Bawaslu DKI Catat 125 Dugaan Pelanggaran Pemilu sejak Masa Kampanye

Kompas.com - 15/05/2019, 15:28 WIB
Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Puadi di Kantor Panwaslu Jakarta Pusat, Tanah Abang, Senin (6/5/2019). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARKetua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Puadi di Kantor Panwaslu Jakarta Pusat, Tanah Abang, Senin (6/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mencatat 125 laporan dan temuan dugaan pelanggaran pemilu dari awal masa kampanye pada September 2018 hingga Mei 2019.

Komisioner Bawaslu DKI Jakarta, Puadi, mengatakan, dugaan pelanggaran yang paling sering dijumpai adalah pelanggaran pidana pemilu pada masa kampanye.

"Yang secara umum dugaan pelanggaran pidana di masa kampanye, misalkan kampanye di tempat ibadah dan larangan kampanye di tempat pendidikan," kata Puadi, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Bawaslu DKI Terima 64 Aduan Pemilu pada Hari Coblosan

Dia melanjutkan, pelanggaran di masa kampanye juga termasuk kegiatan kampanye yang memanfaatkan fasilitas pemerintah serta melibatkan aparatur sipil negara.

Pelanggaran berupa politik uang juga lazim ditemukan, baik pada masa kampanye maupun masa tenang.

"Di hari tenang juga sama, kebanyakan lebih cenderung ke politik uang, tapi ada juga yang kaitannya menghasut dan mengadu domba," ujar Puadi.

Berdasarkan data yang diterima Kompas.com, ada 111 dari 125 laporan dan temuan dugaan pelanggaran itu yang diregistrasi oleh Bawaslu. Sebanyak 51 dari 111 laporan dan temuan tersebut dihentikan prosesnya.

Sebanyak 55 temuan dan laporan pelanggaran yang diproses terdiri dari 47 pelanggaran administrasi, 5 pelanggaran pidana, dan 3 jenis pelanggaran lainnya.

Baca juga: Bawaslu DKI Gelar Patroli Malam Cegah Serangan Fajar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Kontrakan yang Menewaskan Anak di Tangsel Sudah Dua kali Terjadi

Kebakaran Kontrakan yang Menewaskan Anak di Tangsel Sudah Dua kali Terjadi

Megapolitan
Polisi Ungkap Sindikat Rekondisi Smartphone di Sebuah Ruko

Polisi Ungkap Sindikat Rekondisi Smartphone di Sebuah Ruko

Megapolitan
Cegah Bunuh Diri dengan Nomor Darurat Berikut Ini

Cegah Bunuh Diri dengan Nomor Darurat Berikut Ini

Megapolitan
Jalan Berbayar Diterapkan 2021, Pemprov DKI Susun Perda soal ERP

Jalan Berbayar Diterapkan 2021, Pemprov DKI Susun Perda soal ERP

Megapolitan
BPTJ Masih Berdebat dengan Dishub Bekasi soal Rencana ERP di Kalimalang 2020

BPTJ Masih Berdebat dengan Dishub Bekasi soal Rencana ERP di Kalimalang 2020

Megapolitan
Pemkot Jakut Tawarkan Rusun untuk Korban Penggusuran Sunter, Tapi Tak Ada yang Minat

Pemkot Jakut Tawarkan Rusun untuk Korban Penggusuran Sunter, Tapi Tak Ada yang Minat

Megapolitan
Bertahan Setelah Penggusuran, Warga Sunter Agung Bangun Gubuk Kayu di Sekitar Lokasi

Bertahan Setelah Penggusuran, Warga Sunter Agung Bangun Gubuk Kayu di Sekitar Lokasi

Megapolitan
Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakarta Barat Sudah Empat Kali Beraksi

Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakarta Barat Sudah Empat Kali Beraksi

Megapolitan
Polisi Tahan Pengemudi Mabuk yang Tabrak Pengendara Skuter Listrik hingga Tewas

Polisi Tahan Pengemudi Mabuk yang Tabrak Pengendara Skuter Listrik hingga Tewas

Megapolitan
Siswi yang Menjadi Korban Penyiraman Cairan Kimia Sudah Kembali Bersekolah

Siswi yang Menjadi Korban Penyiraman Cairan Kimia Sudah Kembali Bersekolah

Megapolitan
Nasib Menunggu Mati, Becak di Kota Benteng

Nasib Menunggu Mati, Becak di Kota Benteng

Megapolitan
Kalimalang Kena ERP 2020, Dishub Kota Bekasi: 'Pemaksaan' Tanpa Solusi

Kalimalang Kena ERP 2020, Dishub Kota Bekasi: "Pemaksaan" Tanpa Solusi

Megapolitan
Pembunuhan Pemuda di Cengkareng, Polisi Tangkap 6 Orang, 2 Masih Buron

Pembunuhan Pemuda di Cengkareng, Polisi Tangkap 6 Orang, 2 Masih Buron

Megapolitan
Dipasung Bapaknya, Anak Tewas Terjebak Kebakaran di Tangsel

Dipasung Bapaknya, Anak Tewas Terjebak Kebakaran di Tangsel

Megapolitan
Langgar Peraturan, Ini Sanksi Pengendara GrabWheels

Langgar Peraturan, Ini Sanksi Pengendara GrabWheels

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X