMPAS.com/ ARDITO RAMADHANKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menunjukkan barang bukti sepeda motor curian dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Selasa (30/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya telah membentuk tim khusus untuk mendalami kasus perusakan pagar pembatas di Halte Transjakarta Tosari dan aksi vandalisme di separator transjakarta saat peringatan Hari Buruh Internasional atau  May Day di Jakarta, Rabu (1/5/2019) lalu.

"Polisi sudah bentuk tim dan sedang melakukan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Jumat (3/5/2019).

Argo mengatakan, pihaknya masih memburu pelaku perusakan dan vandalisme di Jakarta untuk menyelidiki keterkaitan kasus tersebut dengan kejadian serupa di kota-kota lainnya di antaranya Bandung.


Baca juga: Polisi Periksa Video Perusakan Pagar Halte Tosari dan CCTV untuk Cari Pelaku

Periksa video dan CCTV

Saat ini, polisi telah memeriksa video peristiwa perusakan tersebut untuk mengidentifikasi identitas para pelaku.

"Kami sudah mendapatkan video (perusakan pagar pembatas di Halte Tosari). Tim sedang bergerak untuk melakukan penyelidikan dan sampai sekarang masih bekerja," kata Argo.

Nantinya, polisi akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk memeriksa rekaman CCTV yang berada di sekitar Halte Transjakarta Tosari untuk mengetahui ciri-ciri pelaku perusakan pagar pembatas itu.

"Kemudian kami masih berkoordinasi dengan Pemprov DKI berkaitan dengan CCTV di sana (sekitar Halte Transjakarta Tosari). Kita tunggu saja, anggota tim sedang bekerja," ujar Argo.

Baca juga: PT Transjakarta Kecam Pengrusakan Halte Tosari saat May Day

Sebelumnya diketahui, peringatan May Day di Jakarta tercoreng dengan adanya perusakan sejumlah sarana dan prasarana milik PT Transjakarta dan aksi vandalisme pada separator jalan di jalur transjakarta di sekitar Monumen Nasional (Monas).

Pagar pembatas di Halte Tosari ambruk setelah terjadi dorong-dorongan antara peserta aksi May Day dan polisi.

Sementara, separator jalan pada jalur transjakarta di sekitar Monumen Nasional juga menjadi korban vandalisme peserta aksi.

Peserta aksi menuliskan kalimat, "Rakyat Anti Kapitalis May Day. Rezim Fasis".

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Megapolitan
Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Megapolitan
Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Megapolitan
Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Megapolitan
Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Megapolitan
Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X