Pengelola Skybridge Tanah Abang Akui Tak Bisa Kontrol Sampah yang Berserakan

Kompas.com - 14/05/2019, 13:56 WIB
Sampah berserakan di lantai skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaSampah berserakan di lantai skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang Bowo mengatakan, sampah yang berserakan di skybridge berasal dari pedagang maupun pengunjung.

Ia mengatakan, petugas kebersihan tak bisa mengontrol sampah jika sudah berasal dari pengunjung.

Padahal, pihaknya sudah menyediakan tempat sampah di berbagai titik dan juga tanda baca agar tidak buang sampah sembarangan.

Baca juga: Sampah Berserakan di Skybridge Tanah Abang

"Kalau pembeli pengunjung lebih ke manner ya memang kami sudah sampaikan ke petugas, jangan sungkan untuk memberikan pemberitahuan atau teguran. Kami berikan papan larangan, orang sudah baca, tetapi manner-nya manner yang memang buang sampah sembarangan, padahal di situ banyak tempat sampah," ucap Bowo saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/5/2019).

Pihaknya sudah mengerahkan petugas kebersihan sebanyak 23 orang dan dibagi menjadi 2 shift.

Shift pertama dari pukul 06.00 hingga 14.00 dan shift kedua mulai pukul 14.00 hingga 22.00.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pedagang Skybridge Tanah Abang Ketiban Rezeki

Ia mencontohkan, dalam satu shift terdapat 10 orang petugas, yang terdiri dari sembilan petugas dan satu pemimpin. 

Sepuluh orang tersebut bertugas membersihkan skybridge seluas 800 meter. Dengan demikian, masing-masing petugas diwajibkan membersihkan area 80 meter.

"Nah petugasnya berjalan ke depan 10-20 meter sudah ada yang buang sampah, artinya ada kendala saat petugas membersihkan, dia tidak bisa langsung balik ke belakang. Syukur-syukur dia temukan orang yang tertangkap basah lagi buang sampah akan diberikan pemberitahuan," ujarnya. 

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pedagang Skybridge Tanah Abang Ketiban Rezeki

Pengelola kini membuat spanduk berukuran besar yang bertuliskan larangan membuang sampah sembarangan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orangtua Pusing Ajari Anak Selama Pandemi Corona, Kak Seto: Jangan Posisikan Diri Seperti Guru

Orangtua Pusing Ajari Anak Selama Pandemi Corona, Kak Seto: Jangan Posisikan Diri Seperti Guru

Megapolitan
Selama Pandemi Corona, Kak Seto Sebut RT RW Harus Kreatif Cegah Anak-anak Beraktivitas di Luar Rumah

Selama Pandemi Corona, Kak Seto Sebut RT RW Harus Kreatif Cegah Anak-anak Beraktivitas di Luar Rumah

Megapolitan
Keluarganya Positif Covid-19, Dua Anak di Sawah Besar Isolasi Mandiri

Keluarganya Positif Covid-19, Dua Anak di Sawah Besar Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ramayana Depok Buka Kemungkinan Rekrut Kembali Karyawan yang Kena PHK di Tengah Pandemi Corona

Ramayana Depok Buka Kemungkinan Rekrut Kembali Karyawan yang Kena PHK di Tengah Pandemi Corona

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Sudinhub Jakbar Kurangi Petugas di Lapangan

Cegah Penyebaran Virus Corona, Sudinhub Jakbar Kurangi Petugas di Lapangan

Megapolitan
Diprotes Warga, Lippo Pastikan RS Covid-19 Dekat Apartemen Tak Bahayakan Penghuni

Diprotes Warga, Lippo Pastikan RS Covid-19 Dekat Apartemen Tak Bahayakan Penghuni

Megapolitan
Banyak Orangtua Kerja di Rumah, Kak Seto Sebut Itu Kesempatan Mahal untuk Akrab dengan Anak

Banyak Orangtua Kerja di Rumah, Kak Seto Sebut Itu Kesempatan Mahal untuk Akrab dengan Anak

Megapolitan
Andalkan Kebijakan yang Telah Berjalan, Bekasi Belum Ajukan PSBB

Andalkan Kebijakan yang Telah Berjalan, Bekasi Belum Ajukan PSBB

Megapolitan
Pedagang Ayam Potong di Kramatjati Terima Banyak Pesanan Online Saat Pandemi Covid-19

Pedagang Ayam Potong di Kramatjati Terima Banyak Pesanan Online Saat Pandemi Covid-19

Megapolitan
Dituduh Curi Dompet dan HP, Seorang Transgender Tewas Dibakar di Cilincing

Dituduh Curi Dompet dan HP, Seorang Transgender Tewas Dibakar di Cilincing

Megapolitan
Wali Kota: 38 Jenazah di Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Pemulasaraan Jasad Pasien Covid-19

Wali Kota: 38 Jenazah di Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Pemulasaraan Jasad Pasien Covid-19

Megapolitan
Riza Patria Diminta Tambal Hubungan Balai Kota-Istana yang 'Kurang Akur'

Riza Patria Diminta Tambal Hubungan Balai Kota-Istana yang "Kurang Akur"

Megapolitan
Tak Sampai 3 Tahun Jabat Wagub DKI, Riza Patria Diragukan Mampu Berbuat Banyak

Tak Sampai 3 Tahun Jabat Wagub DKI, Riza Patria Diragukan Mampu Berbuat Banyak

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 120 Pegawai di Ramayana Depok Kena PHK

Dampak Covid-19, Sebanyak 120 Pegawai di Ramayana Depok Kena PHK

Megapolitan
[UPDATE]: Depok Tambah 1 Pasien Positif Covid-19 dan 3 Suspect Wafat

[UPDATE]: Depok Tambah 1 Pasien Positif Covid-19 dan 3 Suspect Wafat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X