Kivlan Zen Dicegah ke Luar Negeri Terkait Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks dan Makar

Kompas.com - 10/05/2019, 22:43 WIB
Eggi Sudjana dan Kivlan Zen di depan Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019)KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Eggi Sudjana dan Kivlan Zen di depan Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn)  Kivlan Zen dicegah bepergian ke luar negeri karena diduga melakukan tindak pidana penyebaran berita bohong dan makar.

Saat ini, penyidikan kasus tersebut ditangani oleh penyidik gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya.

"Akan dipanggil sebagai saksi Senin (13/5/2019) besok (atas dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong. Penyidiknya Mabes Polri, kita gabungan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (10/5/2019).

Baca juga: Polisi Serahkan Surat Panggilan Pemeriksaan Kivlan Zen di Bandara Soekarno-Hatta


Surat panggilan pemeriksaan telah diserahkan ke Kivlan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (10/5/2019).

Saat itu, Kivlan hendak terbang menuju Batam.

"Kita berikan surat pemanggilan, tadi sore lah," kata Argo.

Adapun, Kivlan dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

Baca juga: Kivlan Zen Dicegah Bepergian ke Luar Negeri

Laporan terhadap Kivlan dilakukan oleh seorang wiraswasta bernama Jalaludin. Laporan tersebut telah diterima dengan nomor LP/B/0442/V/2019/BARESKRIM tertanggal 7 Mei 2019.

Pasal yang disangkakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.



Terkini Lainnya

Polda Metro Jaya Terjunkan 30.000 Personel Gabungan Amankan 22 Mei

Polda Metro Jaya Terjunkan 30.000 Personel Gabungan Amankan 22 Mei

Megapolitan
Buntut Robohnya Tembok SD di Sawah Besar, Polisi Periksa 2 Pekerja

Buntut Robohnya Tembok SD di Sawah Besar, Polisi Periksa 2 Pekerja

Megapolitan
Jelang Berbuka Puasa, Gerai McDonald's di Plaza Kalibata Dilalap Api

Jelang Berbuka Puasa, Gerai McDonald's di Plaza Kalibata Dilalap Api

Megapolitan
Tembok SD di Sawah Besar Roboh, Satu Orang Meninggal Dunia

Tembok SD di Sawah Besar Roboh, Satu Orang Meninggal Dunia

Megapolitan
Jenazah Wanita Dalam Karung di Pluit Pakai Gelang Kaki, Ini Cirinya...

Jenazah Wanita Dalam Karung di Pluit Pakai Gelang Kaki, Ini Cirinya...

Megapolitan
Polisi Tangkap Provokator Tawuran di Jalan Antasari

Polisi Tangkap Provokator Tawuran di Jalan Antasari

Megapolitan
DKI Tawarkan Penataan Tanpa Menggusur ke Warga Kampung Bandan

DKI Tawarkan Penataan Tanpa Menggusur ke Warga Kampung Bandan

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Sahur on The Road, Mengapa?

Warga Diimbau Tak Sahur on The Road, Mengapa?

Megapolitan
Tanggapan Polisi Atas Pengajuan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana....

Tanggapan Polisi Atas Pengajuan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana....

Megapolitan
Besok, Amien Rais Diperiksa sebagai Saksi Kasus Dugaan Makar Eggi Sudjana

Besok, Amien Rais Diperiksa sebagai Saksi Kasus Dugaan Makar Eggi Sudjana

Megapolitan
Kuasa Hukum Eggi Sudjana Ajukan Penangguhan Penahanan

Kuasa Hukum Eggi Sudjana Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
Pengacara Eggi Sudjana Sebut Kliennya Kooperatif dan Tak Mungkin Hilangkan Bukti

Pengacara Eggi Sudjana Sebut Kliennya Kooperatif dan Tak Mungkin Hilangkan Bukti

Megapolitan
Trotoar untuk Pejalan Kaki di Tanah Abang Kini Jadi Lahan Parkir, Tarifnya Rp 10.000

Trotoar untuk Pejalan Kaki di Tanah Abang Kini Jadi Lahan Parkir, Tarifnya Rp 10.000

Megapolitan
Viral Video Bentrokan Warga dengan Geng Motor di Tanah Abang, Begini Penjelasan Polisi

Viral Video Bentrokan Warga dengan Geng Motor di Tanah Abang, Begini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Tertangkapnya Sopir Pribadi yang Rampok Uang Milik Bos SPBU...

Tertangkapnya Sopir Pribadi yang Rampok Uang Milik Bos SPBU...

Megapolitan

Close Ads X