DKI Kalah Sengketa Lahan Stadion BMW, Anies Minta Jakmania Tak Khawatir

Kompas.com - 15/05/2019, 16:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/5/2019).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pendukung klub sepak bola Persija, Jakmania, tak khawatir stadion untuk Persija batal dibangun.

"Teman Persija jangan khawatir. Instagram saya (sampai) penuh semalam," kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Anies menilai, kekalahan DKI dalam sengketa kepemilikan lahan Taman BMW karena adanya pihak yang tak ingin stadion dibangun.

Ia meminta Persija dan Jakmania membantu agar masalah sengketa Taman BMW tak bertambah pelik.


"Bantu untuk awasi, selalu ada saja pihak yang ingin menjegal. Bantu ini sehingga stadion bisa terwujud untuk semuanya," ujar dia.

Baca juga: Kalah Gugatan Sengketa Taman BMW, DKI Ajukan Banding

Meski kalah dalam sengketa di Pengadilan Tata Usaha Negara, Anies memastikan pihaknya tetap membangun stadion.

Menurut Anies, DKI hanya kalah di PTUN, tetapi menang di pengadilan negeri. "Yang digugat adalah BPN bukan DKI. DKI sudah menang," ujar Anies.

Dalam sidang yang berlangsung pada Selasa (14/5/2019), Majelis Hakim PTUN DKI Jakarta mengabulkan gugatan PT Buana Permata Hijau atas sengketa penerbitan dua sertifikat hak pakai (SHP) oleh Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara di Taman BMW dalam perkara Nomor 282/G/2018/PTUN-JKT.

Dua sertifikat yang digugat diterbitkan Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara bernomor 314 dan 315 di Kelurahan Papanggo atas nama Pemerintah RI Cq Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 18 Agustus 2017.

Sertifikat 314 memiliki luas 29.256 meter persegi dan SHP 315 seluas 66.199 meter persegi. Sengketa ini sudah berjalan sejak lama.

Baca juga: Kalah di Pengadilan, DKI Diminta Hentikan Pembangunan Stadion BMW

DKI kalah pada 2015 ketika PTUN Jakarta memenangi PT Buana Permata Hijau dan membatalkan sertifikat Nomor 250 dan 251 seluas 11 hektar.

Namun, DKI kemudian dimenangkan dalam banding dan berupaya membangun stadion bertaraf internasional di lahan tersebut.




Close Ads X