Pukul 22.30, Polisi Sterilisasi Lokasi di Sekitar Bawaslu

Kompas.com - 22/05/2019, 22:59 WIB
Personel kepolisian menembakkan gas air mata dan suara (flare) ketika terjadi kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/209) malam. Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIPersonel kepolisian menembakkan gas air mata dan suara (flare) ketika terjadi kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/209) malam. Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com—Baku serang antara polisi dan massa di sekitar perempatan Sarinah di depan kantor Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) malam mulai reda sekitar pukul 22.20 WIB. 

Polisi juga telah menyatakan bahwa area perempatan Sarinah yang jadi lokasi aksi rusuh massa sudah bersih. Sebelumnya, polisi sempat mengepung massa dari dua arah Jalan MH Thamrin, yaitu dari arah selatan dan utara, sembari menembakkan gas air mata dan meriam air (water canon).

Pukul 22.30, satuan Brimob mulai melakukan sterilisasi di sekitar Bawaslu, termasuk di jembatan penyeberangan orang yang menghubungkan Bawaslu dengan Sarinah serta Halte Busway Sarinah.


Baca juga: Situasi Terkini di Sarinah Pukul 21.40, Massa Didesak Mundur

Mereka merazia beberapa orang guna mengantisipasi adanya penyusup yang menyamar sebagai wartawan.

Sejumlah massa Aksi 22 Mei terlibat kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Sejumlah massa Aksi 22 Mei terlibat kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019.

Kericuhan antara polisi dan massa terjadi mulai sekitar pukul 20.00 WIB, yaitu sejak Fadli Zon dan Neno Warisman meninggalkan massa.

Polisi dan massa sempat terlibat adu serang. Polisi menggunakan suar, sementara pengunjuk rasa memakai sejumlah barang, dari sendal, petasan, hingga sesekali bom molotov. Namun, upaya polisi lebih intensif. 

Keagresifan massa makin surut begitu tembakan peringatan dilepaskan ke udara oleh aparat Brimob selama kurang lebih lima menit. Massa lalu didesak mundur aparat keamanan dari dua arah hingga meninggalkan lokasi melewati Jalan Wahid Hasyim, baik ke arah Tanah Abang maupun Gondangdia.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tembak Mati Pengedar Sabu di Cipayung

Polisi Tembak Mati Pengedar Sabu di Cipayung

Megapolitan
Anies: Oposisi Sangat Keras pada TGUPP karena Efektif Bekerja

Anies: Oposisi Sangat Keras pada TGUPP karena Efektif Bekerja

Megapolitan
Bantah Ada Bocoran Ujian di SMAN 1 Depok, Kepala Sekolah Sebut Berawal dari Ribut Siswa

Bantah Ada Bocoran Ujian di SMAN 1 Depok, Kepala Sekolah Sebut Berawal dari Ribut Siswa

Megapolitan
Pemkot Jakut Uji Coba Pembatasan Kontainer di Jalan Cilincing Raya Awal 2020

Pemkot Jakut Uji Coba Pembatasan Kontainer di Jalan Cilincing Raya Awal 2020

Megapolitan
Sakit Hati Ditegur, Pria di Ciracas Aniaya Tetangga dengan Celurit

Sakit Hati Ditegur, Pria di Ciracas Aniaya Tetangga dengan Celurit

Megapolitan
PT KAI Klaim Sudah Koordinasi dengan Dishub soal Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi

PT KAI Klaim Sudah Koordinasi dengan Dishub soal Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi

Megapolitan
Area Lay Bay Stasiun Bekasi Ditutup Selamanya

Area Lay Bay Stasiun Bekasi Ditutup Selamanya

Megapolitan
Maling Motor Terjebak Macet Dihakimi Warga hingga Tewas

Maling Motor Terjebak Macet Dihakimi Warga hingga Tewas

Megapolitan
Diduga Cemburu, Suami Bacok Istri hingga Tewas di Pamulang

Diduga Cemburu, Suami Bacok Istri hingga Tewas di Pamulang

Megapolitan
Anies Ingin Seluruh Transportasi Ramah Perempuan

Anies Ingin Seluruh Transportasi Ramah Perempuan

Megapolitan
Damkar Jaktim Evakuasi 7 Sarang Tawon Vespa dalam Sehari

Damkar Jaktim Evakuasi 7 Sarang Tawon Vespa dalam Sehari

Megapolitan
Viral Video Keributan Ormas dengan Manajemen Perusahaan di MGK Kemayoran, Ini Kata Polisi

Viral Video Keributan Ormas dengan Manajemen Perusahaan di MGK Kemayoran, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pemkot Akan Batas Jam Operasional Truk Kontainer di Jakarta Utara

Pemkot Akan Batas Jam Operasional Truk Kontainer di Jakarta Utara

Megapolitan
Unit Pajak Kendaraan Bermotor Minta Pengelola Parkir Bantu Tagih Tunggakan Pajak

Unit Pajak Kendaraan Bermotor Minta Pengelola Parkir Bantu Tagih Tunggakan Pajak

Megapolitan
Fakta Kematian Bayi 40 Hari karena Tersedak Potongan Kecil Pisang

Fakta Kematian Bayi 40 Hari karena Tersedak Potongan Kecil Pisang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X