Jika Terus Dilanjutkan, Pembangunan Stadion BMW Dinilai Ilegal

Kompas.com - 17/05/2019, 21:51 WIB
Rancangan Jakarta International Stadium yang segera dibangun di Taman BMW, Jakarta Utara. KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARRancangan Jakarta International Stadium yang segera dibangun di Taman BMW, Jakarta Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Buana Permata Hijau menganggap pembangunan stadion bertaraf internasional di Taman BMW, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ilegal. Pasalnya, PT Buana Permata Hijau menyatakan lokasi lahan untuk proyek tersebut miliknya dan bukan milik Pemprov DKI.

"Apabila Pemprov DKI masih melanjutkan pembangunan maka Pemprov DKI telah melakukan perlawanan hukum. Pembangunan itu pun ilegal," kata kuasa hukum PT Buana Permata Hijau Damianus Renjaan dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Damianus menegaskan, Pemprov DKI tak memiliki hak atas lahan 6,9 hektare tersebut. Apalagi, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor 282/g/2018/PTUN-JKT membatalkan sertifikatu hak pakai atas nama DKI.

Damianus meminta Pemprov DKI menghentikan pembangunan stadion BMW.

"DKI tidak punya hak atas lahan tersebut. Kami minta Pemprov mematuhi putusan PTUN," kata dia.

Baca juga: Soal Taman BMW, PT Buana Permata Hijau Minta Anies Hargai Hak atas Tanah

Dalam sidang yang berlangsung pada Selasa lalu, majelis hakim PTUN DKI Jakarta mengabulkan gugatan PT Buana Permata Hijau atas sengketa penerbitan dua sertifikat hak pakai (SHP) oleh Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara di Taman BMW dalam perkara Nomor 282/G/2018/PTUN-JKT.

Dua sertifikat yang digugat diterbitkan Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara bernomor 314 dan 315 di Kelurahan Papanggo atas nama Pemerintah RI Cq Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 18 Agustus 2017.

Sertifikat 314 memiliki luas 29.256 meter persegi dan SHP 315 seluas 66.199 meter persegi.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku kontraktor stadion BMW mengatakan bakal meneruskan pembangunan. Jakpro tak menghiraukan masalah legalitas lahan tersebut.

"Enggak (terganggu), kan jelas (instruksi) dari Pak Gubernur kalau pembangunan jalan terus. Jadi kami jalan terus," kata Direktur PT Jakpro Iwan Takwin saat dihubungi, Kamis kemarin.

Saat ini, PT JakPro tengah melakukan soil test untuk menguji ketahanan tanah Taman BMW. Pihaknya juga tengah mengukur kedalaman pondasi.

Pengukuran itu sambil melakukan penimbunan dan perataan sampai mencapai level ketinggian keamanan banjir. Iwan menuturkan pengukuran dilakukan di atas lahan yang tidak bersengketa.

Baca juga: Kalah Gugatan Sengketa Taman BMW, DKI Ajukan Banding

"Kalau yang bersengketa itu memang di lahan (stadion). Tapi ini enggak semua. Sebagian sih dia lebih ke sisi utara," ucap Iwan.

Soil test ditargetkan selesai akhir Minggu ini. Setelah soil test selesai, PT Jakpro baru mulai melakukan pembangunan fisik stadion.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Megapolitan
Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

Megapolitan
BMKG: Jabodetabek Hujan Siang Ini

BMKG: Jabodetabek Hujan Siang Ini

Megapolitan
Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Megapolitan
Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Megapolitan
Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Megapolitan
Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Megapolitan
Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Megapolitan
Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Megapolitan
Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Megapolitan
Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Megapolitan
Polisi: 4 Perampok Warteg di Pesanggrahan Berpencar karena Viral di Media Sosial

Polisi: 4 Perampok Warteg di Pesanggrahan Berpencar karena Viral di Media Sosial

Megapolitan
Siap Jadi Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Pindahkan Bully-nya Bang Anies ke Ane

Siap Jadi Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Pindahkan Bully-nya Bang Anies ke Ane

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X