7 Fakta Seputar Demo Massa Eggi Sudjana dan Kivlan Zen di Bawaslu

Kompas.com - 11/05/2019, 10:01 WIB
Barisan brimob berserban di Bawaslu berhadapan dengan massa aksi pada Jumat (10/5/2019). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANBarisan brimob berserban di Bawaslu berhadapan dengan massa aksi pada Jumat (10/5/2019).

Ketika massa semakin lantang melontarkan seruan kepada Bawaslu, mendadak gerbang Bawaslu dibuka. Sejumlah pasukan Brimob berseragam hitam keluar dan menambah penjagaan.

Baca juga: Massa Aksi di Bawaslu Membeludak, Jalan MH Thamrin Arah Monas Ditutup

 

Uniknya, pasukan Brimob itu mengenakan sorban dan mengenakan peci. Kemunculan mereka sontak disoraki massa.

Tak berhenti di sana, dari salah satu kendaraan taktis milik kepolisian juga terlantun selawat dengan volume yang cukup nyaring.

“Jangan mau diadu sama kami. Hei, jangan mau!” pekik seorang peserta aksi yang juga mengenakan sorban.

“Pencitraan, pencitraan! Jangan pakai peci dan sorban kalau masih curang!” seru peserta lain.

“Percuma selawat kalau menzalimi!” teriak yang lain.

Tak berselang lama sejak kemunculan pasukan Brimob bersorban, mobil komando datang ke tengah-tengah massa. Ketika orator berorasi, selawat dari mobil taktis polisi berhenti.

5. Tutup jalan

Padatnya massa di depan gedung Bawaslu sempat membuat kemacetan lalu lintas parah di Jalan MH Thamrin arah Monas. Hanya disisakan satu lajur untuk kendaraan melintas. Tak heran jika kemacetan mengular panjang hingga Bundaran HI.

Pukul 14.40 WIB, kepolisian berinisiatif menutup ruas jalan tersebut mulai dari Bundaran HI. Arus lalu lintas menuju Monas lewat MH Thamrin dialihkan ke Jalan Teluk Betung, Sutan Syahrir, maupun Imam Bonjol. Ruas Jalan Wahid Hasyim dari Gondangdia menuju Tanah Abang juga ditutup polisi.

Bus Transjakarta juga mengalami antrean panjang dari MH Thamrin hingga Sudirman, Bunderan Senayan, dan Gatot Subroto. Di Halte Karet, bus tak bergerak sama sekali hingga hampir satu jam lamanya.

Para penumpang akhirnya diizinkan turun di tengah jalan. Rute bus Transjakarta pun mengalami peralihan sementara.

6. Mengiringi laporan BPN

Bersamaan dengan aksi unjuk rasa, Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi juga melaporkan pelaksanaan Pilpres 2019 kepada Bawaslu RI pada Jumat siang.

"Hari ini kami sebenarnya mengiringi laporan dari BPN. Tadi (laporan) diserahkan langsung oleh Pak Djoko Santoso, Pak Hanafi Rais, Direktur Advokasi dan Hukum BPN Sufmi Dasco. Hari ini sebenarnya ada inisiatif dari relawan, masyarakat, teman-teman GNPF, yang mengiringi laporan yang disampaikan BPN ke Bawaslu," kata Juru Bicara BPN, Ferry Juliantono, kepada wartawan di depan Bawaslu, Jumat petang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

[UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

Megapolitan
BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

[UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

Megapolitan
Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

Megapolitan
Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

Megapolitan
PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

PHK Massal di Tengah Pandemi Covid-19 dan Upaya Pemerintah Berikan Insentif

Megapolitan
Polda Metro Jaya Kerahkan 60 Personel untuk Kawal Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Polda Metro Jaya Kerahkan 60 Personel untuk Kawal Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

Megapolitan
Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

[POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

Megapolitan
Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X