Upaya Pemprov DKI Berikan Tempat Tinggal bagi Korban Kebakaran Kampung Bandan

Kompas.com - 15/05/2019, 11:00 WIB
Kondisi lingkungan RT 011, RW 005, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara usai dilanda kebakaran pada Sabtu (11/5/2019) malam.KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Kondisi lingkungan RT 011, RW 005, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara usai dilanda kebakaran pada Sabtu (11/5/2019) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun rumah susun atau rusun bagi korban kebakaran Kampung Bandan, Jakarta Utara.

Keputusan ini diambil setelah Pemprov DKI bertemu PT KAI. Permukiman Kampung Bandan yang terbakar tersebut terletak di lahan milik PT KAI dengan luas 1,08 hektar.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tak ingin warga dipindah dari tempat tinggal semula.

"Jadinya solusinya bukan mereka dipindah, keluar dari Kampung Bandan, tetapi solusinya jangka panjang akan disiapkan hunian untuk di lokasi sekarang terkena api itu," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).


Baca juga: Anies: Solusinya, Warga Bukan Dipindah Keluar dari Kampung Bandan...

Anies mengklaim sudah mendapat persetujuan dari PT KAI soal rencana ini.

"Justru PT KAI merasa bahwa dengan cara begitu maka jelas. Huniannya yang menggunakan siapa, dibangunnya (oleh) siapa, tanahnya juga pemanfaatannya jelas," katanya.

Ketika dikonfirmasi ke PT KAI, Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 1 Eva Chairunisa menyebutkan bahwa hal itu prosesnya saat baru pada tahap komunikasi.

"(Pembangunan ulang) masih dalam tahap komunikasi," kata dia.

Baca juga: PT KAI Sebut Rumah-rumah yang Terbakar di Kampung Bandan Berdiri di Lahannya

Bangun selter

Sembari menunggu realisasi pembangunan rusun, Anies mengatakan pihaknya akan membangun selter atau tempat penampungan sementara bagi korban kebakaran Kampung Bandan.

"Akan disiapkan selter, hunian sementara, di tempat itu," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Pasalnya, sejak kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan itu pada Sabtu (11/5/2019) petang, ratusan keluarga belum punya tempat tinggal yang layak.

Anies mengatakan pihaknya segera melakukan perencanaan untuk membangun selter.

"Dinas Cipta Karya mengatur tata ruangnya, lalu mereka akan muncul dengan rencana pelaksanannya, di situ nanti akan terlihat berapa lama diperlukannya, dari situ kami baru bisa tahu, tetapi hari ini dalam jangka pendek kita amankan," ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kelik Indriyanto mengatakan, anggaran pembangunan selter sudah teralokasi pada APBD 2019. Ia menargetkan selter untuk lebih dari 300 keluarga dapat segera dibangun.

"Pengukuran mungkin bisa dua hari. Sudah mulai hari ini," ujar Kelik.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Polisi Dalami Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Pengacara D terhadap Hakim PN Jakarta Pusat

Polisi Dalami Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Pengacara D terhadap Hakim PN Jakarta Pusat

Megapolitan
Empat Fakta Terbaru Kasus Rius Vernandes, Trauma hingga Penyelesaian secara Kekeluargaan

Empat Fakta Terbaru Kasus Rius Vernandes, Trauma hingga Penyelesaian secara Kekeluargaan

Megapolitan
Tanda Tanya Kasus Salah Tangkap dan Penyiksaan pada Empat Pengamen Cipulir

Tanda Tanya Kasus Salah Tangkap dan Penyiksaan pada Empat Pengamen Cipulir

Megapolitan
Anies Tunda Kepulangan dari Amerika, Ada Agenda Tambahan hingga Surati Kemendagri

Anies Tunda Kepulangan dari Amerika, Ada Agenda Tambahan hingga Surati Kemendagri

Megapolitan
Empat Kebijakan yang Diusulkan untuk Atasi Kemacetan di Depok

Empat Kebijakan yang Diusulkan untuk Atasi Kemacetan di Depok

Megapolitan
Getih Getah Riwayatmu Kini...

Getih Getah Riwayatmu Kini...

Megapolitan
Ketika PPSU Tinggalkan Sapu Lidi Sejenak untuk Rayakan Hari Jadi di Dufan

Ketika PPSU Tinggalkan Sapu Lidi Sejenak untuk Rayakan Hari Jadi di Dufan

Megapolitan
Setelah Saling Sindir hingga Lapor Polisi, Wali Kota Tangerang dan Kemenkumham Berdamai

Setelah Saling Sindir hingga Lapor Polisi, Wali Kota Tangerang dan Kemenkumham Berdamai

Megapolitan
[BERITA POPULER] Kisah Fikri Dipaksa Polisi Mengaku Jadi Pembunuh | Bahaya di Balik #AgeChallenge

[BERITA POPULER] Kisah Fikri Dipaksa Polisi Mengaku Jadi Pembunuh | Bahaya di Balik #AgeChallenge

Megapolitan
Bebas dari Tahanan, Fikri Pribadi Kini Cari Keadilan Tuntut Polisi yang Menyiksanya

Bebas dari Tahanan, Fikri Pribadi Kini Cari Keadilan Tuntut Polisi yang Menyiksanya

Megapolitan
Selain Bambu Getih Getah, Ini Daftar Pemanis Jakarta yang Berbiaya Besar tapi Tak Tahan Lama

Selain Bambu Getih Getah, Ini Daftar Pemanis Jakarta yang Berbiaya Besar tapi Tak Tahan Lama

Megapolitan
Siapa Sangka IS Pernah Dipasung Belasan Tahun Sebelum Dikenal sebagai Wawan Game

Siapa Sangka IS Pernah Dipasung Belasan Tahun Sebelum Dikenal sebagai Wawan Game

Megapolitan
Berkunjung ke Perpustakaan Erasmus Huis yang Instagramable

Berkunjung ke Perpustakaan Erasmus Huis yang Instagramable

Megapolitan
Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hujan Hari Ini

Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hujan Hari Ini

Megapolitan
Viral Video Pria Terjepit di Antara Mobil dan Truk, Begini Kronologinya...

Viral Video Pria Terjepit di Antara Mobil dan Truk, Begini Kronologinya...

Megapolitan
Close Ads X