[POPULER MEGAPOLITAN] Rencana Penyerangan ke Jokowi | Kerusuhan 22 Mei | Penangkapan Budiono

Kompas.com - 23/05/2019, 05:51 WIB
Polisi bertahan dari lemparan batu para demonstran yang ricuh di dekat gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Rabu (22/5/2019) malam.KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES Polisi bertahan dari lemparan batu para demonstran yang ricuh di dekat gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Rabu (22/5/2019) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerusuhan di beberapa titik di Jakarta menjadi berita yang paling banyak dibaca pada Rabu (22/5/2019). 

Aksi damai 22 Mei yang memprotes hasil Pilpres 2019 berujung kericuhan, seperti di Jalan MH Thamrin depan Bawaslu RI, Petamburan, Jatibaru, dan Slipi. 

Kepolisian pada akhirnya berhasil memukul mundur massa dan menangkap para provokator. 

Baca juga: Menghitung Potensi Kerugian Pedagang Tanah Abang akibat Kerusuhan

Selain itu, pemberitaan mengenai penangkapan Sekretaris Yayasan Bina Sarana Al Ittihaad Budiono juga menarik perhatian pembaca. Ia diduga memfasilitasi peserta aksi 22 Mei

Berikut berita terpopuler Megapolitan Kompas.com pada 22 Mei 2019:

1. Terungkap rencana penyerangan ke Presiden Jokowi

Polda Metro Jaya mengamankan 257 tersangka yang diduga provokator dalam kerusuhan di tiga tempat kejadian perkara (TKP) di Jakarta. KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA Polda Metro Jaya mengamankan 257 tersangka yang diduga provokator dalam kerusuhan di tiga tempat kejadian perkara (TKP) di Jakarta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, tersangka kerusuhan di Jakarta berencana menyerang Presiden Joko Widodo pada 22 Mei.

Hal itu direncanakan ketika mereka melihat agenda Jokowi di Johar Baru, melalui siaran stasiun TV.

"Mereka mengunggah kata-kata di grup WhatsApp contoh persiapan buat perang yang lain mana. Kemudian, ada kata-kata lagi seperti rusuh sudah sampai ke Tanah Abang, kok. Lalu, live TV (menginformasikan) Jokowi di Johar Baru, ayo kita serang," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Rabu (22/5/2019).

 

Hingga Rabu malam, Polda Metro Jaya mengamankan 257 tersangka yang diduga provokator dalam kerusuhan di tiga tempat kejadian perkara (TKP) di Jakarta, yakni gedung Bawaslu RI, wilayah Petamburan, dan wilayah Gambir. 

Baca berita selengkapnya klik tautan ini 

2. Kerusuhan 22 Mei 

Kelompok massa di Slipi, Jakarta Barat, terpantau masih belum membubarkan diri hingga Rabu (22/5/2019) pukul 21.00 WIB.KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARI Kelompok massa di Slipi, Jakarta Barat, terpantau masih belum membubarkan diri hingga Rabu (22/5/2019) pukul 21.00 WIB.
Aksi 22 Mei berujung kericuhan, salah satunya di Petamburan, Jakarta Barat. Asrama Brimob dirusak massa. 

Selain itu, massa juga membakar 11 mobil yang terparkir di area tersebut. 

Polisi memastikan massa perusuh di Petamburan merupakan orang-orang dari luar Jakarta dan bukan warga setempat. 

Salah satu warga Petamburan bernama Dharma mengaku mobil Sigra 2017 miliknya menjadi satu dari belasan mobil yang terbakar akibat kerusuhan di Jalan KS Tubun, Jakarta Barat, pada Rabu dini hari.

Sekitar pukul 02.00, dia bersama para warga lain mendengar ada teriakan-teriakan dari sejumlah orang. Dia melihat bahwa sudah ada pembakaran ban di depan markas FPI.

"Saya curiga mobil saya kena. Ternyata benar, pas keluar, mobil sudah kebakar," katanya saat ditemui di sekitar Jalan KS Tubun.

Dia mengaku terkejut dan sempat melihat massa melempari bom molotov yang menyebabkan belasan mobil terbakar.

Tidak sampai di situ, massa yang tidak puas menggedor-gedor pagar meminta warga untuk keluar. "Warga ditantangin keluar. Kami enggak mau, tetap di dalam mengamankan diri," kata laki-laki berusia 40 tahun itu.

Baca berita selengkapnya, klik tautan ini

3. Penangkapan Budiono

IlustrasiFREEPIK.com Ilustrasi
Sekretaris Yayasan Bina Sarana Al Ittihaad Budiono ditangkap jajaran Polda Metro Jaya karena diduga menampung massa aksi 22 Mei di Masjid Raya Al Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

Dia ditangkap pada Senin (20/5/2019) sekitar pukul 24.00 di kediamannya. Setelah dilakukan penangkapan, massa diminta pindah dari masjid. 

Wakil Sekretaris Umum Yayasan AL Ittihaad, Rustam Amiruddin mengatakan, Budiono telah dibebaskan dan dijemput oleh keluarganya di Polda Metro Jaya sekitar pukul 23.00.

"Semalam pengurus masjid yang lain juga ikut jemput. Ada istrinya, anaknya, mantunya juga ikut," ujar Rustam saat ditemui di Masjid Raya Al-Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019). 

Baca berita selengkapnya klik tautan ini

Halaman:


Terkini Lainnya


Close Ads X