Ini Ruas Jalan di Jakarta Pusat yang Tak Bisa Dilintasi

Kompas.com - 22/05/2019, 11:15 WIB
Jalan Cideng Timur ke arah Tanah Abang ditutup warga, Rabu (22/5/2019). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARJalan Cideng Timur ke arah Tanah Abang ditutup warga, Rabu (22/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah ruas jalan di Jakarta Pusat tidak bisa dilewati akibat adanya aksi unjuk rasa di Bawaslu, Jalan MH Thamrin serta akibat kericuhan di Tanah Abang, Rabu (22/5/2019).

Pantauan Kompas.com sejak Rabu pagi tadi, Jalan KS Tubun ditutup oleh petugas kepolisian. Begitu pula Jalan Slipi I.

Di Jalan Cideng Timur dari persimpangan KFC ke arah Tanah Abang, warga dan pengemudi ojek online meletakkan motor mereka dan menghimbau pengendara mencari jalan lain.

"Ditutup ada kerusuhan, cari jalan lain aja," kata para ojek online itu.

Baca juga: Demo Tolak Hasil Pemilu Ricuh, Kedutaan Amerika Keluarkan Peringatan

Seluruh akses Jalan Jati Baru Raya ditutup. Di persimpangan Apotek Roxy, kendaraan tak bisa belok ke Jatibaru.

Begitu pula Jalan Kebon Sirih dari persimpangan Jalan MH Thamrin ke arah Tanah Abang.

Sepanjang Jalan MH Thamrin dari Bundaran HI hingga Patung Kuda ditutup dan tak bisa dilalui kendaraan. Jalan Wahid Hasyim dari persimpangan Jalan Sabang hingga Kebon Kacang juga tak bisa dilewati.

Baca juga: Warga KS Tubun Bagikan Air Minum untuk Polisi yang Halau Massa

Begitu pula Jalan Imam Bonjol dari Bundaran HI hingga persimpangan Jalan HOS Cokroaminoto, polisi menaruh barikade dan tak bisa dilewati.

warga berikan minuman bagi petugas yang amankan kerusuhan di Ks. TubunKOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARI warga berikan minuman bagi petugas yang amankan kerusuhan di Ks. Tubun

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X