6 Fakta Temuan 2 Kardus Formulir C1 di Menteng, Berawal dari Razia Teroris hingga Bukan Pelanggaran Pemilu

Kompas.com - 16/05/2019, 10:00 WIB
Kardus berisi ribuan formulit C1 asal Boyolali, Jawa Tengah yang ditemukan polisi di Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARKardus berisi ribuan formulit C1 asal Boyolali, Jawa Tengah yang ditemukan polisi di Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Jakarta Pusat menemukan dua kardus berisi ribuan formulir C1 di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (4/5/2019) lalu.

Dua kardus berisi salinan form C1 asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah itu ditemukan polisi saat tengah melakukan operasi lalu lintas.

Kasus ini pun kemudian dilaporkan dan ditangani oleh Bawaslu Jakarta Pusat.

Baca juga: Yang Berat Itu Mengisi Formulir C1, Paling Menyebalkan!

Namun setelah melakukan penelusuran selama 10 hari, penemuan formulir C1 ini tidak melanggar peraturan pemilu.

Berikut 6 fakta yang dirangkum Kompas.com.

1. Berawal dari razia teroris

Kepolisian mengatakan, temuan kardus tersebut sebenarnya berawal dari razia lalu lintas sekaligus untuk pencarian teroris yang kabur di Bekasi. 

Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Puadi menjelaskan, saat itu sebuah mobil berjenis Daihatsu Sigra melintasi petugas yang tengah melakukan operasi lalu lintas sekitar 10.30 WIB.

Petugas kemudian memberhentikan mobil tersebut karena dinilai melanggar lalu lintas dengan memakai pelat nomor yang berbeda.

"Kalau polisi kan kalau operasi lihat-lihat nomor pelat dari mana. Pada saat diberhentikan, pas dibuka ada dua kardus yang ada tulisan C1 Kabupaten Boyolali," ucap Puadi saat dihubungi Kompas.com, Senin (6/5/2019).

Baca juga: Temuan Ribuan Formulir C1 di Menteng Berawal dari Razia Teroris

Mobil tersebut beserta dua kardus form C1 kemudian dibawa menuju kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Pusat.

Komisioner dan Ketua Tim Sentra Gakkumdu Bawaslu DKI Jakarta Puadi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (16/4/2019).KOMPAS.com/ARDITO RAMADHAN D Komisioner dan Ketua Tim Sentra Gakkumdu Bawaslu DKI Jakarta Puadi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (16/4/2019).


2. Formulir C1 dari berbagai daerah

Ribuan formulir C1 yang ditemukan tak hanya berasal dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

"Kebetulan juga ini adalah C1, satunya C1 dari Jawa Tengah, termasuk ada beberapa kabupaten kota. Ada Banjarnegara kemudian ada Boyolali dan sebagainya," kata Puadi.

Formulir C1 yang ditemukan jumlahnya mencapai ribuan. Kardus pertama berisi sekitar 2.006 C1 kemudian kardus kedua ada 1.761 C1. Ada pula dua amplop, yang pertama berisi 100 C1 dan yang kedua berisi 83 C1.

Berikut rinciannya:

Satu buah kardus putih berisi 2.006 formulir C1 terdiri dari:

- 8 formulir C1 Grobogan

- 42 formulir C1 Karanganyar

59 formulir C1 Blora

- 2 formulir C1 Demak

- 44 formulir C1 Temanggung

- 12 formulir C1 Batang

- 14 formulir C1 Tegal

- 24 formulir C1 Cilacap

- 85 fomulir C1 Brebes

- 136 fomulir C1 Semarang

- 49 fomulir C1 Sragen

- 1.033 formulir C1 Banjarnegara

- 498 formulir C1 Boyolali

Satu buah kardus cokelat berisi 1.761 formulir C1 terdiri dari:

- 962 fomulir C1 Banjarnegara

- 687 fomulir C1 Boyolali

- 42 fomulir C1 Karanganyar

- 33 fomulir C1 Blora

- 10 fomulir C1 Batang

- 7 fomulir C1 Grobogan

- 6 fomulir C1 Brebes

- 6 fomulir C1 Temanggung

- 5 fomulir C1 Semarang

- 2 fomulir C1 Demak

- 1 formulir C1 Cilacap

Dua kardus formulir C1 asal Boyolali yang ditemukan polisi saat razia di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5/2019)Dokumentasi Bawaslu Jakarta Pusat Dua kardus formulir C1 asal Boyolali yang ditemukan polisi saat razia di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5/2019)

3. Tertulis Seknas Prabowo-Sandiga

Sementara itu, Kordiv SDM Bawaslu Jakarta Pusat Roy Sofia Patra Sinaga menyebut, ribuan formulir tersebut diduga memuat catatan perolehan suara yang berbeda dengan hasil rekapitulasi di TPS.

