Kompas.com - 15/05/2019, 10:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Sektor Menteng, Jakarta Pusat memeriksa dua orang saksi terkait kasus dibakarnya anjing hidup-hidup di wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

Kanit Reskrim Polsek Menteng Kompol Gozali Luhulima mengatakan, pihaknya langsung memeriksa saksi setelah ada laporan dari korban.

"Semalam ketika korban melapor juga sudah langsung diperiksa saksinya, satu saksi," ucap Gozali saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Kasus Anjing Dibakar Hidup-hidup, Pemilik Laporkan Driver Ojek Online ke Polisi

Satu saksi lainnya akan diperiksa pada pukul 16.00. 

"Nanti sore periksa saksi lainnya," katanya. 

Sebelumnya, pemilik anjing yang dibakar hidup-hidup bersama Yayasan Sarana Metta Indonesia melaporkan pelaku yang bernama Maulady ke polisi.

Baca juga: Kasus Pembakaran Anjing Hidup-hidup di Menteng, Ini 5 Faktanya

Pengelola Yayasan Sarana Metta Indonesia Christian Joshua Pale mengatakan, laporan tersebut dibuat setelah pihaknya mengumpulkan cukup bukti dan saksi.

"Benar kami mengumpulkan sejumlah bukti, itu juga atas masukan polsek menteng yang meminta kami membuat laporan sehingga terus mengumpulkan bukti dan saksi agar semakin kuat," ucap Christian saat dihubungi Kompas.com. 

Laporan tersebut tertuang dalam LP/128/K/V/2019/Sektro Menteng.

Baca juga: Driver Ojek Online yang Bakar Anjing Hidup-hidup Bisa Dijerat Pidana

Adapun, seekor anjing bernama Lucky ditemukan sekarat sebelum akhirnya tewas lantaran dibakar hidup-hidup di wilayah Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (10/5/2019) malam.

Christian mengatakan, anjing berjenis mix dalmatian tersebut diduga dipukul dengan botol dan dibakar hingga sekarat oleh seorang oknum pengemudi ojek online yang merupakan tetangga pemilik anjing tersebut.

"Lucky ini milik dari ibu Melly. Jumat sore Lucky lagi asyik duduk di dalam kandangnya tiba-tiba ada satu warga kencing di samping kandang dia dan Lucky refleks mencakarnya," ucap Christian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Riza Resmikan Pembangunan KKota Street Kiosk, Bakal Lokasi Daganga Suvenir Khas Jakarta

Wagub Riza Resmikan Pembangunan KKota Street Kiosk, Bakal Lokasi Daganga Suvenir Khas Jakarta

Megapolitan
Keluh Kesah Penumpang Transjakarta Akibat Kebijakan 'Tap In-Tap out': Antrean Panjang hingga Saldo Terpotong 2 Kali

Keluh Kesah Penumpang Transjakarta Akibat Kebijakan "Tap In-Tap out": Antrean Panjang hingga Saldo Terpotong 2 Kali

Megapolitan
Shalat Gaib untuk Korban Kanjuruhan, Kapolres Tangerang Ingatkan Jajaran Hindari Kesalahan Saat Tugas

Shalat Gaib untuk Korban Kanjuruhan, Kapolres Tangerang Ingatkan Jajaran Hindari Kesalahan Saat Tugas

Megapolitan
Komnas Perempuan Minta Baim dan Paula Bikin Konten Pencegahan KDRT Alih-alih Video 'Prank'

Komnas Perempuan Minta Baim dan Paula Bikin Konten Pencegahan KDRT Alih-alih Video "Prank"

Megapolitan
Polisi Ringkus Empat Begal Pedagang Mi Ayam di Apartemen Kawasan Cikarang Utara

Polisi Ringkus Empat Begal Pedagang Mi Ayam di Apartemen Kawasan Cikarang Utara

Megapolitan
Pembangunan Halte Bundaran HI Berlanjut, Sejarawan: Saya Mendesak Disetop

Pembangunan Halte Bundaran HI Berlanjut, Sejarawan: Saya Mendesak Disetop

Megapolitan
Penumpang Transjakarta Protes Saldo Terpotong 2 Kali gara-gara 'Tap In-Tap Out'

Penumpang Transjakarta Protes Saldo Terpotong 2 Kali gara-gara "Tap In-Tap Out"

Megapolitan
Korban KDRT Jangan Takut Lapor Polisi, Berikut Langkahnya

Korban KDRT Jangan Takut Lapor Polisi, Berikut Langkahnya

Megapolitan
BKD Tak Berikan Sanksi Wakil Ketua DPRD Depok yang Suruh Sopir Truk Push Up dan Berguling di Jalan

BKD Tak Berikan Sanksi Wakil Ketua DPRD Depok yang Suruh Sopir Truk Push Up dan Berguling di Jalan

Megapolitan
Dipanggil Badan Kehormatan, Wakil Ketua DPRD Depok Minta Maaf Suruh Sopir Truk 'Push Up'

Dipanggil Badan Kehormatan, Wakil Ketua DPRD Depok Minta Maaf Suruh Sopir Truk "Push Up"

Megapolitan
Banjir Termasuk Tujuh Isu Strategis di Tangsel, Pemkot Bakal Intervensi Tata Ruang

Banjir Termasuk Tujuh Isu Strategis di Tangsel, Pemkot Bakal Intervensi Tata Ruang

Megapolitan
Terus Berulang, Banjir di Tol BSD Disebabkan Penyempitan Kali Cibenda

Terus Berulang, Banjir di Tol BSD Disebabkan Penyempitan Kali Cibenda

Megapolitan
Laporkan Mamat Alkatiri Gegara Kena 'Roasting', Hillary Brigitta Bantah Antikritik

Laporkan Mamat Alkatiri Gegara Kena "Roasting", Hillary Brigitta Bantah Antikritik

Megapolitan
Anies: RT di Jakarta Ada 30.000, yang Kena Banjir 30, 'It's Not Even One Percent'

Anies: RT di Jakarta Ada 30.000, yang Kena Banjir 30, "It's Not Even One Percent"

Megapolitan
Imbas Harga Naik, Pedagang Kurangi Stok Beras agar Tidak Rugi

Imbas Harga Naik, Pedagang Kurangi Stok Beras agar Tidak Rugi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.