Ganja 400 Kg Dalam Peti Kargo di Depok Milik Narapidana

Kompas.com - 07/05/2019, 20:29 WIB
Ilustrasi ganja.Thinkstockphotos Ilustrasi ganja.

JAKARTA, KOMPAS.com- Ganja kering seberat 400 kilogram dalam peti kemas yang ditemukan oleh Badan Narkotika Nasional di Depok (6/5/2019) kemarin rupanya dimiliki oleh seorang narapidana.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, BNN tengah mengkonfirmasi hasil temuan BNN tersebut dengan sang narapidana.

"Setelah nanti bisa kami konfirmasi bahwa memang yang bersangkutan adalah pengendali sekaligus pemilik akan kami jelaskan kembali," kata Arman di Kantor BNN, Selasa (7/5/2019).

Arman menuturkan, sindikat yang melibatkan narapidana tersebut diduga sudah berulang kali mengedarkan narkoba.


Baca juga: Kronologi BNN Ungkap Pengiriman 400 Kg Ganja Kering di Depok

Namun, berdasarkan keterangan dua tersangka, kurir narkoba yang diamankan petugas baru sekali mengedarkan narkoba.

"Dengan statusnya sebagai napi saya kira juga mereka sudah melakukan kejahatan yang sama, jadi sudah ada beberapa kali," ujar Arman.

Diberitakan sebelumnya, petugas BNN mengamankan 400 kg ganja kering yang tersimpan dalam peti kargo di Depok, Senin malam kemarin

Dari penggerebekan itu, petugas juga meringkus dua orang tersangka yang berperan sebagai kurir dan tempat penyimpanan ganja kering.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Megapolitan
DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Megapolitan
Close Ads X