Jalan Rusak di Gunung Sahari Mulai Diperbaiki

Kompas.com - 07/05/2019, 20:26 WIB
Jalan Gunung Sahari arah Ancol mulai dibenahi oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta sejak Senin (6/5/2019). Pembenahan jalan ditargetkan rampung 3 bulan. Meski dibenahi ruas jalan ini tidak ditutup dan tetap bisa dilewati masyarakat. Pemprov DKI JakartaJalan Gunung Sahari arah Ancol mulai dibenahi oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta sejak Senin (6/5/2019). Pembenahan jalan ditargetkan rampung 3 bulan. Meski dibenahi ruas jalan ini tidak ditutup dan tetap bisa dilewati masyarakat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan rusak di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, mulai diperbaiki pada Selasa (7/5/2019) malam.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta Rakim Sastranegara mengatakan, perbaikan jalan dilaksanakan hingga tiga bulan mendatang. 

"Pembenahan total serta pembenahan elevasinya agar air di permukaan (jalan) mengalir dengan lancar," ujar Rakim kepada Kompas.com, Selasa.

Baca juga: Jalan Gunung Sahari Akan Dibongkar Total setelah Musim Hujan

Menurut Rakim, perbaikan dilaksanakan sejak Senin (6/5/2019) pada pukul 22.30 hingga 05.00 dengan target pengerjaan selama tiga bulan.

Meski demikian, ia memastikan perbaikan tersebut tidak sampai membuat Jalan Gunung Sahari ditutup.

"Kendaraan masih bisa lewat saat pengerjaan, pada pagi hari juga sudah bisa open traffic. Kami upayakan konstruksi (dikerjakan) dengan baik, tetapi pengguna jalan tetap bisa melintas," katanya. 

Baca juga: Pengendara Motor: Enggak Nyaman Harus Hindari Jalan Berlubang di Gunung Sahari

Perbaikan dilakukan sepanjang 5,3 kilometer dengan lebar rata-rata 9,5 kilometer.

"Aspal lama dikerok atau cold milling karena sudah rusak dan banyak lubang," ucap Rakim.

Perbaikan ditargetkan selesai pada Juli mendatang.

Baca juga: Perbaikan Bersifat Sementara Sebabkan Jalan Gunung Sahari Kembali Rusak

Adapun pada 2 April lalu, sejumlah warga mengeluhkan kerusakan Jalan Gunung Sahari menuju Ancol.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, ruas jalan tersebut tidak rata karena penuh tambalan aspal serta dipenuhi banyak lubang berdiameter 10 sentimeter dengan kedalaman 5 sentimeter.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Megapolitan
Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Megapolitan
CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok Mulai 7 Juli, Jika...

Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok Mulai 7 Juli, Jika...

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Megapolitan
Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Megapolitan
Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

Megapolitan
 Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

Megapolitan
Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Pengunjung Mal Saat PSBB Transisi Hanya 20-30 Persen

Wagub DKI Sebut Pengunjung Mal Saat PSBB Transisi Hanya 20-30 Persen

Megapolitan
Federasi Serikat Guru: PPDB Zonasi Bina RW Akan Jadi Masalah Baru

Federasi Serikat Guru: PPDB Zonasi Bina RW Akan Jadi Masalah Baru

Megapolitan
Alasan Pemprov DKI Pilih PSBB Transisi Dibanding New Normal

Alasan Pemprov DKI Pilih PSBB Transisi Dibanding New Normal

Megapolitan
Polisi dan Pemkot Tangsel Bakal Buat Aturan untuk Pesepeda

Polisi dan Pemkot Tangsel Bakal Buat Aturan untuk Pesepeda

Megapolitan
Pesepeda di Tangsel Akan Diawasi Polisi Tiap Akhir Pekan

Pesepeda di Tangsel Akan Diawasi Polisi Tiap Akhir Pekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X