Cerita Ima Mahdiah Tiru Gaya Blusukan Ahok yang Jadi Mentor Politiknya

Kompas.com - 14/05/2019, 12:15 WIB
Caleg DPRD DKI Ima Mahdiah yang juga mantan staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto diambil di Meruya Utara, Jakarta Barat, Rabu (30/1/2019). KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZACaleg DPRD DKI Ima Mahdiah yang juga mantan staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto diambil di Meruya Utara, Jakarta Barat, Rabu (30/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok rupanya begitu besar pengaruhnya bagi Ima Mahdiah, caleg PDI-P yang dikabarkan lolos ke DPRD DKI Jakarta.

Ima meraih 30.591 suara di Dapil 10 Jakarta Barat. Ima sendiri merupakan staf Ahok ketika pria asal Belitung Timur tersebut menjadi orang nomor satu di Jakarta.

Bukan hanya sebagai mantan atasan, Ima menganggap Ahok sebagai mentor politik bagi dirinya yang notabene pendatang baru di kancah politik Ibu Kota.

"Mentor politik saya Pak Ahok. Sudah pasti. Karena nanti pun ke depan saya akan konsultasi dengan beliau ketika di DPRD. Saya kan juga masih baru, butuh lah bimbingan dari dia," ujar Ima melalui sambungan telepon, Senin (13/5/2019) malam.

Beberapa tahun bekerja menjadi staf Gubernur DKI saat itu, Ima mengaku terpincut dengan cara kerja Ahok. Soal blusukan menemui warga, misalnya, ia belajar dari Ahok soal pentingnya menemui konstituen secara langsung dan berkala supaya mereka dapat melihat langsung calon pemimpinnya.

Baca juga: Pengaruh Besar Ahok, Rahasia Ima Mahdiah Lolos Jadi Anggota DPRD DKI

 

Atas alasan tersebut, ia ogah blusukannya diwakili oleh timnya selama kampanye Pileg 2019.

"Mereka selalu bilang, 'Oh, ini caleg. Kok tumben caleg turun maranin (menemui) kita?' Padahal, memang kita kan belajar dari Pak Ahok. Terus blusukan, tatap muka, yakinkan warga kalau kita ingin menjadi wakil mereka," tukasnya.

Ima Mahdiah disambangi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat berkampanye untuk pemenangannya sebagai caleg DPRD DKI Jakarta 2019-2024.
Dok. Ima Mahdiah Ima Mahdiah disambangi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat berkampanye untuk pemenangannya sebagai caleg DPRD DKI Jakarta 2019-2024.

Bahkan, selama blusukan, Ima mengadopsi layanan pengaduan masyarakat ala Ahok, yakni memberikan nomor pribadi sebagai kanal pengaduan.

"Saya kampanye membuka nomor WhatsApp sama masyarakat. Jadi saya kasih tahu, nomor HP saya untuk investasi 5 tahun ke depan," kata Ima.

"Bapak dan Ibu, saya enggak bisa kasih uang atau sembako. Sebagai gantinya, kalau nanti ada  pengaduan apa yang berkaitan sama Pemprov DKI, bisa aduin ke saya," ungkapnya.

Kini, usai lolos jadi anggota DPRD DKI Jakarta ia mengaku tak akan gentar menyuarakan apa yang menurutnya benar. Hal itu pula yang dipesankan Ahok kepadanya setelah ia lolos.

"Kalau Pak Ahok itu cuma bilang, kerja yang baik, yang benar, biar bisa bantu banyak orang. Ringkas, tapi panjang sebenarnya, cuma intinya begitu," tutur Ima.

Dia pun mengaku tak akan segan menyuarakan gagasan yang menurutnya benar, meskipun statusnya sebagai salah satu legislator termuda di DPRD DKI.

"Saya sih biasa saja enggak segan. Saya lihat beberapa juga sudah kenal. Apalagi saya dikasih amanat sama 30 ribu orang, menurut saya itu tanggung jawab yang luar biasa. Kita harus jadi diri sendiri, tidak segan atau apa, yang menurut kita tidak benar, kita suarakan," tutup Ima, tegas.

Adapun perkenalan Ima dengan Ahok bermula pada 2010, ketika dirinya masih berkuliah di Universitas Paramadina. Bima Arya, dosen mata kuliah Politik Indonesia yang kini menjadi Wali Kota Bogor, menugasi mahasiswanya untuk mengikuti keseharian anggota DPR RI.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

Megapolitan
Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Megapolitan
Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Megapolitan
Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Megapolitan
Pulang dari Rumah Sakit, Pasien Sembuh Covid-19 Tidak Boleh Langsung Berkeliaran

Pulang dari Rumah Sakit, Pasien Sembuh Covid-19 Tidak Boleh Langsung Berkeliaran

Megapolitan
Empat Anggota BNN Gadungan Sekap Remaja atas Tuduhan Narkoba, Orangtua Diperas Rp 20 Juta

Empat Anggota BNN Gadungan Sekap Remaja atas Tuduhan Narkoba, Orangtua Diperas Rp 20 Juta

Megapolitan
Politisi Gerindra Nilai Ganjil Genap di Jakarta Kontra Produktif

Politisi Gerindra Nilai Ganjil Genap di Jakarta Kontra Produktif

Megapolitan
Polisi Buru Kawanan yang Merampok di Warung Sembako Ciracas

Polisi Buru Kawanan yang Merampok di Warung Sembako Ciracas

Megapolitan
Nasdem Tangsel Tunggu Arahan DPP Susun Strategi Pemenangan Muhamad-Sara

Nasdem Tangsel Tunggu Arahan DPP Susun Strategi Pemenangan Muhamad-Sara

Megapolitan
KAI Beri Diskon Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sambut HUT ke-75 RI

KAI Beri Diskon Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sambut HUT ke-75 RI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X