"Ibu Saya Enggak Kenal Sama yang Ngomong Penggal Jokowi Itu"

Kompas.com - 16/05/2019, 12:12 WIB
Rumah IY, terduga perekam dan Penyebar Video HS, tersangka yanh mengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo di Grand Resident City Cluster Prapanca 2, Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/5/2019). KOMPAS.com/ DEAN PAHREVIRumah IY, terduga perekam dan Penyebar Video HS, tersangka yanh mengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo di Grand Resident City Cluster Prapanca 2, Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/5/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Polisi menetapkan tersangka terhadap IY, salah satu perempuan yang diduga perekam dan penyebar video ancaman penggal kepala Presiden Joko Widodo. Anak IY, H (20) menilai ibunya bukan penyebar video itu ke media sosial.

Dia mengatakan, ibunya merupakan relawan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. Video itu hanya disebarkan ke grup aplikasi Whatsapp yang berisi para relawan.

"Ada dua grup, grup pertama itu yang isinya para saksi di TPS dan grup kedua itu isinya relawan umum, iya ibu saya yang nyebar video ke dua grup itu. Tapi bukan yang ke media sosial, itu dia buat dokumentasi saja ke dua grup itu, kalau ke media sosial enggak sih," kata H saat ditemui di rumahnya di Grand Resident City, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/5/2019).

Dia menjelaskan, maksud dari ibunya menyebar video ke dua grup Whatsapp itu hanya untuk dokumentasi bahwa ibunya hadir saat unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Baca juga: Babak Baru Kasus Video Ancaman Penggal Presiden Jokowi...

H menambahkan, ibunya juga tidak mengenal HS, tersangka yang mengancam penggal kepala Jokowi dalam video itu.

"Ibu saya enggak kenal sama orang (HS) yang ngomong kasar ( penggal Jokowi) itu. Ibu saya cuma ngerekam aja biasa dia enggak tahu juga kalau orang (HS) itu kerekam. Habis itu dia langsung share ke dua grup itu," ujar H.

IY diketahui memang aktif mengikuti kegiatan sebagai relawan sejak Pemilu pada 17 April 2019 lalu.

"Dia aktif jadi relawan pas pemilu aja, dia jadi saksi TPS dan sampai tanggal 30 April di Kecamatan," tutur H.

Baca juga: HS Mengaku Lontarkan Ancaman Penggal Jokowi karena Emosi

Polda Metro Jaya menangkap dua perempuan yang diduga merekam dan menyebarkan video HS, tersangka yang mengancam penggal kepala Presiden Joko Widodo, Rabu siang.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti kacamata hitam, telepon genggam, masker hitam, kerudung biru, dan tas kuning.

Adapun IY telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal makar.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koalisi PKS dan Golkar di Pilkada Depok 2020 Bakal Terjadi?

Koalisi PKS dan Golkar di Pilkada Depok 2020 Bakal Terjadi?

Megapolitan
Kronologi Pelecehan Seksual Mahasiswi UI di Lingkungan Kampus

Kronologi Pelecehan Seksual Mahasiswi UI di Lingkungan Kampus

Megapolitan
Uji Coba Aspal Formula E Selesai, Komisi Pengarah Ingatkan soal Syarat yang Belum Dipenuhi

Uji Coba Aspal Formula E Selesai, Komisi Pengarah Ingatkan soal Syarat yang Belum Dipenuhi

Megapolitan
Polisi Tetapkan Pengemudi yang Tabrak Ibu Hamil di Palmerah sebagai Tersangka

Polisi Tetapkan Pengemudi yang Tabrak Ibu Hamil di Palmerah sebagai Tersangka

Megapolitan
Pengendara Mobil yang Tabrak Ibu Hamil hingga Tewas Diduga Kaget dan Salah Injak Pedal

Pengendara Mobil yang Tabrak Ibu Hamil hingga Tewas Diduga Kaget dan Salah Injak Pedal

Megapolitan
Mahasiswi UI Korban Pelecehan Seksual di Kampusnya Berani Bicara meski Dihantui Trauma

Mahasiswi UI Korban Pelecehan Seksual di Kampusnya Berani Bicara meski Dihantui Trauma

Megapolitan
Laporkan Pelecehan Seksual yang Menimpanya, Mahasiswi UI Malah Disalahkan Petugas Keamanan

Laporkan Pelecehan Seksual yang Menimpanya, Mahasiswi UI Malah Disalahkan Petugas Keamanan

Megapolitan
Pulang Kuliah Sore, Mahasiswi UI Alami Pelecehan Seksual di Kampusnya

Pulang Kuliah Sore, Mahasiswi UI Alami Pelecehan Seksual di Kampusnya

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Kementerian LH Kaji Ulang Amdal KCIC

Pemkot Bekasi Minta Kementerian LH Kaji Ulang Amdal KCIC

Megapolitan
Kapolres Jakbar: Kami Tidak Menargetkan Artis atau Figur Publik dalam Kasus Narkoba

Kapolres Jakbar: Kami Tidak Menargetkan Artis atau Figur Publik dalam Kasus Narkoba

Megapolitan
Tanam Pohon Ganja di Indekos, Supermen dan Temannya Diringkus Polisi

Tanam Pohon Ganja di Indekos, Supermen dan Temannya Diringkus Polisi

Megapolitan
Cegah Banjir, 9 Stasiun MRT Fase 2 Akan Dipasangi Panel Pelindung

Cegah Banjir, 9 Stasiun MRT Fase 2 Akan Dipasangi Panel Pelindung

Megapolitan
Proyek Tol Kalimalang hingga KCIC Dinilai Kurangi Jumlah RTH di Bekasi

Proyek Tol Kalimalang hingga KCIC Dinilai Kurangi Jumlah RTH di Bekasi

Megapolitan
Menhub Prihatin Ribuan Jamaah Umrah Batal Berangkat

Menhub Prihatin Ribuan Jamaah Umrah Batal Berangkat

Megapolitan
Curi Sepeda Gunung Puluhan Juta, Pelaku Jual Lagi Tak Sampai Rp 5 Juta

Curi Sepeda Gunung Puluhan Juta, Pelaku Jual Lagi Tak Sampai Rp 5 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X