Cegah Macet Arus Mudik, BPTJ Kendalikan Lampu Merah di Jabodetabek

Kompas.com - 20/05/2019, 20:44 WIB
Kemacetan panjang hingga 3 km akibat lamanya lampu merah di Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (11/3/2019)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Kemacetan panjang hingga 3 km akibat lamanya lampu merah di Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (11/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengelola Transjabodetabek ( BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, pihaknya bakal mengendalikan lampu merah atau lampu lalu lintas di Jabodetabek selama arus mudik 2019 nanti.

Pengendalian ini diharap dapat mencegah kemacetan di jalan-jalan nontol.

"Melalui ATCS akan kita atur supaya tidak terjadi hambatan pada saat arus kendaraan para pemudik melintas di jalan nasional di Jabodetabek," ujar Bambang dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Area traffic control system (ATCS) nantinya dikendalikan BPTJ lewat control room.


Baca juga: Mudik Lebaran, Tol Terbanggi Besar-Palembang Difungsikan Satu Jalur

Sistem ATCS yang terintegrasi ini tersedia di 54 persimpangan dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

"Ketika terjadi antrean panjang, kita bisa ubah siklusnya supaya sirkulasi, kendaraan di simpang yang mengalami antrean panjang dapat terurai," ujar Bambang.

Kebijakan ini diambilnya berkaca dari pengalaman Lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Tahun lalu, kepadatan arus kendaraan juga terjadi di titik-titik masuk tol di wilayah Jabodetabek.

Kendaraan yang meninggalkan Jakarta tahun lalu mengular hingga ke Semanggi.

"Kita sudah identifikasi ruas mana yang jadi favorit dan kesiapan masing-masing. Kalau kemacetan di lampu lalu lintas bisa diatasi maka 60 persen kemacetan teratasi," ujar Bambang.

Berdasarkan survei home interview yang dilakukan Badan Litbang Kemenhub, jumlah pemudik pada 2019 dari Jabodetabek sebanyak 14,9 juta orang.

Baca juga: Gubernur Banten Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas

Dari jumlah tersebut, 37,6 persen di antaranya memilih tujuan Jawa Tengah. Sementara itu, 24,8 bertujuan ke Jawa Barat. Adapun yang pulang ke Jawa Timur sebanyak 11,1 persen.

Dari 14,9 juta orang, 30 persen di antaranya menggunakan bus, sedangkan 28,9 persen memanfaatkan mobil pribadi.

Lainnya, ada 16,7 persen orang yang memanfaatkan moda kereta api dan 9,5 persen dengan pesawat. Sisanya sebanyak 6,3 persen memilih naik sepeda motor.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Megapolitan
DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Megapolitan
Close Ads X