Polisi Tangkap Provokator Tawuran di Jalan Antasari

Kompas.com - 19/05/2019, 17:12 WIB
Bidik layar kamera CCTV Bali Tower saat tawuran kembali terjadi di Jalan Sultan Agung, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Selasa (26/2/2019) malam. DOK. BPBD DKI JAKARTABidik layar kamera CCTV Bali Tower saat tawuran kembali terjadi di Jalan Sultan Agung, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Selasa (26/2/2019) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, pihaknya mengamankan seorang pemuda yang diduga sebagai provokator tawuran di Jalan Antasari, Jakarta Selatan saat melakukan patroli rutin untuk mengantisipasi tawuran, Sabtu (18/5/2019) malam.

Polisi juga mengamankan dua pemuda yang membawa senjata tajam.

"Tadi malam kita sudah mengamankan dua orang yang diduga membawa senjara tajam. Walaupun belum ada kejadian apa-apa, tapi kita berhasil tangkap dan amankan," ujar Indra dalam keterangannya, Minggu (19/5/2019).

"Kemudian sempat mau ribut juga di Jalan Antasari tetapi kami cepat datang ke lokasi dan kami hentikan. Satu orang sudah kami amankan karena diduga memprovokasi," kata Indra.

Baca juga: Bawa Celurit dan Parang untuk Tawuran, 3 Remaja di Bekasi Ditangkap

Saat ini, ketiganya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Indra mengimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan sahur on the road (SOTR) selama bulan Ramadhan.

Menurut Indra, kegiatan SOTR bisa memicu konflik dan perkelahian antar kelompok pemuda yang berkumpul.

Sementara itu, pada Sabtu dini hari, terjadi peristiwa penusukan di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Peristiwa itu berawal ketika korban berinisial DS (16) dan adiknya sedang mengikuti kegiatan sahur on the road (SOTR). Danu dan adiknya sedang berhenti ketika geng motor itu lewat.

Baca juga: Dua Kelompok Pemuda yang Tawuran di Pekanbaru Berdamai

Sempat terjadi cekcok mulut antara Danu dengan kelompok geng motor tersebut. Adu mulut itu berujung penganiayaan terhadap Danu.

Danu diseret salah satu anggota geng motor dan ditusuk hingga tewas.

Korban dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan taksi. Namun, korban tewas sebelum sampai di rumah sakit.

Indra berharap kejadian serupa tak terulang sehingga polisi rutin melakukan patroli akan kemungkinan tawuran warga kembali terjadi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Megapolitan
Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Megapolitan
Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Megapolitan
Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

Megapolitan
Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Megapolitan
PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

Megapolitan
Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Megapolitan
Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Megapolitan
Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Megapolitan
Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X