Formulir ini diduga menguntungkan pasangan calon nomor urut 02. "Yang kardus putih 2.006 C1 salinan, yang kardus coklat 1.671. Menguntungkan 02," kata Roy saat dikonfirmasi.

Saat ditemukan, kardus formulir C1 ditempeli tulisan 'Kepada Yth Bapak Toto Utmo Budi Santoso Direktur Satgas BPN PS Jl Kertanegara No 36 Jakarta Selatan' dan 'Dari Moh Taufik Seknas Prabowo-Sandi Jl HOS Cokro Aminoto no 93 Menteng Jakarta Pusat'.

4. Bantahan Seknas

CEO Sekretaris Nasional Prabowo-Sandi, M Taufik membantah bahwa dua kardus formulir C1yang diamankan polisi dari mobil Sigra di Menteng, Jakarta Pusat milik Seknas Prabowo-Sandi.

Hal ini lantaran kop surat yang ditemukan bersama form C1 tidak memiliki kop surat resmi Seknas Prabowo-Sandi.

"Kalau Seknas kop suratnya musti begini ada ini (menunjukkan tanda Seknas) dan kalau saya yang mengeluarkan surat ada tulisannya Sekretaris Nasional," ucap Taufik kepada wartawan di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat (6/5/2019).

Mengenai kardus formulir C1 yang ditempeli tulisan atas nama dirinya, Taufik menyebut Ia tak pernah mengirim maupun menerima surat itu.

"Ya ini ada yang rekayasalah. Menurut saya rekayasa, kenapa, di situ kan pakai nama saya. Anda bayangin, saya hari itu tidak ada di sini, kok bisa tanda tangan surat," ucap dia.

Taufik mengatakan, Seknas Prabowo-Sandi pun tak pernah mengumpulkan form C1, apalagi dari luar kota. C1, kata dia, hanya dipegang oleh saksi masing-masing tanpa dikirim ke Jakarta.

5. Bukan pelanggaran pemilu

Kasus temuan dua kardus formulir C1 asal tersebut dinyatakan tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilu.

Ketua Bawaslu Jakarta Pusat Halman mengatakan, hal ini diputuskan setelah pemeriksaan saksi-saksi dan investigasi selama sepuluh hari.

"Ya, jadi hasil investigasinya setelah kami lakukan penelusuran, kemudian kajian sampai pada kesimpulan bahwa dari keterangan para saksi kemudian kaitkan ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, memang peristiwa itu kami simpulkan tidak memenuhi unsur sebagai pelanggaran pemilu," ucap Halman kepada Kompas.com, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Temuan Ribuan C1 Boyolali di Menteng Dinyatakan Bukan Pelanggaran Pemilu

Beberapa saksi yang diperiksa saat penelusuran tersebut merupakan sopir taksi online yang membawa dua kardus formulr C1 tersebut, petugas kepolisian yang bertugas saat penemuan dua kardus, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Untuk pengirim dua kardus formulir C1 yakni R tidak bisa dilacak Bawaslu.

"Kalau dari sopir dia murni sopir taksi online yang menerima orderan sebatas itu. Nah itu ada inisialnya R, tetapi sampai batas waktu kami melakukan investigasi yang bersangkutan kami hubungi, tetapi enggak bisa tersambung dan kami tidak tahu di mana alamatnya," ujarnya. 

Dengan demikian, investigasi dihentikan dan tidak dijadikan temuan pelanggaran pemilu.

Caleg DPRD DKI Jakarta M. Taufik di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Caleg DPRD DKI Jakarta M. Taufik di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019)

6. Taufik tidak diperiksa

Karena kasus ini dinilai bukanlah pelanggaran pemilu, Bawaslu memutuskan untuk tidak memanggil CEO Seknas Prabowo-Sandi, M Taufik.

