DKI Tawarkan Penataan Tanpa Menggusur ke Warga Kampung Bandan

Kompas.com - 19/05/2019, 16:51 WIB
Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) menghibur anak-anak korban pengungsian di Kampung Bandan, Ancol, Padamangan, Jakarta Utara Selasa (14/5/2019). KOMPAS.com/ TATANG GURITNOSejumlah Polisi Wanita (Polwan) menghibur anak-anak korban pengungsian di Kampung Bandan, Ancol, Padamangan, Jakarta Utara Selasa (14/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Menawarkan opsi penataan kampung kepada warga di bekas lokasi kebakaran di Kampung Bandan, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Rencananya, wilayah yang akan ditata yaitu RT 11, RT 12, dan RT 13 di RW 05 Kampung Bandan.

Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau mengatakan, tawaran penataan kampung itu berasal dari Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

"Kita pastikan tidak ada penggusuran atau pun relokasi warga ke rusun (rumah susun). Mereka tetap akan tinggal di lokasi itu," kata Syamsuddin melalui keterang tertulisnya yang diterima Kompas.com, Minggu (15/5/2019).


Baca juga: Upaya Pemprov DKI Berikan Tempat Tinggal bagi Korban Kebakaran Kampung Bandan

Menurut dia, penataan kampung meliputi meliputi penataan akses jalan, tempat ibadah, sekolah, sarana dan prasarana lingkungan, hingga hunian sementara (shelter).

Lebih lanjut, Camat Pademangan Mumu Mujtahid menyampaikan, masa tanggap darurat di lokasi pengungsian diperpanjang hingga sepekan ke depan.

Seluruh pelayanan, baik pendistribusian makanan, logistik, hingga kesehatan tetap diprioritaskan bagi warga terdampak kebakaran

"Pengungsian masih berlanjut sampai tujuh hari ke depan. Sambil kita diskusikan kembali penawaran penataan kampung kepada warga," kata dia.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Anggota DPRD DKI Rp 111 Juta, Setelah Dipotong Tinggal Rp 45 Juta

Gaji Anggota DPRD DKI Rp 111 Juta, Setelah Dipotong Tinggal Rp 45 Juta

Megapolitan
Surat Peringatan Pajak Kendaraan Dikirim Maksimal 14 Hari Sebelum Tenggat

Surat Peringatan Pajak Kendaraan Dikirim Maksimal 14 Hari Sebelum Tenggat

Megapolitan
Revisi UU KPK Disahkan, Para Pegawai KPK Kibarkan Bendera Kuning

Revisi UU KPK Disahkan, Para Pegawai KPK Kibarkan Bendera Kuning

Megapolitan
Sopir Angkat Telepon Saat Menyetir, Mobil Terperosok ke Selokan

Sopir Angkat Telepon Saat Menyetir, Mobil Terperosok ke Selokan

Megapolitan
Polisi Ungkap Jaringan Peredaran Narkoba Malaysia-Batam-Jakarta yang Dikemas Dalam Sepatu

Polisi Ungkap Jaringan Peredaran Narkoba Malaysia-Batam-Jakarta yang Dikemas Dalam Sepatu

Megapolitan
Peras Pembeli Narkoba hingga Rp 500 Juta, Tiga Pegawai BNN Gadungan Ditangkap

Peras Pembeli Narkoba hingga Rp 500 Juta, Tiga Pegawai BNN Gadungan Ditangkap

Megapolitan
Yusrianto Bawa Gerobak Motor Berisi Galon Saat Serahkan Formulir Calon Wali Kota Tangsel

Yusrianto Bawa Gerobak Motor Berisi Galon Saat Serahkan Formulir Calon Wali Kota Tangsel

Megapolitan
Warga Mengeluhkan Proyek Waduk Cimanggis

Warga Mengeluhkan Proyek Waduk Cimanggis

Megapolitan
Blokir Rekening Diberlakukan bagi Penunggak Pajak di Atas Rp 100 Juta

Blokir Rekening Diberlakukan bagi Penunggak Pajak di Atas Rp 100 Juta

Megapolitan
Kembali Tinggal di Trotoar Kebon Sirih, Para Pencari Suaka Merasa Dibohongi UNHCR

Kembali Tinggal di Trotoar Kebon Sirih, Para Pencari Suaka Merasa Dibohongi UNHCR

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Minta Blokir Rekening Penunggak Pajak, Begini Mekanismenya

Pemprov DKI Bakal Minta Blokir Rekening Penunggak Pajak, Begini Mekanismenya

Megapolitan
Pembangunan Waduk Cimanggis Diharapkan Selesai Sebelum Musim Hujan

Pembangunan Waduk Cimanggis Diharapkan Selesai Sebelum Musim Hujan

Megapolitan
Diduga Sakit, Tunawisma Ditemukan Meninggal di Rel Kereta di Bekasi

Diduga Sakit, Tunawisma Ditemukan Meninggal di Rel Kereta di Bekasi

Megapolitan
Spanduk Nyeleneh yang Warnai Pertandingan Persija Vs PSIS Disebut sebagai Bentuk Kritik

Spanduk Nyeleneh yang Warnai Pertandingan Persija Vs PSIS Disebut sebagai Bentuk Kritik

Megapolitan
Walhi Nilai Pemprov DKI Lemah dalam Perlindungan Lingkungan Hidup

Walhi Nilai Pemprov DKI Lemah dalam Perlindungan Lingkungan Hidup

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X