Babak Baru Kasus Video Ancaman Penggal Presiden Jokowi...

Kompas.com - 16/05/2019, 06:19 WIB
Polda Metro Jaya menangkap menangkap dua perempuan yang diduga merekam dan menyebarkan video HS, tersangka yang mengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Rabu (15/5/2019). KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELA Polda Metro Jaya menangkap menangkap dua perempuan yang diduga merekam dan menyebarkan video HS, tersangka yang mengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Rabu (15/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Selang dua hari setelah penangkapan HS, tersangka yang mengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, polisi mengamankan dua perempuan yang diduga merekam dan menyebarkan video itu. Masing-masing berinisial IY dan R.

IY ditangkap di di rumahnya di Grand Residence City, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/5/2019) pukul 11.00 WIB. Kemudian R ditangkap di kawasan Jakarta Timur pada hari yang sama pukul 15.00 WIB.

Keduanya langsung digiring ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan. 

Ketika tiba di depan Gedung Ditreskrimum pada pukul 18.00, kedua perempuan itu hanya tertunduk dan bungkam saat dicecar sejumlah pertanyaan awak media.


Baca juga: Polisi Tetapkan 1 Tersangka Perekam dan Penyebar Video Ancam Penggal Jokowi

Satu orang ditetapkan sebagai tersangka

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menetapkan IY sebagai tersangka perekam dan penyebar video ancaman penggal kepala Presiden Joko Widodo.

"Pada saat ditangkap, IY mengakui bahwa perempuan dalam video tersebut benar adalah dirinya dan dia menyebarkan video tersebut via grup WhatsApp," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Rabu.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti saat menangkap IY, antara lain kacamata hitam, telepon genggam, masker hitam, kerudung biru, dan tas kuning.

Baca juga: Satu Wanita yang Ditangkap Terkait Video Ancaman Penggal Jokowi Masih Berstatus Saksi

IY pun dijerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, dan Pasal 27 Ayat 4 jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Pelaku (IY) dijerat tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap presiden RI yang sedang viral di media sosial saat sekarang ini," ujar Argo.

Satu orang lain masih berstatus saksi

Hingga Rabu malam, satu perempuan lain yang berinisial R masih diperiksa sebagai saksi terkait penyebaran video ancaman itu.

Penyidik masih menyelidiki keterkaitan R dalam perekaman dan penyebaran video ancaman itu.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Terkini Lainnya

Pedagang Kopi Starling yang Untung 3 Kali Lipat Saat 22 Mei: Mending Dapat seperti Biasa daripada Ribut Begini...

Pedagang Kopi Starling yang Untung 3 Kali Lipat Saat 22 Mei: Mending Dapat seperti Biasa daripada Ribut Begini...

Megapolitan
Cerita Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandiaga Setia hingga Tengah Malam di MK

Cerita Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandiaga Setia hingga Tengah Malam di MK

Megapolitan
Keluar Gedung MK, Hashim dan Bambang Widjojanto Disambut Emak-emak

Keluar Gedung MK, Hashim dan Bambang Widjojanto Disambut Emak-emak

Megapolitan
Tiba di MK, Hashim Djojohadikusumo Salami Pendukung Prabowo-Sandi

Tiba di MK, Hashim Djojohadikusumo Salami Pendukung Prabowo-Sandi

Megapolitan
Tambah Separator Beton, Polisi Tingkatkan Keamanan di Bawaslu

Tambah Separator Beton, Polisi Tingkatkan Keamanan di Bawaslu

Megapolitan
Amien Rais Bawa Buku Jokowi People Power Sebagai Referensi

Amien Rais Bawa Buku Jokowi People Power Sebagai Referensi

Megapolitan
Amien Rais: People Power Itu Enteng-entengan, Bukan untuk Menjatuhkan Presiden

Amien Rais: People Power Itu Enteng-entengan, Bukan untuk Menjatuhkan Presiden

Megapolitan
ASN Kabupaten Bekasi Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

ASN Kabupaten Bekasi Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

Megapolitan
Kerusakan Fasilitas Publik akibat Kerusuhan 22 Mei Rugikan DKI Rp 465 Juta

Kerusakan Fasilitas Publik akibat Kerusuhan 22 Mei Rugikan DKI Rp 465 Juta

Megapolitan
Anggota TGUPP Jadi Pengacara Prabowo, Anies: Tak Ada Konflik Kepentingan

Anggota TGUPP Jadi Pengacara Prabowo, Anies: Tak Ada Konflik Kepentingan

Megapolitan
Sejumlah Artis Bagikan Takjil buat Anggota TNI-Polri yang Berjaga di MK

Sejumlah Artis Bagikan Takjil buat Anggota TNI-Polri yang Berjaga di MK

Megapolitan
Anies Mengaku Diundang ke Pertemuan Prabowo dan Kalla

Anies Mengaku Diundang ke Pertemuan Prabowo dan Kalla

Megapolitan
Jalan MH Thamrin Masih Ditutup, Warga Manfaatkan untuk Berfoto

Jalan MH Thamrin Masih Ditutup, Warga Manfaatkan untuk Berfoto

Megapolitan
Sandiaga: Kami Tidak Siapkan Massa ke Mahkamah Konstitusi

Sandiaga: Kami Tidak Siapkan Massa ke Mahkamah Konstitusi

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Ancam Bunuh Jokowi dan Hina Wiranto

Polisi Tangkap Pria yang Ancam Bunuh Jokowi dan Hina Wiranto

Megapolitan

Close Ads X