Perekam dan Penyebar Video Ancam Penggal Jokowi Ditangkap!

Kompas.com - 15/05/2019, 14:48 WIB
 Ketua Umum Tim Jokowi Mania Immanuel Ebenezer memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (11/5/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Ketua Umum Tim Jokowi Mania Immanuel Ebenezer memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (11/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya menangkap seseorang yang diduga merekam dan menyebarkan video HS, tersangka yang mengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo, Rabu (15/5/2019).

"Ya, sudah (ditangkap)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu.

Penangkapan dilakukan di Bekasi, Jawa Barat. Kendati demikian, Argo enggan merinci lebih jauh penangkapan tersebut.

Baca juga: Berbagai Ancaman yang Pernah Diterima Jokowi, dari Penggal Kepala hingga Keluarga Ditembak Mati


"(Ditangkap) di Bekasi. Nanti ya (informasi lebih lanjutnya)," ujar Argo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di toko ponsel Wanky Cell di Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis (9/5/2019). Tim Densus 88 Mabes Polri menemukan dua bom pipa dan sejumlah bahan peledak di tempat itu kemarin.KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di toko ponsel Wanky Cell di Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis (9/5/2019). Tim Densus 88 Mabes Polri menemukan dua bom pipa dan sejumlah bahan peledak di tempat itu kemarin.
Sementara itu, HS sebelumnya telah ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (12/5/2019) pukul 08.00. 

HS diduga melontarkan ancaman untuk memenggal kepala Presiden Joko Widodo saat melakukan aksi demo di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019) siang.

Baca juga: HS Mengaku Lontarkan Ancaman Penggal Jokowi karena Emosi

Aksinya tersebut terekam dalam sebuah video dan tersebar di sosial media.

Akibat perbuatannya itu, HS dijerat pasal makar, yakni Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336, dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukumannya adalah penjara eumur hidup.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X