Padahal sebelumnya, Bawaslu mengatakan akan memanggil Taufik untuk diperiksa.

"Kalau jadi temuan kemungkinan dipanggil, tetapi karena fokus pada keterpenuhan syarat formil material, jadi tidak (dipanggil). Hanya fokus ke yang kita undang. Kita kemarin baru fokus pada beberapa pihak untuk mengetahui peristiwa pidana pelanggaran pemilu atau tidak," kata Halman.

Bawaslu menyimpulkan bahwa kasus tersebut tidak tergolong pelanggaran pemilu.

Kesimpulan ini diambil setelah memeriksa saksi-saksi dan melakukan investigasi selama 10 hari. Bawaslu juga tidak memfokuskan penyelidikan pada keaslian C1 itu.

"Iya kalau kita memang sampai saat ini kita fokus memastikan dijadikan temuan atau tidak. Tidak pada asli atau palsu. Tentunya tadi yang kita mau pastikan syarat formil materilnya terpenuhi," tutupnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 1 Juni di Depok: Muncul 2 Kasus Positif Baru dan 9 Pasien Dinyatakan Sembuh

[UPDATE] Covid-19 1 Juni di Depok: Muncul 2 Kasus Positif Baru dan 9 Pasien Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
PLN Pastikan Dana Pelanggan Listrik Prabayar yang Sudah Beli Token Tak Hilang

PLN Pastikan Dana Pelanggan Listrik Prabayar yang Sudah Beli Token Tak Hilang

Megapolitan
Sejak Sore Token Listrik Gagal Input, PLN Sebut Ada Gangguan Jaringan Data

Sejak Sore Token Listrik Gagal Input, PLN Sebut Ada Gangguan Jaringan Data

Megapolitan
Kabar Baik, 7 Kelurahan di Depok Dinyatakan Bebas Kasus Positif Covid-19

Kabar Baik, 7 Kelurahan di Depok Dinyatakan Bebas Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Gelar Razia di Danau Sunter, Satpol PP Sasar Warga yang Tak Kenakan Masker

Gelar Razia di Danau Sunter, Satpol PP Sasar Warga yang Tak Kenakan Masker

Megapolitan
Jakarta Belum Berencana Buka Kegiatan Belajar di Sekolah pada 13 Juli 2020

Jakarta Belum Berencana Buka Kegiatan Belajar di Sekolah pada 13 Juli 2020

Megapolitan
Sekolah di Bekasi Kembali Buka Saat Tahun Ajaran Baru

Sekolah di Bekasi Kembali Buka Saat Tahun Ajaran Baru

Megapolitan
Di Masa New Normal, Tiket Kereta Jarak Jauh Hanya Bisa Dipesan secara Online

Di Masa New Normal, Tiket Kereta Jarak Jauh Hanya Bisa Dipesan secara Online

Megapolitan
Catat, Penumpang KAI Wajib Gunakan Masker hingga Face Shield di Era New Normal

Catat, Penumpang KAI Wajib Gunakan Masker hingga Face Shield di Era New Normal

Megapolitan
Sebaran Kasus Covid-19 di DKI 1 Juni: Sunter Agung Tertinggi, Disusul Pademangan Barat

Sebaran Kasus Covid-19 di DKI 1 Juni: Sunter Agung Tertinggi, Disusul Pademangan Barat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Terbitkan Perwal sebagai Protokol New Normal

Pemkot Bekasi Akan Terbitkan Perwal sebagai Protokol New Normal

Megapolitan
Bungkusan Cairan Berasap Ditemukan di Dekat Masjid di Ciracas

Bungkusan Cairan Berasap Ditemukan di Dekat Masjid di Ciracas

Megapolitan
Jelang New Normal, Pemkot Bekasi Upayakan Keseimbangan Faktor Ekonomi dengan Kesehatan

Jelang New Normal, Pemkot Bekasi Upayakan Keseimbangan Faktor Ekonomi dengan Kesehatan

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Minta Rumah Ibadah Segera Dibuka dengan Protokol Kesehatan

Ketua DPRD DKI Minta Rumah Ibadah Segera Dibuka dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X