Hati-hati, Pukul 23.00 hingga Subuh Rawan Tawuran di Depok

Kompas.com - 15/05/2019, 20:55 WIB
Remaja yang hendak tawuran ditangkap di Polresta Depok, Rabu (15/5/2019). KOMPAS.com/ CYNTHIA LOVARemaja yang hendak tawuran ditangkap di Polresta Depok, Rabu (15/5/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

DEPOK, KOMPAS.com - Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto menyampaikan, pihaknya telah memetakan lokasi dan waktu yang rawan terjadinya tawuran saat Ramadhan di Kota Depok.

Menurut dia, waktu rawan terjadinya tawuran antar-kelompok remaja di Kota Depok pada pukul 23.00 WIB malam hingga pagi hari.

"Kami sudah petakan lokasi dan waktu yang rawan sebelumnya, hingga semalam berhasil kami antisipasi remaja yang hendak tawuran tersebut," kata Didik di Mapolresta Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Polisi Bentuk Grup Whatsapp Bersama Warga untuk Cegah Tawuran


Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penangkapan sekelompok remaja saat hendak tawuran di Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas, Depok pada pukul 01.30 WIB.

Tak hanya mengamankan para remaja tersebut, polisi menyita barang bukti senjata tajam berjenis celurit dari tangan para pelaku.

Oleh karena itu, pihaknya terus meningkatkan pengamanan dan menambah jumlah personel di lapangan.

"Ke depan Polresta Depok akan tetap meningkatkan patroli keamanan dan menambah personel di lapangan," kata dia.

Baca juga: Tawuran, 53 Pemuda Diamankan Polisi dan Diberi Nasihat Ustaz

Didik mengatakan, pihaknya pun tak akan segan menindak para pelaku kejahatan jalanan di wilayah Kota Depok.

Ia juga mengimbau agar para kelompok ini melakukan berbagai kegiatan dengan hal-hal yang positif, agar tidak menjurus kearah yang negatif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

Megapolitan
Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Megapolitan
Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Megapolitan
Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Megapolitan
Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Megapolitan
Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Megapolitan
Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Megapolitan
Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Megapolitan
Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Megapolitan
Camat Pastikan Bantuan Logistik Korban Banjir Kebon Pala Aman

Camat Pastikan Bantuan Logistik Korban Banjir Kebon Pala Aman

Megapolitan
Aetra Pastikan Gangguan Air Bersih 4 Kelurahan di Jakarta Timur Kembali Normal Minggu

Aetra Pastikan Gangguan Air Bersih 4 Kelurahan di Jakarta Timur Kembali Normal Minggu

Megapolitan
Wartawan Gadungan yang Ditangkap Satpol PP Tangerang Kabur Saat Hendak Diserahkan ke Polisi

Wartawan Gadungan yang Ditangkap Satpol PP Tangerang Kabur Saat Hendak Diserahkan ke Polisi

Megapolitan
Bunuh Pupung dan Anaknya, Dua Eksekutor Suruhan Aulia Kesuma Hanya Dibayar Rp 2 juta

Bunuh Pupung dan Anaknya, Dua Eksekutor Suruhan Aulia Kesuma Hanya Dibayar Rp 2 juta

Megapolitan
Tata Tertib Disahkan, Anggota DPR yang Jadi Cawagub DKI Harus Mundur

Tata Tertib Disahkan, Anggota DPR yang Jadi Cawagub DKI Harus Mundur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X