Ratna Sarumpaet: Dengan Mengaku Bohong, Saya Beri Peluang Orang Hakimi Saya

Kompas.com - 14/05/2019, 14:57 WIB
Ratna Sarumpaet Diperiksa Sebagai Terdakwa Dalam Kasus Penyebaran Berita Bohong di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019) KOMPAS.com/ WALDA MARISONRatna Sarumpaet Diperiksa Sebagai Terdakwa Dalam Kasus Penyebaran Berita Bohong di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet, menyadari bahwa kebohongan yang ia sampaikan akan menghancurkan reputasinya sebagai tokoh publik.

Atas dasar itulah Ratna menggelar jumpa pers pada tanggal 3 Oktober 2018 untuk mengakui kebohongannya.

"Dengan membuat jumpa pers saya sebenarnya memberi peluang orang menghakimi reputasi saya," ujar Ratna dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Sidang kali ini mengagendakan pemeriksaan Ratna sebagai terdakwa.


Baca juga: Hakim ke Ratna Sarumpaet: Kenapa Berbohong? Memang Operasi Plastik Diharamkan?

Namun, Ratna mengaku siap menerima konsekuensi demi menebus kesalahannya. Dengan mengakui kebohongan, Ratna mengaku berupaya mencegah keonaran.

Ratna tidak mau berkata jujur habis operasi plastik kepada kerabatnya karena merasa malu.

Dia malu lantaran sebelumnya sudah melaksanakan operasi pelastik tiga kali dan ingin melakukannya lagi.

"Walaupun saya sudah beberapa kali melakukan hal itu mungkin karena melakukan kemarin saya merasa sudah umur,  mungkin saya malu dan saya berusaha menutupi," kata dia.

Kasus dugaan hoaks ini bermula ketika foto lebam wajah Ratna Sarumpaet beredar luas di media sosial.

Kepada beberapa pihak, Ratna mengaku jadi korban pemukulan orang tidak dikenal di Kota Bandung, Jawa Barat.

Belakangan, Ratna mengklarifikasi bahwa berita penganiayaan terhadap dirinya adalah bohong.

Muka lebamnya bukan disebabkan penganiayaan, melainkan karena operasi plastik.

Baca juga: Ratna Sarumpaet: Alasan Penganiayaan Paling Masuk Akal dengan Kondisi Muka Saya

Ratna didakwa dengan Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Megapolitan
Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Megapolitan
Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Megapolitan
12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

Megapolitan
Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Megapolitan
Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Megapolitan
Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Megapolitan
Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Megapolitan
Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Megapolitan
2 Tahun Pimpin Jakarta, Anies Klaim Bangun 4 Rumah Aman Anak dan Perempuan

2 Tahun Pimpin Jakarta, Anies Klaim Bangun 4 Rumah Aman Anak dan Perempuan

Megapolitan
Anies Masuki Masa Jabatan 2 Tahun Tanpa Wagub

Anies Masuki Masa Jabatan 2 Tahun Tanpa Wagub

Megapolitan
Kondisi Terkini Wiranto Setelah Insiden Penusukan Enam Hari Lalu

Kondisi Terkini Wiranto Setelah Insiden Penusukan Enam Hari Lalu

Megapolitan
Anies Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali Selama 2 Tahun Pemerintahannya

Anies Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali Selama 2 Tahun Pemerintahannya

Megapolitan
Kelihaian Djeni Tipu Sana Sini hingga Raup Miliaran Rupiah...

Kelihaian Djeni Tipu Sana Sini hingga Raup Miliaran Rupiah...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X