Menang Pemilu, Caleg Bisa Batal Lolos jika...

Kompas.com - 15/05/2019, 19:58 WIB
Suasana rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat Kota Jakarta Timur, Rabu (15/5/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DSuasana rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat Kota Jakarta Timur, Rabu (15/5/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon anggota legislatif yang dinyatakan lolos parlemen berdasarkan hasil Pemilihan Umum 2019 rupanya bisa batal lolos jika terbukti melakukan pelanggaran pidana selama masa kampanye.

Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi mengatakan, penanganan pelanggaran pidana pemilu masih terus berlanjut meski KPU nantinya sudah mengumumkan hasil pemilu.

"Misalkan tanggal 22 Mei dia sudah ditetapkan, ternyata dalam proses itu cara-cara yang dilakukan caleg itu ada dugaan kaitan dengan pidana tentunya masih bisa diproses," kata Puadi kepada Kompas.com, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Situng KPU Papua Baru 10,1 Persen karena Caleg Rampas C1

Puadi mengatakan, batalnya kelolosan caleg itu mesti didasari oleh putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan bahwa caleg tersebut terbukti bersalah.

Puadi menyebut, KPU akan memberi tindakan dengan mencoret nama caleg dari daftar calon atau membatalkan terpilihnya sang caleg.

"KPU di situ sudah jelas melakukan pembatalan nama calon dari data calon tetap atau pembatalan nama calon sebagai calon terpilih," ujar Puadi.

Baca juga: Adik Yusril Ihza Mahendra, Caleg DPR RI Dapil Bangka Belitung, Gagal ke Senayan

Adapun dalam rentang waktu September 2018 hingga Mei 2019 Bawaslu DKI Jakarta mencatat, ada 125 dugaan pelanggaran pemilu baik berdasarkan laporan maupun temuan.

Puadi mengatakan, dugaan pelanggaran yang paling sering dijumpai yakni pelanggaran pidana Pemilu pada masa kampanye seperti politik uang, penghasutan, atau menggunakan rumah ibadah sebagai tempat kampanye.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Megapolitan
Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Megapolitan
Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Megapolitan
Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Megapolitan
Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Megapolitan
Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Megapolitan
Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Megapolitan
Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Megapolitan
Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Megapolitan
Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Megapolitan
Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Megapolitan
Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Megapolitan
RS dan Pasar Jadi Lokasi Penularan Covid-19 Tertinggi di Jakarta

RS dan Pasar Jadi Lokasi Penularan Covid-19 Tertinggi di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X