Cari Bukti Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Begini Metode Ahli Digital

Kompas.com - 16/05/2019, 18:24 WIB
Saksi ahli dari digital Bareskrim Mabes Polri dihadirkan dalam sidang kelima kasus penyebaran berota bohong atau hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos dengan terdakwa Bagus Bawana Putra, di PN Jakpus, Kamis (16/5/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaSaksi ahli dari digital Bareskrim Mabes Polri dihadirkan dalam sidang kelima kasus penyebaran berota bohong atau hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos dengan terdakwa Bagus Bawana Putra, di PN Jakpus, Kamis (16/5/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Saksi ahli digital Bareskrim Mabes Polri Adi Setya mengatakan, untuk mencari bukti informasi hoaks mengenai tujuh kontainer surat suara tercoblos yang disebarkan oleh terdakwa Bagus Bawana Putra (BBP), ia melakukan pemeriksaan dengan dua metode, yaitu ekstraksi mobile forensik dan ekstraksi memori ponsel pada memori Vgen.

Penelusuran ini dilakukan dengan memeriksa satu unit ponsel merek Xiaomi, satu simcard Smartfren, satu simcard Telkomsel, dan satu memori merek Vgen 8 gigabite milik BBP.

"Memori itu kita lakukan kita ubah berupa file menjadi image. Jadi meminimalisir file asli digunakan. Terhadap HP kita lakukan ekstraksi isi data teks whatsApp SMS kita ekstraksi media penyimpanan lalu kita analisa," ucap Adi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Baca juga: Dari Grup WA Gerakan Nasional Prabowo Presiden, Saksi Dapat Pesan Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Dari penelusuran ini, Adi menemukan rekaman suara BBP tentang informasi 7 kontainer surat suara tercoblos di dalam memori ponsel.

Rekaman suara ini lalu disebarkan BBP kepada beberapa orang yang ada dalam kontaknya di WA dan juga di dalam grup.

"Assalamualaikum Mbak Titi ini saya posisi saya di Bogor, saya ditelepon temen orang Tanjung Priok seorang marinir katanya di sekarang ini lagi geger lagi heboh ditemukan satu kontainer surat suara ya surat suara yang sudah dicoblos nomor satu isinya itu 1 kontainer 10 juta berarti ada 70 juta surat suara tolong sam kalau ada akses tolong sampaikan ke Pak Joksan ya Mbak Titi ada akses sampeyan ke Pak Joksan atau ke Pak Prabowo untuk segera ngirim orang yang punya power utuk ngecek itu sekarang masih dibuka lagi geger katanya lagi diamanin marinir gitu coba karena aku lagi di Bogor," begitu bunyi suara terdakwa BBP.

Rekaman suara itu lalu diubah menjadi teks oleh Adi sebagai ahli digital dan diserahkan kepada penyidik.

"Tuangkan di BAP 03 januari 2019 cyber kami serahkan ke penyidik juga. Awalnya penyidik minta," kata dia.

Baca juga: Merasa Relawan 02, Saksi Sebarkan Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Terdakwa kasus berita bohong atau hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos Bagus Bawana Putra (BBP) menjalani sidang kelima pada hari ini (16/5/2019).

Jaksa penuntut umun (JPU) menghadirkan saksi ahli digital dari Bareskrim Mabes Polri yaitu Adi Setya dalam sidang.

BBP didakwa membuat keonaran karena penyebaran berita bohong atau hoaks tujuh kontainer surat suara telah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Jaksa mengatakan, terdakwa sengaja menyebarkan hoaks tujuh kontainer berisi surat suara telah dicoblos untuk paslon nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, pada 2 Januari 2019.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perampok Bersenpi Beraksi di Minimarket Kembangan, Uang Rp 26 Juta Raib

Perampok Bersenpi Beraksi di Minimarket Kembangan, Uang Rp 26 Juta Raib

Megapolitan
Antisipasi Arus Balik ke Jakarta, Depok Ikut Awasi di Sejumlah Titik

Antisipasi Arus Balik ke Jakarta, Depok Ikut Awasi di Sejumlah Titik

Megapolitan
Jabodetabek Panas Beberapa Hari Terakhir, Suhu Paling Tinggi di Area Bandara Soetta dan Kemayoran

Jabodetabek Panas Beberapa Hari Terakhir, Suhu Paling Tinggi di Area Bandara Soetta dan Kemayoran

Megapolitan
Di Hadapan Emil dan Pepen, Jokowi Puji Kota Bekasi Berhasil Tekan Penularan Covid-19

Di Hadapan Emil dan Pepen, Jokowi Puji Kota Bekasi Berhasil Tekan Penularan Covid-19

Megapolitan
Pemalsu SIKM Bakal Dijerat Pidana, Ancaman hingga 12 Tahun Penjara

Pemalsu SIKM Bakal Dijerat Pidana, Ancaman hingga 12 Tahun Penjara

Megapolitan
Anies: Kalau Masyarakat Tidak Taat, Terpaksa PSBB Diperpanjang...

Anies: Kalau Masyarakat Tidak Taat, Terpaksa PSBB Diperpanjang...

Megapolitan
Lucinta Luna Jalani Sidang Perdana di PN Jakbar secara Virtual Rabu Besok

Lucinta Luna Jalani Sidang Perdana di PN Jakbar secara Virtual Rabu Besok

Megapolitan
Merasa Gerah Beberapa Hari Terakhir? Ini Penjelasan BMKG

Merasa Gerah Beberapa Hari Terakhir? Ini Penjelasan BMKG

Megapolitan
Petugas Mulai Periksa SIKM Penumpang yang Hendak Masuk Jakarta dari Bandara Soetta

Petugas Mulai Periksa SIKM Penumpang yang Hendak Masuk Jakarta dari Bandara Soetta

Megapolitan
Tak Punya SIKM, Pendatang di Terminal Pulo Gebang Akan Dipulangkan atau Dikarantina

Tak Punya SIKM, Pendatang di Terminal Pulo Gebang Akan Dipulangkan atau Dikarantina

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Minta Pemprov DKI Serius Atur Kegiatan di Pasar untuk Cegah Covid-19

Anggota DPRD DKI Minta Pemprov DKI Serius Atur Kegiatan di Pasar untuk Cegah Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi Akan Mengikuti Jakarta Soal Pembukaan Kembali Mal

Kota Bekasi Akan Mengikuti Jakarta Soal Pembukaan Kembali Mal

Megapolitan
6.347 Warga Ajukan SIKM untuk Keluar Masuk Jakarta, Mayoritas Ditolak Pemprov DKI

6.347 Warga Ajukan SIKM untuk Keluar Masuk Jakarta, Mayoritas Ditolak Pemprov DKI

Megapolitan
Satu Keluarga di Bekasi Positif Covid-19, Sempat Ikut Shalat Id di Masjid

Satu Keluarga di Bekasi Positif Covid-19, Sempat Ikut Shalat Id di Masjid

Megapolitan
Operasi Ketupat Akan Berakhir, Jangka Waktu Pemeriksaan SIKM Tunggu Keputusan Pemprov DKI

Operasi Ketupat Akan Berakhir, Jangka Waktu Pemeriksaan SIKM Tunggu Keputusan Pemprov DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X