Psikiater Beberkan Kondisi Depresi yang Dialami Ratna Sarumpaet

Kompas.com - 09/05/2019, 17:04 WIB
Fidiansjah Selaku dokter Kejiwaan Ratna Bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019) KOMPAS.com - Walda MarisonFidiansjah Selaku dokter Kejiwaan Ratna Bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Psikiater dr. Fidiansjah, SpKJ atau spesialis kedokteran jiwa menjelaskan kondisi medis Ratna Sarumpaet saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

Fidiansjah mengatakan, Ratna mengalami depresi yang terkontrol. Ratna telah datang berobat kepada Fidiansjah di klinik kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat sejak tahun 2017.

"Depresi ini terkontrol. Artinya fungsi fugsi yang kesehatan lain tidak terganggu," katanya.

Sejak 2017, Ratna kerap mengkonsumsi obat antidepresan yang diberikan Fidiansjah. Dia mengatakan, banyak faktor memicu Ratna mengalami depresi.

Salah satunya karena melihat permasalahan kemanusiaan saat masih aktif sebagai aktivis hingga masalah keluarga. Hal ini menjadi beban kesedihan bagi Ratna.

Baca juga: Mengapa Kuasa Hukum Ratna Hadirkan Dokter Kejiwaan sebagai Saksi

"Kesedihan karena situasi kondisi yang dihadapi untuk dirinya, keluarga atau hal yang sering disampaikan. Fungsi sosialnya menimbulkan dinamika yang di luar batas ambang," katanya.

"Perkembangan berikutnya suami meninggal suasana seperti ini mendambah depresi seseorang. Terlebih ditambah dinamika di keluarga menjadi beban," tambahnya.

Obat antidepresan diberikan secara rutin setiap minggu. Ratna juga masih diberikan obat walau sudah mendekam di tahanan Polda Metro Jaya.

"Obat untuk memberi kestabilan agar terjadi keseimbangan baru. Kalau tidak diberikan akan mengalami kondisi depresi," tambahnya.

Terdakwa kasus penyebaran kabar bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet setelah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Terdakwa kasus penyebaran kabar bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet setelah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

Salah satu kuasa hukum Ratna, Desmihardi sempat bertanya adakah depresi atau mengonsumsi obat tersebut bisa memicu seseorang melakukan kebohongan. Namun Joni selaku hakim ketua langsung memotong pertanyaan tersebut.

Baca juga: Saksi Ahli Sebut Tak Ada Keonaran Imbas Kebohongan Ratna Sarumpaet

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria yang Mengamuk di Ponpes Tangerang Mengaku Dapat Bisikan Leluhur

Pria yang Mengamuk di Ponpes Tangerang Mengaku Dapat Bisikan Leluhur

Megapolitan
Loksem Kuliner di Menteng Ditutup karena Layani Dine-in

Loksem Kuliner di Menteng Ditutup karena Layani Dine-in

Megapolitan
Kampanye Pilkada Depok di Masa Pandemi, Pasangan Idris-Imam Optimalkan Platform Online

Kampanye Pilkada Depok di Masa Pandemi, Pasangan Idris-Imam Optimalkan Platform Online

Megapolitan
Cuti Kampanye Pilkada Depok, Idris Kembalikan Fasilitas Dinas untuk Wali Kota

Cuti Kampanye Pilkada Depok, Idris Kembalikan Fasilitas Dinas untuk Wali Kota

Megapolitan
Pria yang Mengamuk di Ponpes Al Istiqlalia Berperilaku Aneh Sepekan Terakhir

Pria yang Mengamuk di Ponpes Al Istiqlalia Berperilaku Aneh Sepekan Terakhir

Megapolitan
Kimia Farma: Tersangka Pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta Rugikan Banyak Pihak

Kimia Farma: Tersangka Pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta Rugikan Banyak Pihak

Megapolitan
Polisi Tangkap 17 Pelaku Judi Sabung Ayam di Pondok Aren

Polisi Tangkap 17 Pelaku Judi Sabung Ayam di Pondok Aren

Megapolitan
11 Wanita Diamankan di Kafe Musik dan Panti Pijat di Kebon Jeruk

11 Wanita Diamankan di Kafe Musik dan Panti Pijat di Kebon Jeruk

Megapolitan
Terobos Ponpes Al Istiqlalia, Pria Ini Mengamuk Setelah Dihalau Santri

Terobos Ponpes Al Istiqlalia, Pria Ini Mengamuk Setelah Dihalau Santri

Megapolitan
Tertinggi, 1.372 Orang Dimakamkan dengan Protap Covid-19 Sepanjang September

Tertinggi, 1.372 Orang Dimakamkan dengan Protap Covid-19 Sepanjang September

Megapolitan
Viral Foto Kerumunan Nikmati Musik Tanpa Masker, Kafe Broker Disegel

Viral Foto Kerumunan Nikmati Musik Tanpa Masker, Kafe Broker Disegel

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

[UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

Megapolitan
Terjaring Razia Hotel, Seorang Kakek Janji Nikahi Pasangannya yang Berusia 22 Tahun

Terjaring Razia Hotel, Seorang Kakek Janji Nikahi Pasangannya yang Berusia 22 Tahun

Megapolitan
Petugas Satpol PP Tersetrum saat Turunkan Baliho Paslon Pilkada Depok

Petugas Satpol PP Tersetrum saat Turunkan Baliho Paslon Pilkada Depok

Megapolitan
Hilang Kendali karena Pecah Ban, Truk Terbalik di Serpong

Hilang Kendali karena Pecah Ban, Truk Terbalik di Serpong

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X