Saat Demonstran yang Dimotori Eggi Sudjana dan Kivlan Zen Tak Bisa Tunjukkan Izin

Kompas.com - 10/05/2019, 08:33 WIB
Massa dari Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (GERAK) saat unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019). Unjuk rasa yang diprakarsai oleh Kivlan Zein dan Eggi Sudjana mendesak KPU dan Bawaslu untuk membongkar kecurangan yang terjadi selama penghitungan suara. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMassa dari Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (GERAK) saat unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019). Unjuk rasa yang diprakarsai oleh Kivlan Zein dan Eggi Sudjana mendesak KPU dan Bawaslu untuk membongkar kecurangan yang terjadi selama penghitungan suara.

JAKARTA, KOMPAS.com — Para demonstran yang dimotori Kivlan Zen dan Eggi Sudjana tak mampu melangsungkan agenda demonstrasi mereka dengan mulus Kamis (9/5/2019) lantaran tak mengantongi izin pihak kepolisian. Para demonstran itu menyebut diri sebagai Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (Gerak).

Aksi unjuk rasa yang direncanakan akan berlangsung di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) itu sedianya ingin mendesak kedua lembaga tersebut membongkar dugaan kecurangan yang berlangsung selama penghitungan suara Pilpres 2019.

Untuk mengantisipasi unjuk rasa itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono pada Rabu lalu menyatakan akan mengerahkan 11.000 personel gabungan.

Baca juga: Jumat, Massa Eggi Sudjana dan Kivlan Zen Kembali Gelar Aksi di KPU

Para demonstran kemarin telah berdatangan di titik kumpul di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, sejak pukul 12.30 WIB. Sambil menunggu Kivlan dan Eggi menemui mereka, beberapa tampak berteduh di bawah pepohonan, sisanya berfoto dengan latar belakang monumen pembebasan Irian Barat.

Mereka kemudian mendapat dan mengenakan pita kuning.

"Ini salah satunya tanda dukacita atas kecurangan demi kecurangan yang terjadi," kata seorang perempuan paruh baya yang enggan disebut namanya.

Salah satu koordinator massa Raydo Madjid mengatakan, penyematan pita kuning itu bertujuan untuk mengenali massa.

"Biar enggak ada penyusup yang tidak diinginkan," kata Raydo.

Bubar karena tak kantongi izin

Beberapa menit kemudian, seorang orator berdiri di atas mobil berlogo FPI yang diparkir di gerbang barat Lapangan Banteng. Orator itu mula-mula mengucapkan terima kasih kepada petugas gabungan yang jumlahnya cukup banyak siang itu.

Dia menyatakan tak akan melakukan vandalisme dan hanya berniat membongkar kecurangan pemilu.

"Ini bukan soal Jokowi-Ma'ruf, Prabowo-Sandi, ini soal kedaulatan rakyat. Jangan sampai kedaulatan bangsa digadaikan! Kita harus selamatkan demokrasi. Dari Lapangan Banteng kita akan ke Bawaslu, meminta Bawaslu untuk membongkar kecurangan di pemilu yang lalu," serunya.

Sekitar lima menit orator itu berbicara, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan memintanya menghentikan orasi. Harry lebih dulu bertanya kepada massa soal STTP (surat tanda terima pemberitahuan) yang belum diterima pihak kepolisian.

Orator yang turun dari panggungnya tampak kelabakan mencari seseorang yang disebut

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maret, Ditlantas Polda Metro Jaya Bakal Tambah 45 Kamera ETLE

Maret, Ditlantas Polda Metro Jaya Bakal Tambah 45 Kamera ETLE

Megapolitan
Polisi Tangkap 8 Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Daerah Jelambar

Polisi Tangkap 8 Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Daerah Jelambar

Megapolitan
1.732 Pengendara Motor Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Terekam ETLE

1.732 Pengendara Motor Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Terekam ETLE

Megapolitan
Soal Voting Terbuka untuk Pilih Wagub DKI, F-Gerindra Sebut Anies Pernah Inginkan Itu

Soal Voting Terbuka untuk Pilih Wagub DKI, F-Gerindra Sebut Anies Pernah Inginkan Itu

Megapolitan
Anies Sebut Bank DKI Berkontribusi Besar dalam Penerapan MRT hingga LRT Jakarta

Anies Sebut Bank DKI Berkontribusi Besar dalam Penerapan MRT hingga LRT Jakarta

Megapolitan
Sandiaga Uno Berharap Tidak Ada Muatan Kepentingan dalam Pemilihan Wagub DKI

Sandiaga Uno Berharap Tidak Ada Muatan Kepentingan dalam Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Megapolitan
DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

DPRD Bakal Libatkan KPK dalam Pemilihan Wagub DKI untuk Hilangkan Sentimen Politik Uang

Megapolitan
Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Sandiaga Wanti-wanti Jangan Sampai Sirkuit Formula E Rusak Cagar Budaya Monas

Megapolitan
Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Kronologi Tiga Penumpang Ojek Pangkalan Terminal Kalideres Ditembak Tarif Rp 750.000

Megapolitan
Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Hanya Uji Coba, Aspal Sirkuit Formula E di Monas Bakal Dibongkar Lagi

Megapolitan
Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Sandiaga Sebut Kurangnya Sosialisasi Bikin Perpecahan Pandangan Formula E

Megapolitan
Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Sebelum Bepergian dengan Ojek Pangkalan, Pastikan Hal Ini agar Tak Menyesal

Megapolitan
Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Bakal Sirkuit Balap Formula E di Monas Masuk Tahap Pengaspalan

Megapolitan
Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Sandaga Uno Ajak Milenial Bikin Film untuk Majukan Ekonomi Kreatif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X