Hoaks Anggota TNI Tewas akibat Cacar Monyet di RSPAD

Kompas.com - 19/05/2019, 21:51 WIB
Beredar sebuah informasi di pesan singkat WhatsApp yang menyebutkan ada seorang anggota TNI yang meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat pada Sabtu (18/5/2019). KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELABeredar sebuah informasi di pesan singkat WhatsApp yang menyebutkan ada seorang anggota TNI yang meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat pada Sabtu (18/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto membantah informasi yang menyebutkan adanya seorang anggota TNI yang meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto akibat penyakit cacar monyet atau monkeypox.

"(Informasi) itu hoaks," kata Terawan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (19/5/2019).

Sebelumnya, beredar sebuah informasi di pesan singkat WhatsApp yang menyebutkan ada seorang anggota TNI yang meninggal di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat pada Sabtu (18/5/2019).

Baca juga: Deteksi Virus Cacar Monyet, Dua Thermal Scanner Dipasang di Bandara Juanda

Dalam pesan singkat yang beredar itu, ditampilkan sebuah foto seorang anggota TNI beserta biodata lengkapnya dan informasi kematian akibat penyakit cacar monyet (monkeypox).

"Telah meninggal dunia saudara Supran Sida di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta," bunyi keterangan dalam tangkapan layar yang beredar di WhatsApp itu.

Selanjutnya, pesan tersebut juga menyertakan sebuah foto yang menampilkan seorang pria dengan kondisi terbaring di rumah sakit.

Tampak bintik-bintik merah pada sekujur tubuh pria tersebut.

Seperti diketahui, dalam sepekan terakhir, Singapura tengah menghadapi wabah virus zoonosis langka yang ditularkan ke manusia melalui hewan.

Virus itu menyebabkan gangguan kesehatan itu dikenal sebagai cacar monyet atau monkeypox (MPX).

Baca juga: Siap Tangani Virus Cacar Monyet, Rumah Sakit Ini Siapkan 9 Ruang Isolasi

Pembawa virus ini ke Singapura yakni seorang turis asal Nigeria yang datang ke Negeri Singa itu pada 28 April lalu. Dia terbukti mengidap virus ini pada 8 Mei 2019.

Virus ini banyak ditemukan di negara-negara Afrika Barat dan Afrika Tengah. Virus ini ditularkan ke manusia melalui hewan-hewan pengerat.

Hingga saat ini, virus itu dipastikan belum merambah dan menyebar di Indonesia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Terapkan New Normal Jika Kasus Covid-19 Tak Bertambah

Tangsel Terapkan New Normal Jika Kasus Covid-19 Tak Bertambah

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Khawatir Gelombang Kedua Covid-19 jika Warga Tak Disiplin Pakai Masker

Wali Kota Tangerang Khawatir Gelombang Kedua Covid-19 jika Warga Tak Disiplin Pakai Masker

Megapolitan
Petugas Damkar Evakuasi Penderita Stroke yang Terjebak di Lantai 2 Rumah

Petugas Damkar Evakuasi Penderita Stroke yang Terjebak di Lantai 2 Rumah

Megapolitan
Tidak Punya SIKM Dilarang Masuk Kota Bekasi

Tidak Punya SIKM Dilarang Masuk Kota Bekasi

Megapolitan
UPDATE 28 Mei: Tambah 103 Kasus, Total 6.929 Pasien Covid-19 di DKI

UPDATE 28 Mei: Tambah 103 Kasus, Total 6.929 Pasien Covid-19 di DKI

Megapolitan
Ikut Arahan Pusat, Rangkaian Pilkada Depok Dimulai 15 Juni 2020

Ikut Arahan Pusat, Rangkaian Pilkada Depok Dimulai 15 Juni 2020

Megapolitan
Jaksa: Lucinta Luna Dapat Dua Butir Ekstasi dari Orang Tak Dikenal di Tempat Hiburan Malam

Jaksa: Lucinta Luna Dapat Dua Butir Ekstasi dari Orang Tak Dikenal di Tempat Hiburan Malam

Megapolitan
Buat Mabuk Lalu Perkosa Perempuan, Pria di Depok Ditangkap

Buat Mabuk Lalu Perkosa Perempuan, Pria di Depok Ditangkap

Megapolitan
PT MRT Minta Jam Kerja Perkantoran di Jakarta Fleksibel untuk Cegah Penumpukan Penumpang

PT MRT Minta Jam Kerja Perkantoran di Jakarta Fleksibel untuk Cegah Penumpukan Penumpang

Megapolitan
Warga yang Sakit dan Harus Berobat di RS Jakarta Tak Perlu Urus SIKM

Warga yang Sakit dan Harus Berobat di RS Jakarta Tak Perlu Urus SIKM

Megapolitan
Sebarkan Hoaks Pornografi, Pemilik Instagram Mengaku Benci Syahrini

Sebarkan Hoaks Pornografi, Pemilik Instagram Mengaku Benci Syahrini

Megapolitan
Terapkan Pergub Keluar Masuk Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Dijaga Satpol PP DKI

Terapkan Pergub Keluar Masuk Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Dijaga Satpol PP DKI

Megapolitan
Siswa di DKI Mulai Belajar 13 Juli, Berikut Kalender Pendidikan 2020/2021

Siswa di DKI Mulai Belajar 13 Juli, Berikut Kalender Pendidikan 2020/2021

Megapolitan
Bersiap New Normal, MRT Ajukan Penambahan Jumlah Maksimal Penumpang

Bersiap New Normal, MRT Ajukan Penambahan Jumlah Maksimal Penumpang

Megapolitan
Ini Daftar Lokasi Pos Pemeriksaan SIKM di Jakarta Timur

Ini Daftar Lokasi Pos Pemeriksaan SIKM di Jakarta Timur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X