7 Fakta Seputar Demo Massa Eggi Sudjana dan Kivlan Zen di Bawaslu

Kompas.com - 11/05/2019, 10:01 WIB
Barisan brimob berserban di Bawaslu berhadapan dengan massa aksi pada Jumat (10/5/2019). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANBarisan brimob berserban di Bawaslu berhadapan dengan massa aksi pada Jumat (10/5/2019).

Akan tetapi, Ferry enggan membeberkan detail dugaan pelanggaran yang dilaporkan kepada Bawaslu. Ia hanya mengatakan bahwa hari ini BPN menyerahkan lima buah laporan.

"Ada lima (laporan), dari kemarin bertahap, hari ini yang terakhir," ucap dia.

Selain Ferry, sejumlah sosok yang berada dalam barisan Prabowo-Sandi turut terlihat di Bawaslu, seperti Sufmi Dasco, Yusuf Martak, hingga Neno Warisman dan inisiator aksi, Eggi Sudjana.

Neno sempat menyanyikan lagu “2019 Ganti Presiden” dari atas mobil komando. Sedangkan Eggi yang baru tampak jelang akhir unjuk rasa sempat menyampaikan penjelasan singkat soal narasi people power yang ia pernah kemukakan sebelumnya dan kini diadukan ke polisi karena dituduh akan melakukan makar.

" People power yang saya maksud ini, people power yang sekarang saudara-saudara lakukan di Bawaslu," kata Eggi dari atas mobil komando.

"Insya Allah tidak ada makar!" tambahnya.

7. Bubar lalu adu mulut dengan massa tandingan

Massa GERAK bubar dengan tertib pada sekitar pukul 15.30 WIB usai orasi Eggi Sudjana. Mereka bubar diiringi lantunan selawat dan nyanyian “Indonesia Pusaka”.

Hanya butuh sekitar lima belas menit bagi massa untuk membubarkan diri. Polisi pun langsung membuka ruas jalan yang sempat ditutup.

Namun, tak lama berselang, datang massa tandingan yang menamakan diri “Aliansi Santri Indonesia”. Mereka menuntut agar tidak ada unjuk rasa yang menuding KPU dan Bawaslu RI curang.

"Saya harap hentikan tendensi politik dan raih kemenangan di bulan Ramadhan. Jangan ada lagi yang menuduh curang," ucap orator dari mobil komando massa Aliansi Santri Indonesia (ASI) itu.

Baca juga: Massa Eggi dan Kivlan Adu Mulut dengan Massa Aliansi Santri Indonesia

Massa GERAK tak terima lantaran ASI menggelar aksi tandingan di depan Bawaslu setelah mereka bubar. Massa GERAK yang masih berkumpul di jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah Thamrin berteriak ke arah massa ASI.

Mereka bahkan hendak melewati separator untuk berlari ke arah massa ASI yang tengah berorasi. Namun, aksi tersebut dilerai polisi yang akhirnya berjajar membuat pagar betis di samping separator JPO Sarinah Thamrin.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X