Pedagang Takjil: Di Benhil Barokahnya Beda...

Kompas.com - 06/05/2019, 20:47 WIB
Warga berburu makanan untuk berbuka puasa di Pasar Benhil, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Umat muslim di Indonesia hari ini mulai menjalankan ibadah puasa. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOWarga berburu makanan untuk berbuka puasa di Pasar Benhil, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Umat muslim di Indonesia hari ini mulai menjalankan ibadah puasa.

"Kalau di sini, tujuh hari sebelum hari pertama itu kita cepat-cepatan, siapa cepat dia dapat. Cuma, kan, orang-orang lama biasanya sudah kenal sama koordinator. Kita sistemnya koordinator, jadi tinggal, 'Bos, kita mau buka lapak,' terus bayar sewa bulanan, langsung dikasih," ujar Nuke yang mengaku sudah sepuluh tahun berdagang di Benhil kala Ramadhan.

Ramai sejak tengah hari

Lokasi berburu takjil umumnya disatroni pembeli pada petang hari. Namun, di Benhil, para pedagang sudah siap sejak tengah hari.

Rupanya, tak sedikit pembeli yang enggan berdesak-desakan pada sore hari sehingga pilih membungkus takjil sejak jam istirahat kantor.

"Hari ini saya telat. Saya sampai jam setengah satu," kata Yani, pedagang es buah.

"Padahal sudah siap-siap dari pagi cuma tadi ada urusan, jadi telat. Jam 12 di sini kan sudah ramai. Yang bungkus buat buka juga ada, karena malas ramai kalau sore. Ada juga orang-orang kantor yang enggak puasa, jadi ke sini buat dimakan di kantor," ujar dia.

Baca juga: Peserta OK OCE Bebas Uang Sewa Lapak Berdagang Takjil di Pasar Benhil

Hal ini dibenarkan Amirul, pedagang gudeg. Ia ingin memaksimalkan potensi keuntungan yang bisa diraup di Benhil selama Ramadhan dengan berjualan sejak siang.

"Kita kan sudah masak dari subuh, sekalian saja langsung ke sini. Di sini kan jam 11 sudah buka. Kita biasa sampai jam setengah 12, ada lumayanlah orang kantor yang sudah bungkus buat buka puasa," ucap Amirul.

"Sayang kalau enggak diambil (jam istirahat kantor). Kalau diambil juga kan bisa dapat dua kali lipat (omzet)," kata dia.

Pantauan Kompas.com pada Senin petang, sekurangnya terdapat 40 lapak pedagang takjil di lokasi ini.

Di samping bubur, kolak, gorengan, maupun nasi rames yang sudah lazim dijual, ada pula pempek, pepes ikan, ikan bakar, gudeg, laksa, dan nasi lemang.

Kebanyakan makanan dimasak langsung di hadapan pembeli, menguarkan aroma tersendiri yang menggiurkan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X