Pedagang Takjil Dilarang Berjualan di Atas Trotoar di Jakarta Pusat Selama Ramadhan

Kompas.com - 05/05/2019, 11:11 WIB
Takjil Dok. Aston Sentul Lake Resort & Conference Center Takjil

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Pusat melarang para pedagang takjil untuk berjualan di atas trotoar selama bulan Ramadhan.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan, para pedagang dianjurkan untuk berjualan takjil di beberapa pasar takjil yang telah disediakan seperti di Pasar Benhil, Senen, dan Kemayoran.

Baca juga: Mau Ngabuburit dan Berburu Takjil di Jakarta Selatan, di Sini Tempatnya...

"Iya, dilarang. Sekarang memang pusat takjil di Jakpus masih yang lama, Benhil, Senen, Kemayoran, itu tidak pakai trotoar jadi masih tempat-tempat lama. Di lapak-lapak," ucap Irwandi, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/5/2019) malam.

Ia menyebut, penggunaan trotoar untuk berdagang dikhawatirkan akan mengganggu pejalan kaki. Untuk itu, jika para pedagang kedapatan berdagang di atas trotoar akan ditertibkan.

"Ini belum berlangsung ya, jadi nanti setelah Ramadhan Senin hari pertama, kami akan langsung monitor dia pakai trotoar enggak. Kalau pakai tidak menutup (trotoar) kami persuasif kami dorong agar orang masih bisa jalan," kata dia.

Baca juga: Jalan Panjang, Lokasi Berburu Takjil Paling Populer di Jakarta Barat

Pihaknya pun menyiagakan petugas satpol PP untuk mengawasi penggunaan trotoar ini.

"Mobile Satpol PP tingkat kecamatan 30 Satpol PP per kecamatan monitor, nanti mereka laporan kira-kira ada yang menghambat bikin kemacetan enggak," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Megapolitan
Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Megapolitan
Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Megapolitan
Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

Megapolitan
Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Megapolitan
Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Megapolitan
Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Megapolitan
Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Megapolitan
Video Pengemudi Bus dan Mobil Pribadi Adu Mulut di Jalan Viral

Video Pengemudi Bus dan Mobil Pribadi Adu Mulut di Jalan Viral

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X