Anies Datangi Lokasi Kerusuhan di Slipi, Bertemu Pangdam dan Kapolda

Kompas.com - 22/05/2019, 15:51 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di RSUD Tarakan, Rabu (22/5/2019).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di RSUD Tarakan, Rabu (22/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi lokasi kerusuhan di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat pada Rabu (22/5/2019).

Setiba di lokasi, Anies masuk ke Gedung Wisma 77 untuk menemui Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya yang telah lebih dahulu berada di lokasi.

Ia pun sempat berkomentar mengaenai kerusuhan yang terjadi di sekitar lokasi tersebut.

"Ini sekarang sedang ditangani tadi saya bertemu dengan Pangdam dengan Kapolda kita sama-sama memantau sedang dijaga wilayah ini masih ada kegiatan, masih ada suasana kerusuhan di sana," kata Anies kepada wartawan seusai pertemuan tersebut.


Baca juga: Gubernur Anies ke RSUD Tarakan, Cek Pelayanan untuk Korban Aksi Massa

Ia mengaku ingin memastikan di sekitar lokasi kembali tertib dan aman.

"Jadi tempat ini sekarang ditutup, itu saja dulu, belum ada penjelasan lebih jauh," ucap dia. 

Setelah memberikan keterengan ke media, Anies langsung meninggalkan lokasi tersebut.

Polisi masih melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi Flyover Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.

Baca juga: 2 Bus Polisi Terbakar di Dekat Fly Over Slipi, Kacanya Pecah

Polisi membuat barikade menggunakan perisai untuk menghalau massa di kedua sisi flyover.

Helikopter yang membawa air tampak mondar-mandir di lokasi kerusuhan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Megapolitan
DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Megapolitan
Close Ads X