Kompas.com - 14/05/2019, 15:23 WIB
Sampah berserakan di sekitar kios di skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019). KOMPAS.com/Ryana AryaditaSampah berserakan di sekitar kios di skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat, menyebutkan, pedagang yang membuang sampah sembarangan di skybridge itu akan diberi sanksi.

Pihak pengelola akan memberi surat peringatan (SP) sebanyak 3 kali. Jika surat peringatan tidak diindahkan, pengelola dapat memutus perjanjian kerja dengan para pedagang yang bandel.

Hal itu disampaikan Bowo, staf PT Saranawisesa Properindo, pengelola skyberidge tersebut, Selasa (14/5/2019). PT Saranawisesa Properindo merupakan anak perusahaannya PD Permbangunan Sarana Jaya.

Baca juga: Pengelola Skybridge Tanah Abang Akui Tak Bisa Kontrol Sampah yang Berserakan

Bowo menyatakan bahwa hal tersebut telah diatur dalam surat perjanjian kerja sama dengan para pedagang.

"Jadi kalau melanggar tata tertib salah satunya adalah dilarang membuang sampah sembarangan sanksinya tentunya ada SP 1, SP 2, dan SP 3, yang ditindaklanjuti kalau memang bandel banget itu baru kami putus perjanjiannya," ujar Bowo.

Jika di lapak pedagang terdapat sampah berserakan dan tak dibuang, pedagang itu akan mendapat teguran. Jika teguran tersebut tidak ditindaklanjuti akan diberi SP 1 hingga SP 3 lalu pemutusan kerja sama.

Untuk para pengunjung dan pembeli yang buang sampah sembarangan, Bowo menyatakan lebih sulit dikontrol.

"Kalau pembeli pengunjung lebih ke manner ya... Kami berikan papan larangan, orang sudah baca tapi manner-nya manner yang memang buang sampah sembarangan kayaknya. Padahal di situ banyak tempat sampah," kata dia.

Baca juga: Sampah Berserakan di Skybridge Tanah Abang

Sampah tampak berserakan di skybridge Tanah Abang, Senin kemarin. Sampah-sampah itu, berupa gelas plastik, botol plastik, tisu, hingga kantung plastik.

Sampah-sampah itu berasal dari para pembeli serta para pedagang yang berjualan di tempat itu.

Padahal tempat sampah telah disediakan. Setiap 10 meter ada tempat sampah di skybridge tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pasien Covid-19 Hampir 3.000, RSDC Wisma Atlet Minta Tambahan Tenaga Kesehatan

Jumlah Pasien Covid-19 Hampir 3.000, RSDC Wisma Atlet Minta Tambahan Tenaga Kesehatan

Megapolitan
Gugat Anies ke PTUN, Apindo: Bukan Soal Besaran Kenaikan UMP, tetapi Regulasinya

Gugat Anies ke PTUN, Apindo: Bukan Soal Besaran Kenaikan UMP, tetapi Regulasinya

Megapolitan
Dishub DKI Akan Siapkan 3 Moda Transportasi untuk Masyarakat Datang ke JIS

Dishub DKI Akan Siapkan 3 Moda Transportasi untuk Masyarakat Datang ke JIS

Megapolitan
Batasi Mobilitas, Dishub DKI Pertahankan Aturan Ganjil Genap di 13 Ruas Jalan

Batasi Mobilitas, Dishub DKI Pertahankan Aturan Ganjil Genap di 13 Ruas Jalan

Megapolitan
Pelaku Cabul 'Bruder Angelo' Divonis 14 Tahun Penjara, Hakim: Dia Merusak Mental Anak

Pelaku Cabul "Bruder Angelo" Divonis 14 Tahun Penjara, Hakim: Dia Merusak Mental Anak

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.636 Orang

UPDATE 20 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.636 Orang

Megapolitan
Masyarakat Diminta Tak 'Panic Buying' agar Distribusi Minyak Goreng Merata

Masyarakat Diminta Tak "Panic Buying" agar Distribusi Minyak Goreng Merata

Megapolitan
Fico Fachriza Ajukan Rehabilitasi atas Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Tunggu Asesmen BNN

Fico Fachriza Ajukan Rehabilitasi atas Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Tunggu Asesmen BNN

Megapolitan
Keberatan Divonis 14 Tahun Penjara, Pelaku Cabul 'Bruder' Angelo Ajukan Banding

Keberatan Divonis 14 Tahun Penjara, Pelaku Cabul "Bruder" Angelo Ajukan Banding

Megapolitan
SMAN 6 Jakarta Kembali Gelar PTM Setelah Dihentikan Sepekan akibat Covid-19

SMAN 6 Jakarta Kembali Gelar PTM Setelah Dihentikan Sepekan akibat Covid-19

Megapolitan
2,1 Juta Anak Divaksinasi melalui Program Vaksinasi Merdeka

2,1 Juta Anak Divaksinasi melalui Program Vaksinasi Merdeka

Megapolitan
Vonis 14 Tahun 'Monster Cabul' Bruder Angelo dan Proses Panjang nan Melelahkan di Baliknya

Vonis 14 Tahun "Monster Cabul" Bruder Angelo dan Proses Panjang nan Melelahkan di Baliknya

Megapolitan
Seorang Wanita dan Pacarnya Diserang Begal di Plumpang, Disabet Parang lalu Lari Dikejar Pelaku

Seorang Wanita dan Pacarnya Diserang Begal di Plumpang, Disabet Parang lalu Lari Dikejar Pelaku

Megapolitan
Masyarakat yang Sudah Miliki Tiket Vaksin Booster Diimbau Segera Ikut Vaksinasi

Masyarakat yang Sudah Miliki Tiket Vaksin Booster Diimbau Segera Ikut Vaksinasi

Megapolitan
'Bruder' Angelo yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Depok Divonis 14 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

"Bruder" Angelo yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Depok Divonis 14 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.