1 Lagi WNA Diamankan Terkait Penyelundupan Sabu-Sabu dari Amerika

Kompas.com - 08/05/2019, 22:50 WIB
LX (22) WNA yang diamankan Polisi dalam Kasus Penyelundupan Narkoba jenis sabu-sabu asal Amerika KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARILX (22) WNA yang diamankan Polisi dalam Kasus Penyelundupan Narkoba jenis sabu-sabu asal Amerika

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi, Rabu (8/5/2019), kembali mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal China yang diduga telah menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu asal Amerika.

Kepala Unit 2 Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Maulana Mukarom mengatakan, penangkapan itu dilakukan setelah pengembangan dari penangkapan pertama pada Kamis pekan lalu.

"Ditangkapnya di Fedeex Tebet," ujar Maulana melalui pesan singkat pada Rabu malam.

Baca juga: Edarkan Sabu-sabu, Pengemudi Ojek Online Ditangkap

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz mengatakan, dari seorang WNA berinisial LX (22) tersebut turut diamankan satu dus yang berisi empat buah paket narkoba jenis sabu-sabu.

Ia mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pengembangan terkait temuan tersebut.

"Saat ini empat pelaku kami amankan dan kami akan terus dalami siapa bandar yang memasok (narkoba) tersebut," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi mengamankan satu WNA asal China dan dua warga Indonesia yang diduga akan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu asal Amerika.

Erick mengatakan penangkapan itu berawal dari informasi pihak Bea dan Cukai.

"Kami amankan 19 buah kantong narkotika jenis sabu-sabu berawal dari informasi Bea dan Cukai yang mencurigai  adanya paket pengiriman jenis narkotika yang berasal dari Amerika," ujarnya.

Dalam kasusi itu, kata Erick, para pelaku mencoba mengelabui petugas dengan memasukkan barang haram tersebut dalam kemasan kopi.

Baca juga: Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba yang Kabur dari Sel Tahanan, Keluarga Temukan Kejanggalan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Kala Pemprov DKI Sebut Okupansi RS Covid-19 di DKI Menipis karena Warga Non-Jakarta

Megapolitan
Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Megapolitan
Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Megapolitan
Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Megapolitan
Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Megapolitan
Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Megapolitan
27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Megapolitan
Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Megapolitan
3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

Megapolitan
Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Megapolitan
4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

Megapolitan
Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Megapolitan
Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X