Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/05/2019, 18:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang anggota Front Pembela Islam (FPI) berinisial MA (30) ditangkap petugas Polda Metro Jaya di Tangerang Selatan. MA diduga menyebarkan pesan berantai yang berisi undangan seruan untuk melakukan aksi pengeboman.

Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan laporan model A yang dibuat oleh polisi dengan nomor laporan LP/ 430 /V/2019/PMJ/Dit Reskrim Sus (MODEL A), Tanggal 20 Mei 2019.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pesan berantai itu disebar melalui pesan singkat WhatsApp.

"Terdapat pesan berantai yang dilakukan oleh beberapa akun whatsapp dengan berisi undangan atau seruan untuk melakukan aksi provokasi berupa kata-kata disertai foto," ujar Argo dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Rabu (22/5/2019).

Baca juga: Sekretaris Yayasan Bina Sarana Al Ittihaad Ditangkap Terkait Ancaman di Medsos

Argo menjelaskan, dalam foto yang tersebar dalam pesan singkat WhatsApp tertulis "Undangan pengeboman kantor Bareskrim. Mengundang seluruh mujahid untuk membawa bom molotov untuk dilempar ke gedung Bareskrim polri pada tanggal 22 Mei 2019".

Foto yang tersebar dalam pesan singkat WhatsApp tertulis Undangan pengeboman kantor bareskrim. Mengundang seluruh mujahid untuk membawa bom molotov untuk dilempar ke gedung bareskrim polri pada tanggal 22 Mei 2019.Dokumentasi Polda Metro Jaya Foto yang tersebar dalam pesan singkat WhatsApp tertulis Undangan pengeboman kantor bareskrim. Mengundang seluruh mujahid untuk membawa bom molotov untuk dilempar ke gedung bareskrim polri pada tanggal 22 Mei 2019.
Pesan berantai itu juga menuliskan target utama yang harus dibunuh adalah Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kabareskrim Komjen Pol Idham Azis.

Baca juga: Polisi Sebut Massa Lempari Asrama Polri dengan Batu hingga Molotov

"Pesan berantai ditujukan untuk mengancam keselamatan pada tanggal 22 Mei 2019 dengan target ancaman terhadap Kapolri dan Kabareskrim," ujar Argo.

Saat menangkap MA, polisi menyita barang bukti berupa bukti cetak pesan berantai akun Whatsapp.

Baca juga: Cerita Warga Shock Melihat Mobil Dibakar, Molotov Dilempar, dan Pagar Digedor-gedor

Atas perbuatannya, MA dijerat Pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; dan atau pasal 12A ayat 1 Undang-Undang No 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Sambung Aniaya Balita di Rawa Terate, Diinterogasi RT dan Satpol PP sampai Mengaku

Ibu Sambung Aniaya Balita di Rawa Terate, Diinterogasi RT dan Satpol PP sampai Mengaku

Megapolitan
Banding Viani Limardi atas Pemecatannya Ditolak, PSI Minta DPRD DKI Segera Proses PAW

Banding Viani Limardi atas Pemecatannya Ditolak, PSI Minta DPRD DKI Segera Proses PAW

Megapolitan
PLN Padamkan Aliran Listrik Imbas Tiang Roboh di Cilodong Depok

PLN Padamkan Aliran Listrik Imbas Tiang Roboh di Cilodong Depok

Megapolitan
Pelanggan Kedai Bakmi di Kwitang Parkir Liar Depan Rumah Warga, Ancaman Sanksi: Diderek hingga Denda Rp 500.000

Pelanggan Kedai Bakmi di Kwitang Parkir Liar Depan Rumah Warga, Ancaman Sanksi: Diderek hingga Denda Rp 500.000

Megapolitan
BPBD DKI: Ada 14 Pohon Tumbang di Jakarta, Empat Orang Terluka

BPBD DKI: Ada 14 Pohon Tumbang di Jakarta, Empat Orang Terluka

Megapolitan
Jaksa Ungkap Kode 'Singgalang 1' dari Irjen Teddy Minahasa ke AKBP Dody Sebelum Penukaran Sabu

Jaksa Ungkap Kode "Singgalang 1" dari Irjen Teddy Minahasa ke AKBP Dody Sebelum Penukaran Sabu

Megapolitan
Ditemukan Pistol, Perempuan Tewas di Penjaringan Dipastikan Warga Sipil

Ditemukan Pistol, Perempuan Tewas di Penjaringan Dipastikan Warga Sipil

Megapolitan
Sedang Asyik Nonton TV, Warga Tangerang Kaget Rumahnya Tertimpa Pohon Tumbang

Sedang Asyik Nonton TV, Warga Tangerang Kaget Rumahnya Tertimpa Pohon Tumbang

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Cempaka Mas

Pohon Tumbang Timpa Mobil di Cempaka Mas

Megapolitan
Banding Anggota DPRD DKI Viani Limardi soal Pemecatannya dari PSI Ditolak

Banding Anggota DPRD DKI Viani Limardi soal Pemecatannya dari PSI Ditolak

Megapolitan
Dishub DKI Blak-blakan Ungkap Sumber Masalah Ruwetnya Akses Menuju JIS Saat Konser Dewa 19

Dishub DKI Blak-blakan Ungkap Sumber Masalah Ruwetnya Akses Menuju JIS Saat Konser Dewa 19

Megapolitan
Diterpa Angin Kencang, Pohon dan Tiang Listrik di Cilodong Depok Tumbang

Diterpa Angin Kencang, Pohon dan Tiang Listrik di Cilodong Depok Tumbang

Megapolitan
Pohon Setinggi 12 Meter Tumbang Diterpa Angin di Jatikramat, Damkar Kota Bekasi Terjunkan 11 Personel

Pohon Setinggi 12 Meter Tumbang Diterpa Angin di Jatikramat, Damkar Kota Bekasi Terjunkan 11 Personel

Megapolitan
Pohon Tumbang di Mampang Prapatan, Jalan Sempat Ditutup 30 Menit

Pohon Tumbang di Mampang Prapatan, Jalan Sempat Ditutup 30 Menit

Megapolitan
Rumah Warga Tangerang Tertimpa Pohon Tumbang akibat Angin Kencang, Atapnya Ambrol

Rumah Warga Tangerang Tertimpa Pohon Tumbang akibat Angin Kencang, Atapnya Ambrol

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.